Video Tutorial modifikasi needle wheel untuk pompa air resun sp2500 agar dapat dipakai untuk protein skimmer

Akhirnya bisa diselesaikan juga proyek tutorial ini. Gara2 aplikasi filmoranya ngambek kudu register… 🤭

Protein skimmer (PS) adalah salah satu komponen filtrasi yang penting bagi aquarium air laut. Untuk hasil maksimal bisa memakai PS yang harganya jutaan. Dijamin hasilnya… tapi bukan SF klo ga menemukan alternatif lain. Ada skimmer harga terjangkau yang bisa dimodif agar hasilnya maksimal. Contohnya PS gantung jebo jb180 yang SF upgrade pompanya (bisa diintip artikelnya disini). Protein skimmer lokal juga ga kalah, SF upgrade pompanya. Keduanya memakai pompa Resun SP2500 alasannya irit daya namun kapasitas besar 1400L/H.

Sayangnya SP2500 ga diperuntukkan buat PS, kipasnya didesain hanya untuk mengalirkan air secara maksimal. Untuk itu perlu dimodif dengan menggunakan needle wheel. Dengan kipas berbentuk duri-duri maka akan semakin sempurna campuran udara dan air.

Berikut caranya :

Bahan yng dibutuhkan : 1. mesin resun sp2500 (bisa juga merk2 lain yg murah namun wattnya besar) 2. Bioball rambutan 3. Tang 4. Gunting kuku 5. Cutter 6.lem korea/alteco 7.tisue 8.solder

Pertama : potong 1 sisi rambut/duri bioball menggunakan cutter atau pisau yang dipanaskan, haluskan permukaan yang dipotong

Kedua : sesuaikan ketebalan bioball dengan kipas pompa air, rapikan menggunakan potongan kuku

Needle wheel DIY

Ketiga : patahkan kisi2 kipas bawaan pompa air. Ingat hanya kisi2 kipasnya saja. Lingkaran dalamnya masih kita pakai. Gunakan tang, potongan kuku dan cutter untuk merapikan lingkarannya. Dannn jadilah needle wheel yang diidamkan 😁

Keempat : buat lubang pada needle wheel dengan solder.

Kelima : pasang needle wheel pada rotor pompa air menggantikan kisi2 yang sebelumnya di hilangkan. Pastikan posisi needle wheel tidak miring. Gunakan lem korea untuk merekatkan needle wheel dengan rotor. Hati2 jangan sampai lem masuk ke lubang as rotor.

Kelima : ga kalah penting ini yang bikin needle wheel permanen nempel ke rotor. Gunakan gulungan tisue tipis untuk mengganjal antara needle wheel dan bodi rotor (bisa juga pakai benang jahit yang digulung antara needle wheel dan rotor). Lalu balur dengan lem korea. Tunggu sampai kering. Dijamin sudah setahun SF pakai cara ini dan needlewheel ga pernah lepas dari rotor.

Keenam : rakit kembali pompa air yang sudah menggunakan needle wheel

Selesai dahhh…

Rasanya lebih mudah jika langsung lihat videonya

Pasang box Mio Soul GT 2012, perlu diperkuat braketnya agar kokoh

Box menjadi kebutuhan penting buat motor yang kesehariannya untuk antar jemput anak sekolah dan belanja kepasar. Untuk itu Mio bekas yang baru SF pinang langsung pasang box belakang. Permasalahannya box yang tersedia dipasar pilihannya terbatas (maklum motor lawas). Pengalaman sebelumnya menggunakan suzuki spin, braket box yang menggunakan 2 baut ga bakal kuat menahan beban berat. Kalau dipaksakan box akan goyang bahkan beresiko braket patah.

Kembali kedatangan tamu ta diundang, kali ini coba diatasi sendiri

Maaf dah lama bingit SF tak menulis artikel. Bahkan sempat mau tutup saja blog ini karena ga menghasilkan, namun justru bikin tekor untuk bayar domainnya… 😁 berkat masukan rekan yang menyayangkan jika blog ini ditutup yo wis lah SF jajal nulis lagi saja.

