Tes Ride 2 Moge Beda Jenis

image

image
Pengalaman pertama riding moge saat kelas 2 SMA waktu itu sempet boncengin temen yang anaknya perwira manasin mesin honda shadow 750 miliknya. Pengalaman kedua saat silahturahmi ke rumah bos beberapa tahun silam. Waktu dateng, pak bos ini sedang manasin mogenya sebuah CBR fireblade 1000cc tahun lama(lampu masih bulet) dan sebuah suzuki intruder 1400cc. Setelah SF markir sitiger dan berbincang singkat, bos langsung menyodorkan 2 kunci mogenya”silahkan dicoba” katanya. Tanpa pikir panjang langsung meraih kunci fireblade. Motor distater dan melakukan pengenalan singkat dengan memainkan tuas rem depan belakang, tuas kopling dan membetulkan posisi spion (maklum baru pertama riding motor 1000cc), motor perlahan-lahan dijalankan, terasa berat sekali handling motor ini maklum posisi setir dibawah komstir, saat menemui tikungan patah kekiri dalam posisi kecepatan rendah susah sekali membelokkan  motor , alhasil makan jalur berlawanan. Untung saja sepi karena masih diperumahan. Begitu menemukan jalan sepi SF langsung kasih isyarat bunda untuk mempererat pelukan, sekali pelintir gas kecepatan sudah menyentuh 140 kpj. Bunda sempet berteriak histeris kaget, pelukan bunda terasa sedikit mencekik. Pengalaman yang benar2 tak terlupakan( tarikan motornya loh 😆 ) . Saat nyampe didepan rumah empunya moge segera menyambut. “Gimana rasanya?” “Muanntebbb Ko, 5 jempol pokoknya”. Giliran kedua, intruder 1400cc dikeluarkan dari kandangnya. Ketika menaikinya kesan motor ber-cc monster ini langsung sirna. Nyaman sekali dikendarainya, pantesan touringer moge betah menempuh perjalanan jauh riding motor seperti ini. Waktu kaki menapak bobot motor tak terasa berat, jelas karena ground clearancenya yang rendah. Buat jalan nyantai dan jarak jauh sangat direkomendasikan. motor langsung ane perkosa saat nemu jalan kosong, torsi besar langsung terasa. Namun tiba- tiba motor segera loss power dan minta pindah gigi. Begitu pindah gigi kembali torsi sangar menyambut, namun lagi tak lama kemudian teriakan mesin kembali tertahan. Rute yang tadi dapat dicapai fireblade dengan kecepatan 140 kpj kali ini hanya mampu dicapai 125 kpj dengan intruder. Awalnya SF kira salah satu busi ada yang mati sehingga mesin pincang, setelah dicoba sendiri oleh pemiliknya doi bilang normal semua kok. Harusnya tadi nyoba intruder dulu baru fireblade biar sensasi dua-duanya dapet. Nah pas pulang nyemplak tiger langsung merasa aneh, akselerasi motor ini jadi hampa alias sama sekali ga terasa. 😆 masih terngiang akselerasi 2 moge itu rupanya.
Ga bisa bayangin gimana rasanya ngebut diatas 200kpj. Menurut rekan ane yang sering turing jauh, pada kecepatan 180 kpj pandangan sekitar terlihat kabur, yang bisa dilihat hanya pandangan pas didepan mata saja.

7 thoughts on “Tes Ride 2 Moge Beda Jenis”

Leave a Reply

Your email address will not be published.