Solusi aki Pahe dan mudah didapat bagi Nmax

Wabah corona seperti saat ini membuat perekonomian terpuruk. Banyak yang terkena imbasnya secara langsung. Bagaimana jika kendaraan yang menemani bekerja sehari-hari akinya soak. Untuk Nmax, SF ada solusinya.

Jika dirasakan pergantian aki didealer resmi yang bisa diatas 300 rban terasa saat berat, sedangkan ada kebutuhan yang lebih urgent. Aki Nmax bisa diganti dengan aki yang tersedia dipasaran dengan harga murah. Cari saja aki mio,supra, spin harga bisa terpaut seratus ribuan untuk merk yang sama. Sudah SF buktikan di Nmax dan tidak ada masalah selama beberapa kali dipakai.

Kiri aki Nmax, kanan aki spin/mio/supra ketebalan sama cuma beda ketinggian

Bukan sengaja… Critanya aki Nmax SF tekor setelah berumur 5 tahun. Nah kebetulan SF punya aki nganggur bekasnya suzuki spin. Saat itu terlanjur beli aki , tapi ternyata yang rusak kiproknya (aki masih sehat.).  Karena iseng dan kepepet motor mau dipake , SF pasang saja aki spin tersebut ke Nmax. Dimensi aki spin ternyata lebih kecil dibanding aki Nmax. Jelasnya aki tersebut langsung nyemplung ke rumah aki Nmax yang berada dibawah  jok tanpa kendala. Meski ternyata  kapasitas aki cuma 3,5A (aki Nmax klo ga salah 6A), ternyata dengan mudah mampu menyalakan Nmax dengan normal. Saat dipakai muter-muter kompleks beberapa kali buat belanja , juga tanpa kendala.

Sebenarnya cara ini ga direkomendasikan mengingat aki bawaan Nmax kapasitasnya lebih besar. Tapi kalau kepepet gimana lagi. Asal pengisian aki normal dan ga memakai assesori aneh aneh saya rasa bisa jadi solusi sementara. Kalau perekonomian sudah pulih monggo saja ganti punya Nmax.

Nmax SF saja jadi ga kepikiran ganti aki baru…. Asal ga ada masalah kelistrikan, aki Spin yang SF pakai sekarang ga bakal langsung mati total. Kalau ada gejala berat saat stater baru ganti aki. Tau ngga?? Honda Tiger punya SF juga pasang aki kecil.. dan fine-fine sajah… 🤣 *sesat*

Cuma jangan harap umur akinya awet seperti aslinya…. yah namanya kepepet.

Akhirnya KO juga aki Nmax setelah 5 tahun

Juli 2015 Nmax nangkring digarasi SF. Beberapa bulan selanjutnya NMax langsung pasang alarm BRT. Nmax adalah motor harian SF . Saat ini sudah menempuh 56 rb km.

Sebenarnya sudah sekitar sebulan lalu sebelum wabah corona , terlihat tanda-tanda aki melemah. Ada sedikit delay saat motor diyalakan melalui starter elektrik. Saat motor sebulan digarasi, 3 hari sekali mesti SF panasin mesinnya.

Hang On Vs In Sump Protein Skimmer? Ini pembuktiannya

Kurang fair sebenarnya membandingkan protein skimmer hang on versus internal (in Sump) karena 2 skimmer ini diciptakan untuk 2 kebutuhan yang berbeda. Hang on skimmer ditujukan untuk aquarium yang tidak menggunakan filter bawah (sump) , juga biasa disebut HOB (Hang On Back) skimmer. Sedangkan Protein skimmer internal khusus ditujukan buat yang menggunakan Sump filter. Skimmer ini penempatannya wajib tenggelam dalam air.