Kali ini kejadian yang lumayan menegangkan terulang dirumah SF. Betapa kagetnya saat pagi- pagi buka pintu dapur, melihat kondisi dapur sudah berantakan. Baju berjatuhan dari jemuran, bumbu2, botol kecap, minyak goreng juga sudah jatuh dari raknya. Jelas bukan ulah tikus ini. SF takutkan kejadian beberapa tahun lalu terulang. Biawak besar masuk kedalam rumah dari atap yang jebol (baca disini)  . Saat itu SF minta bantuan satpam mengamankannya,karena ga tau apakah hewan ini nyerang manusia, apakah gigitannya beracun, dan ga tau juga cara tangkapnya . Maklum dari kecil ga pernah tau binatang ginian secara langsung

Biawak masuk rumah kejadian beberapa tahun lalu

Kekhawatiran terbesar SF adalah binatang ini memakan kucing2 SF. Ga kebayang dah kalau peliharaan yang sudah dianggap bagian dari keluarga sampai dimangsa hewan liar.

SF coba melongok di kolong meja dapur, bawah rak, dan pojok- pojok tersembunyi ,namun tak melihat apapun. Hari pertama nyerah. Aktivitas masakpun berhenti dihari itu karena nyonya takut ke dapur. Pintu dapur  terpaksa dalam kondisi selalu tertutup.

Besok siangnya baru terlihat seekor biawak berukuran lumayan berusaha menaiki tembok dapur. Berbekal nekat SF samperin biawak itu. Senjata SF saat itu hanya sebuah keset. Awal melihat SF, sibiawak terlihat panik. Jumpalitan kesana kemari berusaha naik tembok. Beberapa saat kemudian , si biawak terlihat tenang dengan kondisi membelakangi SF.

Saatnya beraksi…

Perlahan SF dekati biawak tersebut dengan posisi telapak tangan memegang keset. Area leher yang SF incar,dengan harapan mulutnya tak bisa berbalik menggigit SF . Secepat kilat SF cengkeram leher biawak tersebut dengn tangan kanan… dan serangan pertama langsung berhasil. Selanjutnya SF amankan bagian badannya dengan tangan kiri, baru SF angkat hewan tersebut dari pojokan.

Meski berontak sekuat tenaga tetap saja biawak tersebut ga bisa lepas dari dari cengkeraman SF. Saat masuk dalam rumah kucing SF lari menjauh. Takut juga mereka dengan hewan ini.

Awalnya bingung mau diapain, sempat mau dimasukkan kandang kucing trus dikasihkan orang. Tapi kasihan kalau sampai disate . Seperti kejadian biawak yang tertangkap sebelumnya. Ikut dosa juga SF klo sampai yang nyate itu seorang muslim juga. Karena setahu SF biawak haram dimakan.

Pengalaman pertama tangkap biawak

SF putuskan untuk melepas di depan rumah setelah mendengar penjelasan Asisten rumah tangga jika biawak ini makan tikus dikompleks perumahan ini. Beberapa kali asisten RT menemukan potongan tikus besar yang ga mungkin dimangsa kucing. Biawak ini juga ukurannya ga seberapa besar. Rasanya ga mungkin makan kucing.

Dah 3 kali kemasukan hewan liar. 2 kali biawak dan 1 kali ular. Gara2 ada sungai dibelakang rumah

Solusi aki Pahe dan mudah didapat bagi Nmax

Wabah corona seperti saat ini membuat perekonomian terpuruk. Banyak yang terkena imbasnya secara langsung. Bagaimana jika kendaraan yang menemani bekerja sehari-hari akinya soak. Untuk Nmax, SF ada solusinya.

Jika dirasakan pergantian aki didealer resmi yang bisa diatas 300 rban terasa saat berat, sedangkan ada kebutuhan yang lebih urgent. Aki Nmax bisa diganti dengan aki yang tersedia dipasaran dengan harga murah. Cari saja aki mio,supra, spin harga bisa terpaut seratus ribuan untuk merk yang sama. Sudah SF buktikan di Nmax dan tidak ada masalah selama beberapa kali dipakai.

Kiri aki Nmax, kanan aki spin/mio/supra ketebalan sama cuma beda ketinggian

Bukan sengaja… Critanya aki Nmax SF tekor setelah berumur 5 tahun. Nah kebetulan SF punya aki nganggur bekasnya suzuki spin. Saat itu terlanjur beli aki , tapi ternyata yang rusak kiproknya (aki masih sehat.).  Karena iseng dan kepepet motor mau dipake , SF pasang saja aki spin tersebut ke Nmax. Dimensi aki spin ternyata lebih kecil dibanding aki Nmax. Jelasnya aki tersebut langsung nyemplung ke rumah aki Nmax yang berada dibawah  jok tanpa kendala. Meski ternyata  kapasitas aki cuma 3,5A (aki Nmax klo ga salah 6A), ternyata dengan mudah mampu menyalakan Nmax dengan normal. Saat dipakai muter-muter kompleks beberapa kali buat belanja , juga tanpa kendala.

