Lebaran, Semua Kembali ke Nol

Saat lebaran rasanya kurang afdol kalau tidak berkumpul dengan keluarga tercinta. Bagi yang kerjanya diluar kota mau tak mau harus mudik kedaerah asal. Hari terakhir sebelum puasa kemaren SF sempatkan ngobrol dengan penjual nasi uduk didepan kantor.” Lebaran pulang Bu?”, “Wajib itu Pak” dengan logat Madura yang kental.

Lalu dia pun mulai bercerita pengalamannya. Setiap Lebaran dia dan keluarganya biasanya mudik ke Madura naik bus, begitupun kali ini. Meski berdesakan dan menempuh ratusan km ritual ini tetap rutin dilakukan tiap lebaran. Ternyata dibalik itu, biaya untuk mudik adalah tabungan yang dia kumpulkan selama setahun!  Jadi benar- benar saat lebaran semua kembali ke titik nol, baik dosa-dosanya (Insyaallah jika ibadahnya diterima) dan begitu pula materinya. Alhamdulillah kita lebih beruntung dibanding keluarga itu dan sudah sewajibnya kita tak melupakan orang- orang yang kurang beruntung. Bulan Ramadhan ingat Zakat Yaa…

One thought on “Lebaran, Semua Kembali ke Nol”

Leave a Reply

Your email address will not be published.