Kenapa kok ngeyel di adu di artikel ini? 🤪 lompat saja ke bagian akhir artikel klo ga sabar jawabannya. Jelasnya kedua skimmer yang Saya jajal ini Pake mesin yang Sama dan kondisi Airnya Sama…

Protein Skimmer lama model hangon merk Jebo 180II. Skimmer ini Saya pakai pada akuarium lama yang kapasitasnya cuma 70 liter. Saat upgrade akuarium ke 220 liter, saya pikir Jebo 180II masih ngatasi. Ternyata ora… ! 😁 Padahal Jebo 180 ini sudah dimodif mentok… mesin upgrade dari bawaannya 1100 Liter/Jam, menjadi resun SP2500 1400Liter/Jam, baling-baling sudah pakai Needle Wheel, pipa penghubung mesin dan tabung reaktor sudah dipersingkat, moncong pompa diganti model venturi tapi balik lagi ke bawaan jebo 180 (hasilnya cakepan venturi bawaan jebo).

Skimmer Baru jenis internal /in tank skimmer produk Joko Bolang merknya JB Marine. Bawaannya bermesin amara 1800 Liter/jam. Untuk komparasi agar fair, SF memasang mesin yang sama yang terpasang di Jebo 180.

Bagaimana hasilnya jika mesin yang sama digunakan di dua jenis protein skimmer yang berbeda? Dengan Kondisi/parameter air sama? Monggo simak

Ada pendapat, bagus jeleknya hasil filtrasi protein skimmer ada pada mesin pompanya… ga salah juga sih… tapi juga ga 100% bener. konstruksi skimmer juga jadi penentu.

Terdapat selang konektor yang panjang antara pompa ke tabung reaktor pada Hang on skimmer Jebo 180ii. Hasil kocokan air+udara pada pompa , dipaksa harus menempuh selang konektor sebelum masuk tabung reaktor. Nah disinilah penyebab utama Hang On skimmer mengalami penurunan performa. Yg pertama masalah hambatan. Kekuatan pompa tereduksi signifikan saat melewati pipa panjang ini. Yg kedua micro bubble hasil kocokan pompa dipaksa berdesakan dalam selang konektor. Akibatnya banyak micro bubble saling menyatu. Belum lagi dihadapkan dengan volume tabung reaktor yang terbatas. Skimmer hang on dibuat untuk di cantolkan pada kaca akuarium, bodi dan berat dibikin kompak dan ringan. Hal ini bikin hasil skimmer kurang maksimal.

Beda dengan skimmer in-sump. Pompa  menyatu pada tabung reaktor. Hasil kocokan air dan udara langsung direaksikan pada tabung skimmer yang lebih luas. Terlihat sangat jelas hasil kocokan skimmer ini menghasilkan micro bubble yang lebih banyak, lebih halus dan lebih padat… air terlihat seperti berkabut. Bahkan agak susah membedakan batas air dan buih, karena saking padatnya microbublenya.

Atas Hang on skimner, bawah in sump skimmer

Dah jelas to? Meski pakai mesin yang sama , Hang on skimmer ga bakal dapat menyamai performa in sump skimmer. Dilihat kasat mata dari micro bubble pada tabung reaktor saja sudah jelas. Dimodif bagaimanapun hang on skimmer tetap susah menyaingi performa in sump skimmer. Nih foto busa yang keluar ke penampungan. Coba lihat lebih padat mana?

Atas hasil skimmer Hang On, bawah hasil in sump

Padahal Foto diatas diambil saat in sump skimmer berjalan baru 6 jam sedangkan skimmer hang on sudah jalan 2 mingguan dari terakhir dibersihkan.

Kesimpulannya : silahkan menggunakan skimmer hang on jika memang ukuran akuarium kecilserta tidak memakai filter bawah (sump). Klo dana terbatas gimana? Kedua Skimmer diatas selisihnya cuma 200 rban loh… saran saya mending nabung dulu daripada nyesel!

Ini video hang on protein skimmer jebo 180II yang sudah dimodif : https://youtu.be/2exCMLK_RG4

Ini video in sump skimmer produk lokal https://youtu.be/ZSR5TvVEVF4

Review Protein Skimmer Lokal JB Marine. Kalau Ada yang Murah Hasil Bagus Kenapa Harus yang Mahal?