Sebenarnya cara ini ga direkomendasikan mengingat aki bawaan Nmax kapasitasnya lebih besar. Tapi kalau kepepet gimana lagi. Asal pengisian aki normal dan ga memakai assesori aneh aneh saya rasa bisa jadi solusi sementara. Kalau perekonomian sudah pulih monggo saja ganti punya Nmax.

Nmax SF saja jadi ga kepikiran ganti aki baru…. Asal ga ada masalah kelistrikan, aki Spin yang SF pakai sekarang ga bakal langsung mati total. Kalau ada gejala berat saat stater baru ganti aki. Tau ngga?? Honda Tiger punya SF juga pasang aki kecil.. dan fine-fine sajah… 🤣 *sesat*

Cuma jangan harap umur akinya awet seperti aslinya…. yah namanya kepepet.

Akhirnya KO juga aki Nmax setelah 5 tahun

Juli 2015 Nmax nangkring digarasi SF. Beberapa bulan selanjutnya NMax langsung pasang alarm BRT. Nmax adalah motor harian SF . Saat ini sudah menempuh 56 rb km.

Sebenarnya sudah sekitar sebulan lalu sebelum wabah corona , terlihat tanda-tanda aki melemah. Ada sedikit delay saat motor diyalakan melalui starter elektrik. Saat motor sebulan digarasi, 3 hari sekali mesti SF panasin mesinnya.

Hang On Vs In Sump Protein Skimmer? Ini pembuktiannya

Kurang fair sebenarnya membandingkan protein skimmer hang on versus internal (in Sump) karena 2 skimmer ini diciptakan untuk 2 kebutuhan yang berbeda. Hang on skimmer ditujukan untuk aquarium yang tidak menggunakan filter bawah (sump) , juga biasa disebut HOB (Hang On Back) skimmer. Sedangkan Protein skimmer internal khusus ditujukan buat yang menggunakan Sump filter. Skimmer ini penempatannya wajib tenggelam dalam air.

Kenapa kok ngeyel di adu di artikel ini? 🤪 lompat saja ke bagian akhir artikel klo ga sabar jawabannya. Jelasnya kedua skimmer yang Saya jajal ini Pake mesin yang Sama dan kondisi Airnya Sama…

Protein Skimmer lama model hangon merk Jebo 180II. Skimmer ini Saya pakai pada akuarium lama yang kapasitasnya cuma 70 liter. Saat upgrade akuarium ke 220 liter, saya pikir Jebo 180II masih ngatasi. Ternyata ora… ! 😁 Padahal Jebo 180 ini sudah dimodif mentok… mesin upgrade dari bawaannya 1100 Liter/Jam, menjadi resun SP2500 1400Liter/Jam, baling-baling sudah pakai Needle Wheel, pipa penghubung mesin dan tabung reaktor sudah dipersingkat, moncong pompa diganti model venturi tapi balik lagi ke bawaan jebo 180 (hasilnya cakepan venturi bawaan jebo).

Skimmer Baru jenis internal /in tank skimmer produk Joko Bolang merknya JB Marine. Bawaannya bermesin amara 1800 Liter/jam. Untuk komparasi agar fair, SF memasang mesin yang sama yang terpasang di Jebo 180.

Bagaimana hasilnya jika mesin yang sama digunakan di dua jenis protein skimmer yang berbeda? Dengan Kondisi/parameter air sama? Monggo simak

Ada pendapat, bagus jeleknya hasil filtrasi protein skimmer ada pada mesin pompanya… ga salah juga sih… tapi juga ga 100% bener. konstruksi skimmer juga jadi penentu.

Terdapat selang konektor yang panjang antara pompa ke tabung reaktor pada Hang on skimmer Jebo 180ii. Hasil kocokan air+udara pada pompa , dipaksa harus menempuh selang konektor sebelum masuk tabung reaktor. Nah disinilah penyebab utama Hang On skimmer mengalami penurunan performa. Yg pertama masalah hambatan. Kekuatan pompa tereduksi signifikan saat melewati pipa panjang ini. Yg kedua micro bubble hasil kocokan pompa dipaksa berdesakan dalam selang konektor. Akibatnya banyak micro bubble saling menyatu. Belum lagi dihadapkan dengan volume tabung reaktor yang terbatas. Skimmer hang on dibuat untuk di cantolkan pada kaca akuarium, bodi dan berat dibikin kompak dan ringan. Hal ini bikin hasil skimmer kurang maksimal.

