Dalam kondisi normal SF bakal memilih warna lain yang lebih cerah. Tapi saat itu . Memilih popeng karena ingin menyelamatkan nyawanya…tubuh penuh jamur dan scabies. Kelima saudaranya tewas duluan dan menyisakan popeng seorang diri. Daripada mati..SF keluarkan duit seadanya dari dompet untuk mengadopsinya dan segera memberi perawatan optimal ke dokter hewan.

Sekarang Popeng menjelma menjadi kucing peaknose eksotis… bagi yang paham kucing. Jenis ini menduduki ksta tertinggi untuk kucing persia. Tapi ada yang menjadikan Popeng kurang difavoritkan oleh orang yang awam didunia kucing.

Saat SF jejerkan dengan michel , seekor kucing himalayan dollface (setara persia medium sedikit flatnose). Rekan SF maupun keluarga SF , sebagian besar memfavoritkan michel. Dari 10 orang yg Sf tanyain, 1 orang milih Popeng,dan 9 orang milih michel.

Beberapa diantaranya kaget setelah SF beritahu jika harga persia peaknose eksotis (seperti popeng) bisa 3 X lipat dibanding Himalayan Dollface.

Bagi orang yang awam soal dunia kucing, warna dan panjang bulu jadi pertimbangan utama dalam menilai kecantikan kucing. Wajah belakangan…. Popeng dalam hal ini warna sekujur tubuh gelap, dan bulunya ga selebat Michel. Jadi itu alasan mereka memilih Michel… 

Dalam keseharian Sf dan keluarga ga membedakan kasih sayang antara Popeng dan Michel. Cuma karena keduanya beda karakter dan usia, Popeng terasa lebih dekat dengan anggota keluarga. Popeng sifat persianya sangat kental… manja dengan tuannya. Kalau tidur maunya nempel di kaki tuannya. Usianya yang masih muda (7bulanan) bikin dia suka cari perharian dengan mengajak bermain. Michel sendiri yang sudah hampir 3 tahun, lebih suka sendiri. Dia ga terlalu antusias lagi bermain dengan tuannya. Kalau digendong dan dielus sering berontak minta turun. Malau sudah bosen baru dia ndusel sama tuannya

Berdasarkan pengamatan dan hasil googling, Pada dasarnya kucing persia dibagi beberapa jenis 

1.Berdasar wajah

– medium, menyerupai kucing lokal namun lebih pesek dan lebar

– flat nose, ini jenis yang sering dijumpai dan difavoritkan pecinta kucing. Pesek wajah lebar

– peaknose, ini jenis paling mahal diantara persia lainnya. Super pesek.. hidung hampir segaris dengan mata. Kalau dilihat dari samping datar wajahnya

3. Berdasarkan bulu

– longhair . Bulu panjang

– shorthair . Bulu pendek. 

Ada jenis persia silangan yang juga banyak diminati oleh pecinta kucing. Yakni persia himalayan. Cirinya mirip dengan persia namun bulunya khas. Gelap di muka, telinga dan kaki. Badannya berwarna lebih terang. Jenis wajah dibedakan 2 jenis… dollface (agak pesek) , dan ultraface (sangat pesek menyerupai peaknose)

Kiri : peaknose eksotis, Kanan : himalayan dollface. Keduanya jantan


Lantas bagaimana memilih persia yang cocok bagi anda… ?

1. Anda telaten dan rela menyisihkan waktu dan biaya lebih buat perawatan kucing, dan ingin punya kucing yang bisa dipamerkan? Pilih longhair… biasanya yang jenis peaknose bulunya lebih lebat dibanding lainnya. Kucing ini kudu rutin dimandikan dan disisiri bulunya. Jamur dan kutu sangat rentan menyerangnya. Suhu ruangan disarankan yang dingin untuk memicu tumbuhnya bulu yang lebat. Kebersihan ruangan juga mutlak diperlukan…jangan sampai kucing ini berkeliaran dengan bebasnya di tanah. Sayang bulunya….