Goyah iman ini setelah dibeberapa diforum dipamerin Protein Skimmer internal yang performanya bisa menghasilkan skimmate yang pekat. Dibandingkan dengan punya saya lah kok beda… jebo 180 ga bisa sepekat itu. Ditambah lagi dalam sebulan ini banyak biota mati ,asumsi saya karena filteringnya kurang cakep. Fix dah kudu upgrade skimmer. Jebo 180 yang Saya pakai memang bekas aquarium lama yang cuma 60x35x35cm. Sepertinya kurang mumpungi buat aquarium 80x50x55 plus sump 60x35x35. Apalagi biota cukup padat.

Saat googling ga sengaja nyasar ke channel youtubenya joko bolang. Doi produsen protein skimmer dari bahan akrilic. Segera cari ditoko online lah kok murah… review konsumennya juga cakep. Tahannnn tahannnnn….. masih bertahan mau upgrade jebo 180i agar lebih maksimal.

Pertahanan itu jebol saat berdiskusi dengan ahli didunia perskimmeran… 🤪 . Sebagus apapun hangon skimmer ga bakal bisa menyaingi internal protein skimmer … !

Daripada kepikiran malah “udunen” , SF putuskan meminang Protein Skimmer yang dilabeli JB Marine .

Dari Lamongan ke Jakarta perlu 3 hari barang nyampai ke bekasi. Langsung pasang begitu barang datang…

Simak Videonya ya….

Skimmer internal (In tank)  dengan kapasitas Tank s/d 500liter,mesin Amara 1800, 30watt dengan kekuatan 1800L/jam (lumayan boros listrik nih) , sudah menganut needle wheel dan corong venturi.

Komparasi Protein Skimmer Aquarium Laut Jebo 180-II Standar VS Upgraded

Anda punya budget lebih dan space sump lega, skip saja artikel ini… saya sarankan pakai saja skimmer celup yang lebih mahal namun hasilnya lebih OK… 😁

Nah kalau aquarium panjang 80-100cman, budget terbatas, space sump terbatas, namun pengen hasil lumayan, artikel ini bisa jadi rujukan.

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang upgrade protein skimmer 180-II agar hasilnya lebih optimal. Baca di link ini .

2 item fisik yang SF ganti dan secara kasat mata langsung terlihat peningkatannya. 2 item tersebut yakni : mesi??

Pompa Bawaan Jebo 180-II: tipe AP1500, kapasitas 1100l/h, 23 watt. Upgrade menjadi resun Sp2500, 1400l/h, 18 watt.

Dan baling-baling standar diganti needle wheel (dari bioball yg dibelah)

Ga pake lama, lihat saja penampakan komparasi jebo 180-II standar dengan yang sudah diupgrade dibawah ini

Penampakan bubble di tabung reaktor

Terlihat sangat jelas hasil kocokan jebo standar (gambar kiri) yang “kaki tornadonya” cukup kurus, dengan yang sudah upgrade (gambar kanan) dimana area “kaki tornado”nya lebih luas. Micro bubble jebo yang sudah diupgrade juga terlihat lebih padat.

Penampakan selanjutnya bubble yang keluar ke collection cup

Penampakan bubble yang keluar ke penampungan

Terlihat jelaskan kalau jebo 180 yang telah diupgrade menghasilkan bubble yang lebih halus dan rapat. Semakin rapat bubble semakin luas penampang bubble yang mengikat kotoran di air.

Sekarang tinggal settingan wet atau dry, kalau mau dry turunin permukaan air didalam tabung reaktor, mau lebih wet kebalikannya.

Simak saja videonya

Yamaha HTR-2071 amplifier 5.1 ajib buat pecinta cinema. Settingan lengkap untuk segala kondisi

Yamaha diluar dunia roda 2, juga ga bisa dianggap ecek-ecek. Termasuk urusan Audio. Alasan ini yang bikin SF meminang HTR-2071 untuk disandingkan dengan speaker satelite bawaan logitech Z607 yang bermasalah unit pemrosesan audionya.

