Jebakan Maut Pembatas Jalan

Tercatat beberapa rekan SF yang pernah menjadi korban pembatas jalan maupun trotoar. Diantaranya Seorang rekan kerja di Surabaya nginap beberapa hari di RS, dan seorang rekan di komunitas Ninja 250 ancur motornya karena menghajar trotoar (padahal modifnya habis puluhan juta loh). Kalo mau liat contoh lain silahkan cari di google pasti dah tak terhitung jumlahnya. Pembatas jalan biasanya bertujuan memisahkan jalur lambat, jalur cepat juga dengan jalur busway. Nah bagi pengemudi motor cukup bahaya kalau tidak hati2 saat menyalip kendaraan lain karena adanya blind spot di area samping bawah kendaraan didepannya, apes-apes pengen nyalip malah bonyok. Nah saran bagi yang berkepentingan harusnya ada rambu didepan pembatas jalan yang mudah terpantau agar tidak membahayakan pengguna jalan. Atau alternatif lain bagian depan trotoar harusnya landai (miring) dengan warna mencolok agar orang yang terlanjur melindasnya masih bisa selamat. Jalur busway sebagian sudah menerapkannya tapi pemisah jalur cepat dan lambat masih belum banyak mengaplikasinya.  Sebenernya perlu ga sih pembatas jalan itu, apakah dengan marka jalan saja tidak cukup?

8 thoughts on “Jebakan Maut Pembatas Jalan”

    1. Intinya adalah kesabaran, q pernah ngalamin kjadian memalukan, naek supriX100 dijln gede krn ad mobil lemot didepan terpaksa salip kanan.. eh lupa klo daerah padat, maka sukseslah menghajar kerucut/ice cream cone “tertelungkup” dijln (lokasi depan pasar&sekolah)

      Untung ice cream cone-nya terbuat dr plastik, la klo beton? Intinya berlatih sabar kalo di area padat … toh supriX mentok lajunya berapa KPJ? sadar di rmh masih ditunggu keluarga tercinta 😀

  1. dengan budaya orang indonesia yg hobi ngelanggar sih pake marka jalan doang gk mempan, trotoar aja dipake jalan motor…yang penting tetep waspada…

Leave a Reply

Your email address will not be published.