2. Kucing flatnose bulunya mungkin ga seheboh peaknose longhair tapi banyak juga yang lebih memfavoritkan jenis ini. Perawatannya ga seribet peaknose. Lebih tahan penyakit juga . SF dulu pernah punya flatnose berusia 8 tahunan… sayang hilang digondol orang. Bagi sebagian orang wajah persia flatnose lebih berkarakter(gagah) dibanding peaknose yang cenderung aneh/lucu. 

3. Persia peaknose. Wajahnya lucu dan menggemaskan… pesek dan rata…! Ga nampak gagah seperri flatnose. Ini termasuk jenis persia yang paling mahal dibanding medium dan flatnose. Itu juga yang bikin pecinta kucing berfikir 2 kali sebelum meminangnya. Sifatnya cenderung kalem.. cocok diuyel uyel… kelemahan kucing ini adalah jarak hidung dan mata terlalu dekat, sehingga seringkali belekan. owner kudu sering membersihkan area matanya. Menurut beberapa rekan pecinta kucing, jenis ini butuh perhatian lebih karena rentan penyakit. Jenis longhair jika perawatanya bagus hasilnya akan menggiurkan… bulu panjang dan lembut. Ditambah sifat kucing yang kalem cocok dipeluk peluk. Yang bikin heran, persia peaknose eksotis (bulu pendek) justru harganya lebih mahal dibanding longhair. Rekan SF yang demen peaknose eksotis mengatakan jika jenis ini perawatannya lebih mudah . Ga perlu terlalu sering nyalon. Wajahnya dan badannya nampak lebih lucu dibanding longhair karena bulu mengembang ga jatuh kebawah seperti longhair…jadi nampak membulat.

4. Persia himalayan. Sifat dan penampakan fisik mirip persia umumnya. Namun sifatnya cenderung lebih aktif… asyik diajak bermain main. Bulu berwarna krem dengan warna gelap dibeberapa bagian yang bikin jenis ini nampak eksklusif… unik. 

5. Sebagai gambaran harga 2016… persia medium :dibawah 500rb, persia flatnose : 1 jtan, persia peaknose longhair : 1,5-2jt, persia peaknose  eksotis diatas 2 jt. Ini SF ga ngomongin yang keturunan murni (pedigree) yang ada sertifikat segala macem… karena bisa 5jt diatas… bagi SF sih ga worthed beli gituan kalau cuma niat dipelihara. Harga diatas bervariasi…. bisa lebih murah jika adopsi dari dari owner langsung, atau bisa jadi jauh lebih mahal jika beli di petshop besar.

Banyak yang beranggapan persia kucing yang paling mahal… nope anda salah besar.. ! maincoon bisa 2-3 kali lipat dibanding harga persia, british lebih mahal lagi… puluhan juta….! 

Apapun pilihannya… memilih kucing bukan seperti memilih barang… kalau ga cocok bisa dikembalikan atau dijual lagi… SF dan keluarga milih kucing layaknya mengadopsi keluarga/anak… kalau sudah dipilih ya dirawat dan disayangi….!

Sabtu kmaren SF diajak mancing ke Kep. 1000 via tanjung pasir oeh rekan kerja. Kebetulan rekan SF pake mobil CBUnya suzuki XL7 6 silinder 3000 cc sedikit beda dengan versi Indonesia yang 2500cc. Katanya ownernya sih unitnya terbatas yang masuk Indonesia

Kebetulan SF yang didaulat nyetir menuju TPI tanjung pasir. Saat stater pertama kali ga ada beda dengan mobil 4 silinder. Suara mesin menderu sopan, bedanya getaran mesin terasa lebih rapat… bukan getaran kenceng ya… halus tapi rapat….! Gas diinjek lebih dalam deru knalpot terasa beda dengan 4 silinder… rapet. 
Merambat menuju tol jalanan padat, jadi tak terasa istimewa. Handle setir lebih berat dibanding ertiga, begitu juga pedal kopling. Maklum mobil dah sentuh 100rb km. Begitu masuk tol SF coba sedikit berlari… wuzzz… cepet banget menginjak 100kpj. Istimewanya gigi awalnya ga gampang kehabisan nafas… panjang… enak ga sering oper gigi di kemacetan.