Speaker bawaan Logitech Z607 masih bisa diselamatkan

Harga Amplifier Plus speaker yamaha memang tergolong mahal. Ada hikmah dibalik rusaknya Z607 SF. Speakernya ternyata masih dapat disandingkan dengan amplifier yamaha. 5 speaker imut logitech plus 1 buah subwoofer aktif normal jalan tanpa ada masalah disandingkan dengan Yamaha HTR-2071

Coba kita intip apa saja sih fitur amplifier Yamaha HTR-2071

SF highlight saja ya….

– support dolby 5.1, front left/right, surround left/right, centre, 2 channel subwoofer (aktif/pasif)

– input digital (4hdmi,1opt,1coax) dan analog

– sudah HDMI Arc jadi sudah bisa sinkron dengan TV output yang juga sudah support HDMI arc. Apa sih HDMI arc itu? Penjelasan saya yang pemula soal audio : saat TV mati amplifier yamaha ikutan mati, tombol volume di TV juga tersinkron dengan volume di amplifier

– ada settingan output speaker yang dipakai. Masing-masing channel bisa dipilih memakai “large speaker” atau “small speaker” . Settingan “large” sepertinya arusnya lebih besar khusus untuk speaker box yang ada bassnya, sedangkan settingan “small” khusus untuk speaker satelite yang ukurannya kecil yang lebih mengkhususkan suara menengah dan tinggi. Hati-hati jangan salah setting kalau ga ingin speaker jebol. SF sempat setting large buat satelite bawaan logitech, untung volumenya kecil jadi ga bikin speaker jebol.

– Virtual front. Apalagi ini? Afdolnya penataan speaker surround 5.1 yang dianjurkan adalah speaker depan dan centre ditaruh depan sedangkan speaker surround penempatannya dibelakang. Nah dengan virtual surround ini , semua speaker cukup ditaruh depan. Softwate cantik yamaha akan memvirtualkan seolah sumber suara ada disekeliling penonton.

– equalizer berbagai mode music, scifi,adv,sport,hall,drama, bisa juga diset manual

– radio FM

– ada juga settingan untuk profesional, berapa jarak masing-masing speaker denagn penonton, bahkan gokilnya masing-masing speaker bisa difilter frekwensinya. Klo ini SF pass saja ga berani setting rubah frekwensi. Palingan komposisi volume masing-masing channel.

Review Suaranya gimana? Jauhhhh dibanding kondisi standar Z607. Berkat input digital ampli yamaha dan settingan yang sangat lengkap, benar-benar meningkatkan performa speaker bawaan logitech. Awalnya SF sanksi speaker logitech ini abal-abal, eh ternyata mumpungi juga. Distorsi jadi hilang (karena z607 masih analog), suara vokal yang dihasilkan speaker centre lebih jelas, mid maupun high tone lebih crispy tapi ga bikin telinga sakit. Nahhh kekurangannya ada pada suara bassnya… bukan salah yamaha. Ini karena SF memakai subwoofer aktif Logitech Z607 sebagai sumber bassnya. Sekitar seminggu SF pakai settingan ini , agak repot karena subwoofer ga ikut mati saat  ampi yamaha mati. Lebih repot lagi kalau pas lampu mati, settingan subwoofer kereset. Jadi kudu atur ulang volume subwoofernya agar balance. Overall bassnya juga terlalu straight… kurang memenuhi ruangan. Teringat SF punya speaker set kenwood lawas umurnya lebih dari 25 tahun 😄 . Iseng SF pasang dichannel subwoofer pasifnya yamaha , 2 speaker SF jadikan satu dan colok ke output pasif woofer. Voilahhh… ajib suaranya. Dalem dan merata.

Seharusnya paling pas speaker kenwood ini terpasang di channel depan kanan kiri dan set ampli ke settingan “large” , karena Begitu SF pasang hasilnya luar biasa. Tapi karena bodi speaker dah amburadul serta SF kudu gantung speaker ini jadi SF urungkan niat.