Beda dengan skimmer in-sump. Pompa  menyatu pada tabung reaktor. Hasil kocokan air dan udara langsung direaksikan pada tabung skimmer yang lebih luas. Terlihat sangat jelas hasil kocokan skimmer ini menghasilkan micro bubble yang lebih banyak, lebih halus dan lebih padat… air terlihat seperti berkabut. Bahkan agak susah membedakan batas air dan buih, karena saking padatnya microbublenya.

Atas Hang on skimner, bawah in sump skimmer

Dah jelas to? Meski pakai mesin yang sama , Hang on skimmer ga bakal dapat menyamai performa in sump skimmer. Dilihat kasat mata dari micro bubble pada tabung reaktor saja sudah jelas. Dimodif bagaimanapun hang on skimmer tetap susah menyaingi performa in sump skimmer. Nih foto busa yang keluar ke penampungan. Coba lihat lebih padat mana?

Atas hasil skimmer Hang On, bawah hasil in sump

Padahal Foto diatas diambil saat in sump skimmer berjalan baru 6 jam sedangkan skimmer hang on sudah jalan 2 mingguan dari terakhir dibersihkan.

Kesimpulannya : silahkan menggunakan skimmer hang on jika memang ukuran akuarium kecilserta tidak memakai filter bawah (sump). Klo dana terbatas gimana? Kedua Skimmer diatas selisihnya cuma 200 rban loh… saran saya mending nabung dulu daripada nyesel!

Ini video hang on protein skimmer jebo 180II yang sudah dimodif : https://youtu.be/2exCMLK_RG4

Ini video in sump skimmer produk lokal https://youtu.be/ZSR5TvVEVF4

Review Protein Skimmer Lokal JB Marine. Kalau Ada yang Murah Hasil Bagus Kenapa Harus yang Mahal?

Goyah iman ini setelah dibeberapa diforum dipamerin Protein Skimmer internal yang performanya bisa menghasilkan skimmate yang pekat. Dibandingkan dengan punya saya lah kok beda… jebo 180 ga bisa sepekat itu. Ditambah lagi dalam sebulan ini banyak biota mati ,asumsi saya karena filteringnya kurang cakep. Fix dah kudu upgrade skimmer. Jebo 180 yang Saya pakai memang bekas aquarium lama yang cuma 60x35x35cm. Sepertinya kurang mumpungi buat aquarium 80x50x55 plus sump 60x35x35. Apalagi biota cukup padat.

Saat googling ga sengaja nyasar ke channel youtubenya joko bolang. Doi produsen protein skimmer dari bahan akrilic. Segera cari ditoko online lah kok murah… review konsumennya juga cakep. Tahannnn tahannnnn….. masih bertahan mau upgrade jebo 180i agar lebih maksimal.

Pertahanan itu jebol saat berdiskusi dengan ahli didunia perskimmeran… 🤪 . Sebagus apapun hangon skimmer ga bakal bisa menyaingi internal protein skimmer … !

Daripada kepikiran malah “udunen” , SF putuskan meminang Protein Skimmer yang dilabeli JB Marine .

Dari Lamongan ke Jakarta perlu 3 hari barang nyampai ke bekasi. Langsung pasang begitu barang datang…

Simak Videonya ya….

Skimmer internal (In tank)  dengan kapasitas Tank s/d 500liter,mesin Amara 1800, 30watt dengan kekuatan 1800L/jam (lumayan boros listrik nih) , sudah menganut needle wheel dan corong venturi.

Komparasi Protein Skimmer Aquarium Laut Jebo 180-II Standar VS Upgraded

Anda punya budget lebih dan space sump lega, skip saja artikel ini… saya sarankan pakai saja skimmer celup yang lebih mahal namun hasilnya lebih OK… 😁

Nah kalau aquarium panjang 80-100cman, budget terbatas, space sump terbatas, namun pengen hasil lumayan, artikel ini bisa jadi rujukan.

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang upgrade protein skimmer 180-II agar hasilnya lebih optimal. Baca di link ini .

2 item fisik yang SF ganti dan secara kasat mata langsung terlihat peningkatannya. 2 item tersebut yakni : mesi??

Pompa Bawaan Jebo 180-II: tipe AP1500, kapasitas 1100l/h, 23 watt. Upgrade menjadi resun Sp2500, 1400l/h, 18 watt.