Menurut ownernya untuk perkotaan di Jakarta konsumsi bensin sekitar 1:7-8 untuk luar kota 8-9 km/liter. Kecepatan yang pernah diraihnya 170kpj dengan gas tersisa banyak. Lumayan untuk mobil SUV ban gedhe… nglawan Pajero atau Fortuner mah enteng katanya.

Sayangnya untuk sparepart tergolong susah… saat fuelpumpnya rusak, dealer suzuki ga ready stock, kudu inden beberapa waktu. Atau di kanibal dengan punya suzuki lainnya. Akhirnya fuelpump terpaksa diganti punya sedan Suzuki (embuh tipe apa). Itulah Konsekwensi punya mobil nyleneh….

Mungkin SF ga terlalu familier dengan mobil SUV ya… suara gemuruh roda masuk kekabin… apa karena tipikal ban SUV ya?


Beberapa hari lalu seorang rekan kerja pengguna vario mengeluhkan motornya yang bergetar, dan kurang responsif di kemacetan. Kadang juga timbul gejala tersendat sendat saat merambat dikemacetan. SF saat itu menebak jeroan CVT yang jadi masalahnya. 

Benar juga, tadi pagi diparkiran rekan SF tersebut langsung menunjukkan kwitansi servis varionya yang dia simpan di bagasi motornya…

Total 570.000 . Namun saat dijajal gejala tersendat / tidak stabil masih terasa saat merambat. 

Balik ke bengkel , dan ganti sekalian roller dan mangkuknya seharga 180rban (ga ada dalam kwitansi). Penyakit variopun hilang dan lajunya seperti motor baru lagi . 


Lumayan juga jajannya untuk motor yang belum genap melaju 150.000 km… jalanan Jakarta yang kejam plus kekejaman tangan pengendara disinyalir penyumbang terbesar penurunan fungsi CVT kendaraaan.

Untung Nmax SF yang berumur 22.000 km belum pernah ada masalah. Padahal servis saja jarang . terakhir servis KM 10000, selanjutnya ga pernah servis. Tapi rutin ganti oli tiap 2000km. Dan sering sekali buat boncengan 4 :mrgreen:

Waktu berangkat kerja karyawan di Jakarta rata-rata sudah terjadwal… begitu pula kita… jadwal akan berubah jika hujan turun atau ada berita penutupan jalan. 

Dalam kondisi normal… selisih keberangkatan 5 menit saja efeknya akan beda. 

Ini pengalaman SF ya…. biasa berangkat jam 5.50 dari Bekasi menuju Kalibata. Sampai Kantor sekitar 7.15. Begitu SF majukan jadwalnya 5 menit saja… nyampai kantor jam 7. Alias 15 menit lebih cepat…..! Lalu lintas signifikan lebih lancar. Ga banyak rider kesetanan yang bisa memancing emosi. Berkendara motorpun terasa lebih bisa dinikmati.

15 menit itu waktu yang sangat berharga loh…. bisa sarapan dulu, istirahat dan sosialisasi dengan teman untuk mengembalikan mood yang kurang baik setelah menembus belantara ibukota. 

Jadi menyisihkan waktu 5 menit demi kenyamanan … worthed kok. 


Selama perjalanan berangkat kerja tadi pagi , SF kebetulan dibelakang vixion yang sepertinya baru pasang box givi dibelakangnya masih kinyis boxnya bro :). Selepas flyover  walikota Jakarta Timur jalanan lumayan macet. Pengemudi vixion awalnya disisi kanan truk, tapi karena tidak ada ruang menyalip dia berusaha menyempil dibelakang truk untuk menyalip dari arah kiri. Lolos dari belakang truk pengemudi vixion langsung merebahkan motor kekanan… akibatnya…. box givi yang masih kinyis nyenggol bagian belakang truk.

Di duren sawit selepas flyover pondok kelapa , jalanan juga macet. SF berada dijalur paling kiri yang khusus dihuni pemotor. Vixion yang sama  menyalip Sf dan motor didepan SF dengan memanfaatkan celah diantara mobil. Saat balik ke jalur motor , Boxnya menyenggol spion motor didepan SF. 