Overall tak salah pilih SF memakai yamaha HTR-2071, tak perlu harga mahal untuk surround set (karena Pakai speaker set bekasnya logitech dan kenwood) , setting lengkap , dan suara yang dihasilkan lumayan banget dibanding bawaan Logitech Z607. Ada 2 kelemahan utama amplifier yamaha ini. Belum ada koneksi bluetooth dan yang terakhir tidak ada colokan mic… too bad ga bisa buat karaoke deh…

Memang settingan SF ini belum optimal. Minimal speaker Front Left/Rightnya ga memakai satelit. Cocoknya full speaker (set woofer low/Mid/high). Lalu Subwoofernya mending pakai 1 speaker bass diameter besar dibanding 2 yang kecil-kecil. Pasti lebih jedhuk Dharrr… 😄

Logitech surround 5.1 Z607 bermasalah. Tamat ga bisa dibenerin di servis umum, kudu ke Service Centre Resmi.

Sebelumnya cek review logitech z607 diartikel http://smartf41z.com/2019/12/27/speaker-dolby-surround-5-1-logitech-z607-harga-terjangkau-tapi-minim-koneksi/

Kok yo cari masalah saja nih speaker. speaker sempat mendengung beberapa hari setelah itu dengungan hilang begitu juga channel depan ikut hilang. Channel depan kanan kiri mati total, sedangkan yang lain berfungsi normal. Awalnya SF kira speaker atau kabel putus ternyata setelah dituker-tuker outputnya, speaker dan jalur kabel normal.

Sempat curiga inputan 5.1 bermasalah, ternyata tidak juga… pakai bluetooth dan radio FM speaker depan tetap modiar.

Sebenernya masih bisa dipakai sih… inputan stereo namun output disetting surround 5.1 . Lalu speaker belakang pindah depan… beres… tapi jadi ga support dolby surround lagi. 😭

Karena sudah ada himbauan social distancing, males bingit kudu ke service centre untuk menggaransikan produk ini. Jadinya meluncur ke tempat servis elektronik terdekat. Ndilalah setelah nginep beberapa hari dikabari IC jebol, dan tidak ada yang jual. Kudu langsung ke dealer resmi.

Speaker tak terselamatkan

Nah loh… kondisi ada himbauan stay at home malah speaker modiar. Jujur saja agak trauma beli produk ini. Selain servis resminya jauh, koneksinya belum support digital input. Ribet pakai remote tersendiri dan harus pakai konverter digital ke analog.

Pilihannya ada 3… 1. bawa ke servis resmi tapi garansi dah buyar karena sudah dibongkar, 2. beli baru, atau 3. beli amplifier sehingga speaker bawaan logitech masih bisa dipakai.

Pilihan 1 nya agak gamang karena kudu ke servis resmi yang jauh dari rumah, dan belum tentu juga bisa diservis. pilihan 2, SF trauma dengan produk ini sedangkan pilihan lain yang sudah bisa input digital harganya 2x lipat logitech Z607. Akhirnya SF memilih opsi terakhir. Beli Amplifier surround sehingga speaker bawaan logitech masih dapat dipakai.

Logitech subwoofer (kanan) hidup segan mati tak mau

Nahhh… review amplinya menyusul ya.. jelasnya ga salah pilih. Saat ini speaker satelit bawaan logitech ga dibuang kok. Masih prima disandingkan dengan amplifier baru.

Penasaran Pelihara Ikan Dori Ukuran Mini

Letter six atau yang dikenal sebagai Dory dalam film “Finding Nemo” termasuk salah satu ikan hias air laut yang banyak diminati penghobi aquarium laut. Sifatnya yang pendamai, aktif berenang kesana kemari, suka bersihin aquarium dari lumut, dan warna solid biru dengan variasi hitam dan kuning menjadikan ikan ini primadona. Sayang harganya cukup mahal dipasaran

Untung saja ada yang jual murah tapi ukurannya T alias Tiny . Berbekal pengalaman sebelumnya bisa bikin akur ikan baru dengan ikan lama yang pembully, SF nekat jajal beli 1 ekor. Setelah ikan dateng kaget… laghhh gedhenya sekuku jempol… 🤪 karena ga tega kesepian di box karantina, beberapa hari kemudian SF nambah seekor lagi . Dapetnya ukuran S (Small) yang sedikit lebih besar (1,5 kali T )

Dory mini (pojok kanan)

Keputusan nambah 1 dory ukuran S , rupanya ga salah. Si S ini yang ngajarin si T untuk makan pelet dan nory. Alhamdulillah 2 ekor ikan ini rakus semua. Meski si S kadang jahil sama si T, suka ngusir-ngusirin klo pas makan.

