Atap mobil adalah bidang cukup luas. Banyak yang bisa dieksploitasi di area ini… SF beri contoh beberapa variasi yang bisa ditemplokin di atap mobil

1. Antena

Antena standar sering mengganggu pemilik mobil yang sering memakaikan selimut mobil untuk kendaraannya… banyak yang mengganti antena ori model stik menjadi model sirip hiu, agar tidak mudah patah atau merobek selimut mobil… bukan hanya bermanfaat menangkap sinyal radio, antena ini juga mempermanis tampilan.

2. Roof rail

Variasi yang membujur dari depan ke belakang. Kebanyakan roofrail variasi ditempel ke atap mobil menggunakan double tape. Untuk gaya sih oke, tapi tidak direkomendasikan untuk membawa barang bawaan . SF pernah menyaksikan sendiri roofrail lepas saat digunakan membawa beban berat. (Klik disini ). Beda dengan roofrail bawaan asli mobil. Biasanya sudah dibaut ke atap mobil. Jadi kalau ingin kuat, kudu rela bolongin atap mobil saat pasang roofrail

Roofrail bawaan taruna, crossbar,roofrack

3. Crossbar

Berupa sepasang besi melintang diatap mobil. Gunanya sebagai alas/tatakan roofbox/roofrack atau lampu offroad…atau hanya sebagai pemanis. Dudukannya bisa di roofrail bawaan mobil, atau di jepit diatas pintu.

4. Roofbox

Box dari plastik/fiber untuk menyimpan barang diatap mobil. Biasa dipasang diatas crossbar. Barang lebih aman ditaruh diatap mobil karena melindungi dari hujan dan maling karena box tertutup.

5. Roofrack

Rak yang dipasang diatas mobil berguna menampung barang-barang. Biasanya dipadukan dengan terpal atau roof bag untuk melindungi barang dari hujan

6. Roofbag

Tas besar untuk menyimpan barang-barang diatas mobil. Biasa ditaruh diatas rak mobil/roofrack. Pemasangannya mudah karena tinggal “klik” kan tali2nya ke bodi roof rack. Kelebihan dibanding roof box yakni bentuk tas bisa menyesuaikan bentuk barang, dan tidak butuh ruang penyimpanan yang besar. Karena saat dilipat bentuknya sebesar tas sekolah.

7. Windshield

Beberapa pengguna crossbar mengeluhkan suara turbulansi angin pada kecepatan tinggi, windshield ini digunakan untuk aerodinamika dan menghilangkan suara angin.

8.Spoiler

Spoiler atau sayap belakang dalam dunia balap berfungsi menambah kestabilan dan daya cengkeram mobil saat kecepatan tinggi, kalau buat harian mah buat gaya gayaan kali yak…. 🙂 . SF juga pasang di ertiga (klik disini ) biar ga bosen liat pantat ertiga yang terlalu minimalis.
Selanjutnya SF bagi Tips menaruh barang diatap mobil untuk perjalanan jauh :

1. Ingin pasang box mobil? Tinggal beli cross bar dan boxnya. Di toko online ada merk lokat yang sepaket harganya kurang dari 3 jt

2. Barang yang dibawa dimensi besar namun ringan. Modalnya pake cross bar , roofrack, kalau ingin barang terlindung dari hujan tambahi terpal+tali atau roof bag. 

SF Sendiri cukup nyaman memakai crossbar, roofrack dan roofbag… sudah ada 6 kali mudik PP Bekasi-Surabaya dengan menaruh barang diatas mobil (3 kali dengan taruna, 3 kali dengan ertiga), tidak pernah mendapat masalah berarti. Paling paling barang ada yang sedikit basah saat hujan deras. Handling dan performa memang sedikit terganggu tapi hanya pada kecepatan tinggi. Enaknya kabin didalam mobil sangat lapang…. anak anak ga berebut jok untuk tidur nyaman… bahkan SF sering lipat jok tengah ertiga saat mudik, buat tempat tidur anak2. Mudik lebaran lebih dari 24 jam dah biasa dijalani… anak2 ga ada yang protes tuh…. 