Dan baling-baling standar diganti needle wheel (dari bioball yg dibelah)

Ga pake lama, lihat saja penampakan komparasi jebo 180-II standar dengan yang sudah diupgrade dibawah ini

Penampakan bubble di tabung reaktor

Terlihat sangat jelas hasil kocokan jebo standar (gambar kiri) yang “kaki tornadonya” cukup kurus, dengan yang sudah upgrade (gambar kanan) dimana area “kaki tornado”nya lebih luas. Micro bubble jebo yang sudah diupgrade juga terlihat lebih padat.

Penampakan selanjutnya bubble yang keluar ke collection cup

Penampakan bubble yang keluar ke penampungan

Terlihat jelaskan kalau jebo 180 yang telah diupgrade menghasilkan bubble yang lebih halus dan rapat. Semakin rapat bubble semakin luas penampang bubble yang mengikat kotoran di air.

Sekarang tinggal settingan wet atau dry, kalau mau dry turunin permukaan air didalam tabung reaktor, mau lebih wet kebalikannya.

Simak saja videonya

Yamaha HTR-2071 amplifier 5.1 ajib buat pecinta cinema. Settingan lengkap untuk segala kondisi

Yamaha diluar dunia roda 2, juga ga bisa dianggap ecek-ecek. Termasuk urusan Audio. Alasan ini yang bikin SF meminang HTR-2071 untuk disandingkan dengan speaker satelite bawaan logitech Z607 yang bermasalah unit pemrosesan audionya.

Speaker bawaan Logitech Z607 masih bisa diselamatkan

Harga Amplifier Plus speaker yamaha memang tergolong mahal. Ada hikmah dibalik rusaknya Z607 SF. Speakernya ternyata masih dapat disandingkan dengan amplifier yamaha. 5 speaker imut logitech plus 1 buah subwoofer aktif normal jalan tanpa ada masalah disandingkan dengan Yamaha HTR-2071

Coba kita intip apa saja sih fitur amplifier Yamaha HTR-2071

SF highlight saja ya….

– support dolby 5.1, front left/right, surround left/right, centre, 2 channel subwoofer (aktif/pasif)

– input digital (4hdmi,1opt,1coax) dan analog

– sudah HDMI Arc jadi sudah bisa sinkron dengan TV output yang juga sudah support HDMI arc. Apa sih HDMI arc itu? Penjelasan saya yang pemula soal audio : saat TV mati amplifier yamaha ikutan mati, tombol volume di TV juga tersinkron dengan volume di amplifier

– ada settingan output speaker yang dipakai. Masing-masing channel bisa dipilih memakai “large speaker” atau “small speaker” . Settingan “large” sepertinya arusnya lebih besar khusus untuk speaker box yang ada bassnya, sedangkan settingan “small” khusus untuk speaker satelite yang ukurannya kecil yang lebih mengkhususkan suara menengah dan tinggi. Hati-hati jangan salah setting kalau ga ingin speaker jebol. SF sempat setting large buat satelite bawaan logitech, untung volumenya kecil jadi ga bikin speaker jebol.

– Virtual front. Apalagi ini? Afdolnya penataan speaker surround 5.1 yang dianjurkan adalah speaker depan dan centre ditaruh depan sedangkan speaker surround penempatannya dibelakang. Nah dengan virtual surround ini , semua speaker cukup ditaruh depan. Softwate cantik yamaha akan memvirtualkan seolah sumber suara ada disekeliling penonton.

– equalizer berbagai mode music, scifi,adv,sport,hall,drama, bisa juga diset manual

– radio FM

– ada juga settingan untuk profesional, berapa jarak masing-masing speaker denagn penonton, bahkan gokilnya masing-masing speaker bisa difilter frekwensinya. Klo ini SF pass saja ga berani setting rubah frekwensi. Palingan komposisi volume masing-masing channel.