Saat di box karantina tidak ada tanda-tanda si keranjang Bali yang paling preman melabrak box , ikan penghuni lama lainnya juga santai saja dengan hadirnya 2 ikan ini. Karena itu SF putuskan dalam 3 hari melepas ke dua ikan ini ke MT (Main Tank) .

Keputusan yang salah, keduanya langsung ditabrakin keranjang bali. seharian baik si S dan T ga nongol alias sembunyi di sela sela karang. Strategi dirubah karena sikecil dah terlanjur keluar box karantina. Si keranjang bali kudu di lock down karena penyakit premannya…. !!! Alhamdulillah si keranjang bali berhasil di jebak masuk perangkap alias box karantina.

Semenjak keranjang bali di penjara si T dan si S berani muncul sliweran. Untung mental duo mini ini kuat. Ga takut sama kan lainnya yang lebih besar. Bahkan sudah berani ikutan rebutan makan. Sempat galau akan kelangsungan si Bali. Mau dihibahkan ke orang lain atau dilepas balik ke MT. Keputusan akhirnya di keep saja lah. Karena ikan ini ikan pertama saya yang survive semenjak main coral. Dikarantina seminggu saja agar merasa jadi ikan baru.

Seminggu kemudian keranjang bali dilepas lagi ke MT. Langsung dia ngumpet dikarang. Saat dikasih makan baru deh keluar dari persembunyian. Si dory sempat takut dan menghindari si Bali namun ga sampai sembunyi dibalik karang. Rupanya karakter si Bali muncul lagi namun ga seheboh sebelum dikarantina. Cuma ngusir-ngusir Dory kecil, ga sampai matok-matokin. Seminggu kemudian kondisi jadi lebih baik. Ga ada takut-takutnya si duo Dory sama kranjang Bali. Diusir sih lari tapi langsung balik sliweran dibagian tengah aquarium , ngga sampai menyembunyikan diri. Bahkan berani berebut makanan dengan si Bali.

Dory mini berebut makanan dengan botana dewasa

Ikan Dory mini yang banyak dihindari penghobi ikan hias karena rentan mati ternyata sampai dengan 3 mingguan survive diaquarium SF. Saat ini sih kena WS (white spot), selama makannya masih rakus, kemungkinan selamatnya besar.

Sharing pengalaman bagaimana menambahkan ikan baru ke dalam aquarium laut , tips menghindari pembullian

Beberapa kali SF mengalami hal yang kurang mengenakkan saat menambah ikan baru. Ikan penghuni lama membully habis-habisan ikan baru. Bahkan sepertinya ingin membunuh. Salah satunya yang mendorong SF (admin) bikin artikel ini adalah saat Keranjang Bali menghajar habi-habisan Botana api yang baru masuk tank utama setelah dikarantina 1 hari, tak mustahil kalau ga segera diselamatkan bakal tewas si botana api. Lihat saja video detik-detik keranjang bali menyerang Botana api hingga penuh luka

Sirip atas dan ekor robek, salah satu sisi badannya juga luka. Untung si Botana Api bisa diselamatkan. Masuk lagi ke box karantina. Belajar dari pengalaman ini SF share tips bagaimana cara menambah ikan baru kedalam aquarium agar tidak dibully ikan penghuni lama.