Jadi sayang kan jika atap mobil seluas itu ga dimanfaatkan

Kejadian yang dialami Bundafaiz (klik) ternyata banyak dialami sahabat disekitar SF. Baik di grup WA SF maupun di medsos banyak sahabat mengaku punya pengalaman sama dengan Bundafaiz… bukan hanya taksi online, ojek online dan kurir pesan antar juga bermasalah.

1. Ada yang ga keluar histori pemesanan. Saat dicancel  driver online marah dan mengeluarkan kata-kata penghuni kebun binatang

2. Ada yang pesan makan melalui aplikasi online, yang dateng 4 orang . Jadi terpaksa bayarin keempatnya

3. Ada yang pesen 1 ojek yang dateng 2 orang, jadi dipakai 2-2 nya dengan cara saling beriringan 

4. Bahkan ada yang ga pesen, tapi dianggap cancel oleh driver.

Dan mungkin banyak lagi yang mengalami kejadian yang ga mengenakkan.

Jika tidak segera ditangani hal seperti ini akan mencoreng perusahaan penyedia aplikasi online.

Selagi memperbaiki aplikasi, penyedia layanan transportasi online juga kudu mendidik partner pengemudinya agar lebih santun dan tidak mudah tersulut emosi… masak aplikasi bermasalah, marahnya sama konsumen… Pengemudi memang dirugikan karena menghabiskan bensin untuk menjemput orderan, tapi ya jangan sampai keluar kata kata ga enak

kalau dapat konsumen kritis bisa kena jerat hukum loh pengemudi dan penyedia aplikasinya…. klo konsumen kebetulan keluarga orang penting….  apa ga berabe tuh pengemudi

GL max neotech adalah tunggangan SF saat SMA hingga awal bekerja. Sebenernya ketika itu SF berharap dibelikan GL Pro. Namun ortu punya pertimbangan berbeda. Gl max 125 cc pas buat anak SMA, power cukupan, mesin halus, irit, dan awet. Tak dinyana pas ada acara dikantor kmaren ketemu rekan kerja yang masih setia sama GL max lawasnya… jadi pengen jajal dah.

Bener memang… GL max punya beberapa keunggulan dibanding tiger tunggangan SF sekarang. Parts lebih awet, mesin halus (sampai dilampu merah kupikir mesinnya mati), shock depan pakai gas, dan irit… bonusnya enteng dan lincah dikemacetan… kelemahannya ga ada electric stater, power ya jauh dibawah tiger, dan model jadul. Beberapa penyakit GL max diturunkan ke tiger… seperti gir yang memakai kancingan… , kamrat yang kurang awet dibanding GL lawas, dan tangki gampang kemasukan air. GL max SF dulu sangat bisa diandalkan di segala kondisi… tak terhitung berapa kali ke rute cangar (boncengan) yang penuh tanjakan ekstrim, Jogja, dan kota kota di Jawa Timur. Kecepatan maksimal yang pernah diraih dalam kondisi standar 125 kpj cukup lumayan untuk itungan motor 125cc.

Sayang saat akhir hayat bersama SF tiger mengalami siksaan luar biasa… seher suzuki carry, karbu GL Pro oprekan, monoshock abal2, footstep racing, dll…  trenyuh dah pokoknya. Dijual juga jauh dibawah harga pasar saat itu. 

Kondisi GL max sebelum distandarkan dan dijual

Pagi pagi di tilpun bundafaiz yang menceritakan kisah sedihnya. Bundafaiz dimarahin sopir taksi online gara-gara cancel order.

Menurut nyonyah masalah itu disebabkan aplikasi bermasalah… sudah order 2 kali ga keluar historynya/reportnya. Saat nyonya mau berangkat nyari taksi, tiba2 driver taksi online yang diorder kedua nyampai… baru kemudian driver yang diorder pertama telpon nyonya… terpaksa dicancel nyonya dah…. ga salah sih sang driver marah… lah dah muter2 nyari alamat ngabisin bensin. Tapi mbokyo nanya dulu kenapa cancel, jangan keburu marah dulu…. aplikasi bermasalah marahnya ke customer.