Dari situ SF menafsirkan… pengemudi vixion ini belum terbiasa memakai top box di belakang motornya….

Kali ini SF akan share beberapa hal terkait penggunaan top box pada motor

1. Kalau anda tipikal rider kesusu suka selap selip… pakai box bukan pilihan yang baik. Karena akan mengganggu manuver. Mending tank bag. Top box juga menghambat performa motor. SF pernah coba ngebut memakai tiger lawas tanpa box sentuh 135 kpj, dengan memakai box K42 yang hanya diisi helm. Speed di trek yang sama susah melewati 120kpj.

2. Dalam kondisi macet parah jika ingin selap selip dengan space terbatas , jangan terlalu memiringkan motor saat belok patah. Box riskan menyenggol kendaraan tinggi. 

3. Pemilihan braket box sangat penting… pastikan bahan dan las lasan kuat. Bundafaiz dah ngalami patah braketnya. 

4. Sesuaikan top box dengan beban yang dianjurkan. Disarankan tidak membawa beban terlalu berat dalam box karena mengganggu keseimbangan motor.

5. Solusi memakai box tapi tidak terlalu mengganggu keseimbangan dan tidak bikin dimensi motor tambah molor adalah dengan memakai braket geser. Saat berkendara sendiri braket dapat digeser kedepan sehingga box nempel punggung pengemudi… enak bisa sandar :). Ga enaknya kalau ada yang nebeng bonceng, jadi kudu repot dikit geser braket ke belakang. 

6. Tentukan kapasitas box sesuai kebutuhan. misalnya tiger SF memakai box Kappa K42 (42liter), muat untuk 1 helm fullface dan 1 helm halfface. Dibawah itu mungkin hanya cukup buat 1 helm, dan diatas itu tentunya lebih leluasa untuk 2 helm

Kiri K42 (42lt), Kanan K46(46lt)

Ingin menguji kesabaran anda….? coba naik kendaraan bermotor untuk harian. Rute SF sendiri antara 23-25 km (tergantung beberapa alternatif rute) dari harapan indah menuju kalibata. Waktu tempuh antara 1 jam hingga 1jam 45menit.


Godaan bagi biker sangat banyak di jalur ini. 

1. Trotoar sangat amat luas… bahkan mobilpun bisa lewat. Pejalan kakinya ? Hanya seorang dua orang. Ga percaya ?coba cek trotoar selepas flyover walikota jaktim (sebrang halte busway) klo gasalah jl. Ngurah Rai. Dijalur padat menyempit (karena halte busway) ini justru jalan dipersempit untuk bangun trotoar. Kalau pejalan kakinya rame oke lah untuk kepentingan umum juga. Lah ini pejalan kakinya sedikit…meski trotoar dibikin separuh pun masih terhitung lowong untuk pejalan kaki.

2. Sepanjang duren sawit ada jalur khusus sepeda dan pejalan kaki. Jalur ini pun sepertinya cukup dilalui mobil. Dihari kerja, warga yang memanfaatkan untuk olah raga atau bersepeda cukup sedikit. Alhasil beberapa ruas diserobot oleh pemotor setelah menggeser beton pembatas.

3. Jalur busway dibeberapa ruas dirasakan mubazir karena penumpang dirute ini terhitung minim. Sering  SF melihat penampakan bus trans sepi penumpang. Penumpangpun terlihat sepi dibeberapa spot halte antara jl. Ry bekasi timur hingga kantor walikota jakarta timur. Jalur khusus trans Jakarta ini pun memakan 1/3 ruas jalan yang jelas efeknya bikin jalan raya makin padat merayap.

4. Angkot ngetem sembarangan, lampu merah dan persimpangan yang harusnya, silarang berhenti malah jadi favorit tempat ngetem. Bahkan angkot/metromini sering menurunkan /menaikkan penumpang ditengah jalan

5. Tol seharusnya jalan bebas hambatan… di jakarta ini luar biasa… tol bisa macet parahhh! Sekedar sharing 2 rekan kerja SF (rumah di cikarang dan karawang) potongan gaji karena telat bisa mencapai sejuta lebih. Rutenya meski mayoritas lewat tol kalau sudah macet, bisa lebih parah dibanding jalur biasa. Lihat google map jam 4 pagi saja dah macet… !
Salut bagi anda yang sehari-hari naik kendaraan bermotor. Ibarat kata, umur habis dijalan…!