Keranjang Bali Si Preman pelaku pembulian

Yang dibutuhkan adalah box karantina transparan (akrilik) dengan penutup, cari saja di toko online “box karantina”. Artikel kemaren juga sudah Saya share. Ukuran 25x10x10 cm rasanya cukup untuk ikan ukuran M, lebih besar lebih baik tapi jangan lebih kecil karena malah bikin ikan stress.

Saat ikan baru datang dengan media kantong plastik, langkah pertama adalah cemplungin kantongnya dalam aquarium (jangan dibuka kantongnya) , biarkan beberapa menit kantong mengambang dalam aquarium. Tujuannya adalah agar suhu air dalam kantong sama dengan aquarium  . Lalu cari cara bagaimana agar pertukaran air didalam bungkus ikan dengan air aquarium (MT alias Main Tank ) terjadi perlahan, ada yang pake metode dripping , ada yang dengan cara membuka bungkus plastik dalam MT dan membiarkan ikan keluar sendiri. Ini yang disebut proses aklimasi. Apa ini juga SF lakukan? Nooooo… saya bukan orang yang telaten. Setelah suhu air dalam kantong plastik sama dengan suhu MT , SF buka kantong bungkus ikan dan masukkan seluruhnya kedalam box aklimasi/box karantina yang sudah disiapkan didalam MT.

Kemudian menginjak proses terpenting… prosedur lock down alias karantina… kalau perlu 14 hari biar ikan dipastikan bebas corona 🤭. Jelas ga sabar kannn? Pasti lah…😅 Jangka waktu memang tak tentu. bisa sejam bisa seminggu. Lihat respon ikan lama terhadap kehadiran ikan baru. Untuk kasus keranjang bali VS botana api ini SF perlu waktu agak lama (seminggu lebih) karena awal-awal botana api masuk karantina, si keranjang bali terlihat nabrak-nabrak box karantina sembari melebarkan siripnya, terlihat jelas ga bisa menerima kehadiran botana api. Awalnya sih botana api ketakutan, sehari dua hari selow bae.

Kondisi botana api terkoyak siripnya. Dikarantina dulu agak lamaan biar mau makan dan mentalnya menguat

Jangan keburu beri makanan kepada ikan baru. Biarkan kelaparan dulu 2 harian dalam box karantina. Setelah itu masukkan pelet atau makanan rutin lainnya. Begitu mau makan, 1 masalah selesai. Tinggal tunggu ikan lama akur dengan ikan baru

Selanjutnya Lihat perkembangan respon penghuni lama. Kasus botana api ini, saya tunggu sampai si keranjang bali tidak lagi mengintimidasi / mengancam botana api dengan menabrak box karantina sembari melebarkan siripnya. Perlu agak lama sekitar 4-5 harian , sampai akhirnya keranjang bali terbiasa dengan kehadiran botana api. Sengaja SF beri makan rutin penghuni lama diarea box karantina. Biar penghuni lama dan baru terbiasa 1 area saat pemberian makan.

Setelah semingguan lebih, SF rasa mental botana api sudah kuat dan sudah waktunya keluar dari box karantina. Jangan dipaksa… buka saja penutup boxnya, ikan bakal keluar sendiri kalau sudah siap.

Sempat kuatir karena ternyata keranjang bali dah langsung melabrak botana api. Namun sangat berbeda dengan saat pertama kali. Dimana Keranjang bali benar-benar ingin menghabisi botana api. Kali ini cuma mengusir botana api. “Sono tempat Lu, ini spot Gw cari makan!!!” Kira2 begitulah. Botana api selalu berusaha menghindari berhadapan langsung dengan keranjang bali. Klo ga sengaja ketemu si Bali mengibas kibaskan ekornya, eh lah kok si botana api bales.

Beberapa hari kemudian cinta mulai bersemi… keranjang bali sudah menerima kehadiran botana api. Bahkan mereka makan bareng sepiring berdua… 🤭 maksudnya… makan Nory (rumput laut) dalam 1 penjepit. 😊

Botana api dan keranjang bali dah akur

Sebenarnya ada tips yang lebih mudah menghadapi pembullian ikan lama : jangan beli ikan sejenis (botana api dan keranjang bali sama2 jenis Tang), kalau terpaksa ikan baru kudu lebih gedhe dan kuat mentalnya.