Review Suaranya gimana? Jauhhhh dibanding kondisi standar Z607. Berkat input digital ampli yamaha dan settingan yang sangat lengkap, benar-benar meningkatkan performa speaker bawaan logitech. Awalnya SF sanksi speaker logitech ini abal-abal, eh ternyata mumpungi juga. Distorsi jadi hilang (karena z607 masih analog), suara vokal yang dihasilkan speaker centre lebih jelas, mid maupun high tone lebih crispy tapi ga bikin telinga sakit. Nahhh kekurangannya ada pada suara bassnya… bukan salah yamaha. Ini karena SF memakai subwoofer aktif Logitech Z607 sebagai sumber bassnya. Sekitar seminggu SF pakai settingan ini , agak repot karena subwoofer ga ikut mati saat  ampi yamaha mati. Lebih repot lagi kalau pas lampu mati, settingan subwoofer kereset. Jadi kudu atur ulang volume subwoofernya agar balance. Overall bassnya juga terlalu straight… kurang memenuhi ruangan. Teringat SF punya speaker set kenwood lawas umurnya lebih dari 25 tahun 😄 . Iseng SF pasang dichannel subwoofer pasifnya yamaha , 2 speaker SF jadikan satu dan colok ke output pasif woofer. Voilahhh… ajib suaranya. Dalem dan merata.

Seharusnya paling pas speaker kenwood ini terpasang di channel depan kanan kiri dan set ampli ke settingan “large” , karena Begitu SF pasang hasilnya luar biasa. Tapi karena bodi speaker dah amburadul serta SF kudu gantung speaker ini jadi SF urungkan niat.

Overall tak salah pilih SF memakai yamaha HTR-2071, tak perlu harga mahal untuk surround set (karena Pakai speaker set bekasnya logitech dan kenwood) , setting lengkap , dan suara yang dihasilkan lumayan banget dibanding bawaan Logitech Z607. Ada 2 kelemahan utama amplifier yamaha ini. Belum ada koneksi bluetooth dan yang terakhir tidak ada colokan mic… too bad ga bisa buat karaoke deh…

Memang settingan SF ini belum optimal. Minimal speaker Front Left/Rightnya ga memakai satelit. Cocoknya full speaker (set woofer low/Mid/high). Lalu Subwoofernya mending pakai 1 speaker bass diameter besar dibanding 2 yang kecil-kecil. Pasti lebih jedhuk Dharrr… 😄

Logitech surround 5.1 Z607 bermasalah. Tamat ga bisa dibenerin di servis umum, kudu ke Service Centre Resmi.

Sebelumnya cek review logitech z607 diartikel http://smartf41z.com/2019/12/27/speaker-dolby-surround-5-1-logitech-z607-harga-terjangkau-tapi-minim-koneksi/

Kok yo cari masalah saja nih speaker. speaker sempat mendengung beberapa hari setelah itu dengungan hilang begitu juga channel depan ikut hilang. Channel depan kanan kiri mati total, sedangkan yang lain berfungsi normal. Awalnya SF kira speaker atau kabel putus ternyata setelah dituker-tuker outputnya, speaker dan jalur kabel normal.

Sempat curiga inputan 5.1 bermasalah, ternyata tidak juga… pakai bluetooth dan radio FM speaker depan tetap modiar.

Sebenernya masih bisa dipakai sih… inputan stereo namun output disetting surround 5.1 . Lalu speaker belakang pindah depan… beres… tapi jadi ga support dolby surround lagi. 😭

Karena sudah ada himbauan social distancing, males bingit kudu ke service centre untuk menggaransikan produk ini. Jadinya meluncur ke tempat servis elektronik terdekat. Ndilalah setelah nginep beberapa hari dikabari IC jebol, dan tidak ada yang jual. Kudu langsung ke dealer resmi.

Speaker tak terselamatkan

Nah loh… kondisi ada himbauan stay at home malah speaker modiar. Jujur saja agak trauma beli produk ini. Selain servis resminya jauh, koneksinya belum support digital input. Ribet pakai remote tersendiri dan harus pakai konverter digital ke analog.

Pilihannya ada 3… 1. bawa ke servis resmi tapi garansi dah buyar karena sudah dibongkar, 2. beli baru, atau 3. beli amplifier sehingga speaker bawaan logitech masih bisa dipakai.

Pilihan 1 nya agak gamang karena kudu ke servis resmi yang jauh dari rumah, dan belum tentu juga bisa diservis. pilihan 2, SF trauma dengan produk ini sedangkan pilihan lain yang sudah bisa input digital harganya 2x lipat logitech Z607. Akhirnya SF memilih opsi terakhir. Beli Amplifier surround sehingga speaker bawaan logitech masih dapat dipakai.

Logitech subwoofer (kanan) hidup segan mati tak mau

Nahhh… review amplinya menyusul ya.. jelasnya ga salah pilih. Saat ini speaker satelit bawaan logitech ga dibuang kok. Masih prima disandingkan dengan amplifier baru.