Pilihannya ya kudu sabar…. yang ga lolos ujian sabar buanyak banget… termasuk SF sering banget gagal menahan kesabaran. Tapi jangan sampai lah melupakan sisi kemanusiaan. Ada ibu gandeng anak anak nyeberang masih diserobot, ada yang kena musibah dijalan bukannya dibantuin malah diklaksonin suruh minggir, rame rame melanggar dianggap paling bener, dll

Waktu makan siang dikejutkan oleh sumpah serapah rekan satu ruangan… tumben baru mau makan dah marah-marah rekan ini.

Tanpa babibu rekan SF ini langsung menunjuk nasi padang yang hampir saja masuk mulutnya… “sial hampir saja kumakan!!!” Itu ucapan rekan SF sebelum pergi entah kemana.

Jelas saja teman satu ruangan pada kebingungan dan langsung melihat apa yang ditunjuk rekan SF…. ternyata…

Kecoak utuh dalam nasi padang….! Kecoak ini posisinya sudah dalam sendok yang siap masuk mulut….

Pantesan saja naik pitam…. 

Rekan lain yang dah terlanjur pesen nasi padang tersebut , tanpa dikomando, langsung pesen menu lain, dan menggeletakkan nasi padag yang belum sempat mereka buka… 

Masuk blacklist dah warung tersebut….!

Masih berkaitan dengan artikel beberapa hari lalu (baca disini ), kali ini SF share pengalaman bongkar laptop ASUS X550D A10 untuk upgrade RAM. 

Semula RAMnya 4GB, SF upgrade jadi 8GB. Langkah pertama adalah cek RAM bawaan Laptop. Hasil googling menunjukkan asus seri X550D jenis RAMnya adalah DDR3L SoDim PC12800 1600MHZ 4GB , jadi kalau mau nambah/upgrade diusahakan RAM tambahannya speknya sama persis. Sukur sukur merknya sama.

Karena itu SF segera hunting di toko online. Sayangnya sellernya salah kirim harusnya DDR3L (Low voltage 1,35v), tapi terkirim DDR3 biasa (1,5v). Sellernya meyakinkan jika RAM yang dikirim tersebut tetap bisa dipasang.


Setelah barang datang, langsung saja SF pasang dirumah…. buka youtube dengan kata kunci cara upgrade ram x550 , ketemu 1 link video paling atas dengan bahasa Indonesia,  ini dia

Untuk lebih jelasnya SF jabarkan saja langkahnya….  karena ada bagian yang kurang jelas di video.

1. Buka baut dibawah laptop.
2. Buka casing bagian atas / keyboard, cungkil dengan benda lunak , SF  pake bekas SIM Card. Jangan langsung lepas keyboardnya karena masih terkoneksi dengan 3 flexy cable (kabel keyboard, touchpad dan led).

3. Cabut 3 flexy cable sebelum melepas keyboard.(2kecil,1besar) Nah disini adalah bagian tersulit karena di video tutorial ga dijelaskan secara gamblang cara cabutnya. Karena ini pula SF bikin artikel ini.  Awalnya SF coba cabut sepasang kabel kecil tapi alot banget, resiko kalau paksa …SF coba goyang-goyang dudukan kabel flexy, dan klik… ternyata colokan/dudukan kabel fleksi ada penguncinya , harus dicungkil dulu keatas agar ga mengunci kabel . Untuk kabel besar , penguncinya berupa sepasang switch kecil yang kudu digeser kearah batre/layar dua duanya. 


4. Setelah kabel terlepas baru dah keyboard bisa dibanting… eh dilepas :p

5. Copot kabel batre… pas ditengah Mother Board bagian atas

6. Copot CD room (cuma lepas 1 baut doang) geser kearah luar kompartemen CDnya

6. Copot hardisk, caranya lepas 2 baut pemegangnya lalu geer ke arah luar dan angkat keatas. Sekalian copot juga kabel flexy penghubung USB sebelah kanan.