Nyonya coba klarifikasi ke driver kedua, katanya aplikasinya sedang lambat… makanya ada delay direportnya

Ya sudah SF sarankan SMS saja ke driver yang merasa dirugikan minta nomer rekening, mau diganti ongkos bensinnya… 2 jam berlalu drivernya belum respon…

9 tahun SF pakai lampu H4 pada tiger (reflektor 7″ autopall punya jimmy). Baru kmaren bohlamnya putus. Ada keuntungan penggunaan reflektor dan lampu mobil untuk motor.

1. Jauh lebih terang. 

Mengingat lampu mobil berdaya 60/55watt, dibanding orinya 36,5/35watt. Karena itu, SF ganti lampu kota dan lampu rem pake led agar ga tekor

2. Jangkauan luas
Saat lampu ori hanya sanggup menyinari 1 jalur/1 ruas jalan, lampu mobil sanggup 1,5-2 jalur/ruas jalan. Jadinya saat turing melewati hutan/pegujungan yang minim penerangan sangat membantu. 

3. Fokus dan tidak menyilaukan

Cahaya padat bertumpu pada fokusnya… sangat minim kebocoran cahaya diluar fokus. Karena itu ga bikin pengendara lawan arah silau

Kalau honda tiger lawas, tinggal belikan reflektor dalam dengan punya jimmy ukuran 7″. Sedangkan ring luar pake punya ori tiger… trus jangan lupa pasabg relay biar maknyusss….Monggo dijajal … 

Baru tersadar lampu utama tiger modif  H4 60/55watt , yang menemani SF bertahun tahun akhirnya menyerah mati saat berangkat kerja. Masih sukur lampu jauh kasih idup jadi aman dari tilang polisi. 

Untung lampu motor laki non fairing cukup mudah diatur ketinggian pancaran lampunya. Bahkan SF ga perlu turun dari motor untuk mengatur lampu tiger ini… tinggal mbungkuk dikit pas di lampu merah dan batok lampu tinggal dipaksa nunduk saja pakai kedua tangan… kebetulan SF ada dibelakang mobil jadi bisa mengira-ngira ketinggian yang pas.
Aman dari tilang dan sinarnya ga mengganggu pengendara lain… coba bayangkan gimana rasanya kena sentrong lampu jauh 60Watt. 

Niatnya SF ganti pakai H4 milik vixion yang cuma 35watt… dah jarang turing jadi ga perlu terang buanget.

Sayangnya banyak rider yang cuek dan malas mengatur ketinggian pancaran lampunya… buktinya dijalan sering kali SF silau kena pancaran lampu motor dari arah berlawanan… atau jangan-jangan kasusnya sama kaya SF dimana lampu dekatnya mati jadi pakai lampu jauh….?

Awalnya beli spion ini, SF dah merasa cocok. Panjang spion yang ga melampaui ujung stang motor namun juga tak terlalu pendek, serta kaca cembungnya sangat dapat diandalkan di kemacetan.

Namun setelah beberapa kali pakai ternyata ada hal yang cukup mengecewakan… spionnya letoyyy…. beberapa ratus meter sebelum kantor, SF sengaja geber si tiger sampai RPM mentok digigi 1 dan 2 … kangen sama tarikannya… pas masuk gerbang kantor ngintip spion lah kok dah tertunduk lesu… 

Sepertinya ga cocok nih spion buat biker yang suka kesusu… nunduk sendiri pas kena getaran tinggi….