Ada lagi nih cerita yang lebih dramatis dimana SF menambahkan 2 ekor botana Letter six (Dory) ukuran T dan S kedalam aquarium. Penasarannnn??? Ntar masih disiapkan artikelnya. Jelasnya penanganannya beda dan tingkat resiko lebih tinggi.

Box Karantina Wajib dimiliki  Penghobi Aquarium Laut

Terlalu banyak godaan dalam hobi aquarium air laut. Terutama karena biotanya punya warna yang mencolok dan punya sifat yang menurut SF lebih berkarakter. Inilah sebab SF butuh box karantina.

Box karantina minimal ukuran 25x10x10cm agar ga bikin ikan stress

Ada beberapa fungsi box karantina yang penting terutama bagi ikan baru. SF ingatkan saat beli box karantina (SF beli lewat toko online) wajib ada penutupnya.

Seperti yg SF singgung, karakter ikan laut macam-macam, ada yang peaceful ada yang teritorial, ada yang predator, ada usil, ada yang galak. yg galak juga pilih-pilih ada yg galak dengan sejenis, ada yg galak dengan semua ikan. Makin lama ikan dalam akuarium , makin merasa berkuasa, dan kuat mentalnya

Nah box karantina pegang peranan penting disini. Box ini sebagai sekat pemisah antara ikan baru dan ikan lama. Dengan dinding yang transparan, ikan baru dan lama akan saling mengenal. Saat ikan baru masuk box karantina akan diketahui sikap ikan penghuni lama terhadap penghuni baru. Biasanya ada saja yang kurang suka dengan penghuni baru. Penghuni lama akan mengintimidasi ikan baru dari luar box. Bayangkan kalau ga ada box ini. SF beberapa kali mengalami, ikan baru dihajar oleh penghuni lama, bahkan sampai tewas.

Dengan berada didalam box karantina ikan baru akan beradaptasi dengan kondisi lingkungan barunya dengan tenang, mentalnya perlahan akan tumbuh. Mereka akan cuek meski ikan lama masih mengintimidasi dari liat box. Setelah dirasa ikan penghuni lama berubah sikap (tidak lagi mengintimidasi ikan baru) , ikan baru boleh dilepas ke Main Tank.

Botana dory dikarantina dulu biar beradaptasi dan belajar makan pelet

Selain mengadaptasikan ikan dengan lingkungan barunya, box karantina juga berfungsi sebagai sarana untuk ngajari ikan yang baru ditangkap dialam liar untuk makan pelet/makanan rutin lain yang disediakan. Bayangkan kalau ga ada ini. Saat pemberian makan, ikan penghuni lama akan saling berebut. hitungan detik pelet amblas tak tersisa. Tentunya ikan baru ga kebagian. selain karena mental belum kuat, juga masih asing dengan makanan olahan. Kalau didalam box akan lebih tenang tanpa harus bersaing dengan ikan lainnya. Tips dari grup yang saya ikuti. Biarkan ikan kelaparan didalam box sekitar 2-3 hari tanpa makanan. Selanjutnya silahkan beri makan pelet. Sebagai tambahan informasi ikan laut jauh lebih rakus dibanding ikan air tawar… dannn tak kenal kenyang.

Smadar cicit terpaksa dihibahkan karena ketahuan makan coral

Fungsi lain yang tak kalah penting yakni sebagai sarana menjebak ikan yang tak dikehendaki. Syaratnya box karantina ikan harus ada tutupnya. Sudah beberapa kali saya menjebak ikan menggunakan box karantina. Sedikit tricky dan butuh kesabaran. Kalau beruntung ga perlu waktu lama untuk menjebak ikan yang dikehendaki. Caranya mudah biarkan box terbuka dan beri makan didalam box karantina. Begitu ikan masuk jebakan baru tutup boxnya. Saat menyadari akan dijebak dari atas ikan biasanya akan lari kesamping atau kebawah, jadi susah melarikan diri.