7. Lepas baut baut pengunci mother board, lalu angkat perlahan motherboarnya. Disini SF ga mengikuti tutorial video untuk lepas flexy monitor dan speaker. Karena ga mengganggu proses pasang RAM.

8. Balik motherboard dan pasang RAM pada slotnya. Tekan RAM masuk sampai konektor kuningnya full masuk. Dan tekan RAM hingga terkunci (bunyi klik)

9. Rakit kembali dah Laptopnya. Awas jangan ada kabel yang belum tersambung…

Done….

Setelah RAM 8GB terpasang sempurna…. peningkatan performa langsung terasa… DDR3L bawaan laptop di combo dengan DDR3 ternyata tidak timbul masalah.

Game Fishing Planet sudah ga ngelag lagi….  🙂

Entah alasan apa yang buat Asus bikin bodi seri X550 dengan sistem unibody. Sangat menyusahkan Konsumen untuk upgrade ram/hardisk maupun ganti batre 

SF memang awam soal dunia laptop namun semua informasi saat ini sangat mudah didapat secara online.

Ini untungnya Bukalapak, Tokopedia,Lazada dan sejenisnya… barang apapun gampang carinya dan murah . Coba saja vendor berani jual mahal di toko online, ya bakal diabaikan konsumen 🙂 . Saking kumplitnya toko online Cari baut pritilan saja ada loh di toko online :mrgreen:

Awalnya SF berniat ke Mall khusus IT untuk Upgrade Laptop yang makin lemot buat main Fishing Planet. SF jiper pasang sendiri karena ga ada pengalaman bongkar  laptop unibodi seperti milik SF.  Bayangin saja… kudu bongkar motherboard untuk pasang RAM. 


Tapi dipikir-pikir , nunggu waktu lowong pas weekend kok kelamaen . Yo wis googling servis laptop deket kediaman SF sajah… 

Ketemulah salah satu tempat servis, chat lewat WA dengan ownernya dan akhirnya dikasih harga 500rb untuk nambah RAM 4GB… hampir saja SF deal, karena SF sudah cek toko online sebelumnya. RAM 4 GB harganya 365rb ditoko online, jadi panteslah harga 500 rb kalau termasuk ongkos pasang… 


Untung SF konfirmasi ulang. Ternyata harga 500 rb tersebut ga termasuk ongkos pasang! Ongkosnya sendiri 150 RB! Jadi total 650rb…. lah kok Larang :p

Yo wis cancel jadinya. SF lalu cari info di Youtube…. ternyata buanyak tutorial bongkar Laptop setipe milik SF (salah satunya disini ). Berbekal Nekat, SF beli RAM di Toko Online seharga 365rb, dan pasang sendiri dirumah sambil ngadep Youtube… sekitar 15 menit proses kelar….


 dana cuma abis 365 plus ongkir 9rb… bayangin kalau pasang di tukang Servis…. 650rb!!! Untuk pengerjaan cuma 15menit… 15 menit itu dikerjakan oleh newbie yang ga pernah bongkar laptop loh….

jaman sekarang kalau jual barang/jasa kemahalen ya bakal ditinggal konsumennya… konsumen dah kritis … sebelum beli barang dah cek harga ditoko online.

Seringkali beli barang secara Online plus Ongkir ekspress (barang dateng saat itu juga pake ojek online) harganya bisa lebih murah dibanding beli ditoko langsung. 

Sebelumnya SF nganter rekan hunting Hape Asus Max di salah satu pusat lerbelanjaan… harga di beberapa toko HP ternama rata rata LEBIH MAHAL 150 hingga 250rb dibanding toko online (barang sama2 garansi resmi) !!! Jelasnya rekan SF langsung beli dari toko online… kirim via ojek online langsung nyampai, harga lebih murah dan bisa dicicil 12 bulan bunga 0% pake kartu kredit…. kwkqkwkwkqq…