Menjadi blogger bikin anda jadi rujukan rekan yang ingin membeli suatu produk. Jawaban blogger tentu tak lepas dari subjektivitas , obyektivitas, pengalaman dan minat blogger itu sendiri… 

Seorang rekan dimintai tolong pamannya di Solo untuk mencarikan Vespa baru di Jakarta, karena itu doi meminta pendapat SF. Langsung saja SF jawab: “not recommended … anda bertanya pada orang yang salah… ” . Sebelum protes SF langsung jelaskan … kalau niatnya buat harian batalkan saja (apalagi rumah omnya di Solo jauh dari Beres piaggio), kalau omnya bukan maniak vespa dan ga pernah punya kenangan vespa, mending jangan. Kalau omnya bukan orang yang stylist dan ga care sama penampilan, lupakan saja. Karena motor ini untuk orang yang stylist ,eksekutif dan ingin tampil beda. 

Memang SF ga pernah punya pengalaman dan ga tertarik sama motor ini, lah SF bukan orang yg mentingin penampilan , naik ninja sajah helm half face dan sandalan. :mrgreen: . Namun rekan kantor lama SF pernah nyesel beli Vespa baru untuk motor harian. Ga sampai 20rb KM mesinnya bunyi kasar seperti mesin jahit(pernah SF rekam dan bahas di artikel lama ) kasus ini dah pernah SF temui dijalan beberapa kali,  mogok sehingga kudu dibawa kebengkel (saluran pengkabutan bermasalah) , boros BBM, handling berat, akselerasi kurang, dan repot kalau mau servis. Akhirnya kapok dan malah ganti vario. 


SF akhirnya menyarankan rekan ini untuk googling lebih lanjut di forum-forum, tentang bagaimana melemahan dan kelebihan, tips N trik perawatan dan modifikasi… karena percuma tanya sayahhh …. 😆

Nmax mempunyai handling yang sangat bagus… dalam kondisi standar dulu pernah manasin R15 ditikungan flyover pulo gebang. Pernah juga SF gasrukkan dek bawah keaspal saking terlalu asiknya rebahan. Ini ridernya PSK loh (Pria diatas Seratus Kilo ) :mrgreen:


Semenjak ganti shock empuk SF mikir-mikir lagi berbuat khilaf seperti itu.. terakhir SF jajal di tikungan panjang  flyover ngurah rai (kearah walikota jaktim) SF paksa Nmax nikung kecepatan 90kpj . Ternyata manuver Nmax menjadi liar… bodi belakang goyang inul mengayun mentul mentul karena jalan yang sedikit bumpy pas sambungan jembatan. Sempat SF rasakan juga ban belakang sedikit bergeser… segera SF counter dan mengurangi kecepatan sambil dag dig dug… dulu pake orinya ga kaya gini padahal…. kapok dahhh… he3…. jalan nyantai saja menikmati nyamannya shok belakang modifan per shogun yang empuk mentul-mentul. 

Ertiga Dreza merupakan tipe tertinggi ertiga terbaru. Selain fitur keselamatan dan Head Unit advance (android), dapat tambahan pemanis eksterior seperti spoiler belakang, bemper depan belakang, dan lis samping. 


Nah hasil baca-baca diforum ertiga, tambahan eksterior ini ternyata warnanya belang alias warnanya tidak sama persis dengan warna bodi ertiga. 


Tidak hanya ertiga putih, yang warna grey pun juga mengalami kasus yang sama.


 ada yang beranggapan, assesori / eksterior tersebut produk pihak ketiga yang pengecatannya tidak berbarengan dengan bodi mobil. Meski memakai cat dengan warna yang samapun, kalau ketebalannya, proses pencampuran,pengeringan hingga finishingnya berbeda  hasilnya juga akan berbeda. Beberapa orang mungkin ga ngeh atas perbedaan warna tersebut, seperti SF ini…. namun kalau ownernya perfeksionis tentunya sedikit mengganggu. Ada juga yang menuduh ulah sales (awas nuduh tanpa bukti dosa loh 🙂 ) . Atau mungkin karena penyimpanan lama sehingga terjadi perubahan warna ya , bahan dasar bodi (logam) dan eksterior bahan dasar plastik bikin beda proses perubahan warnanya.

Gimana nih sob…?

Apapun alasannya kalau dah siap dijual ke konsumen, berarti dah lolos QC. Nah kudu ditelusuri lagi nih sama suzuki