Sejarah kecelakaanku merupakan pelajaran bagiku

image

image

Pengalaman jatuh pertama kali SF adalah sat kelas 1 SMA dengan GL Max yang baru dibelikan ortu. Itupun yang nyetir kakak sepupu SF. Masuk tikungan panjang kekiri tidak melihat ada pasir, akibatnya dlosor berdua. Untung kecepatan ga terlalu tinggi.
Kecelakaan berikutnya karena ada ibu2 bermotor tanpa toleh kanan kiri langsung menyeberang, SF yang seharusnya bisa mengerem malah bermanuver menghindar keluar badan jalan, akibatnya terpeleset. Selanjutnya saat kelas 2 SMA, akibat kealayan SF sendiri karena ngebut, didepan ada taksi tiba2 motong jalur, sukses ane hajar pintu samping taksi tersebut dengan kecepatan tinggi dan ane terseret beberapa meter sampai nyantol di gundukan bekas galian. Masih untung ga nyebur galian yang cukup dalam itu. Apesnya sopir taksi ga nolongin malah melarikan diri. Kebengalan SF ga berhenti sampai disitu. Dari arah Sidoarjo SF balapan dengan pengendara bebek kebetulan ane boncengan dengan adik, saat masuk bundaran waru (saat itu sedang ada perbaikan ) SF tergelincir dengan kecepatan lumayan tinggi akibat roda depan melindas kerikil. Motor hancur dan SF ga bisa berjalan selama seminggu. Masih untung adik ga mengalami cedera. Satu lagi keapesan yang SF alami bersama GL ijo, dlosor gara2 ban depan pake ban vulkanisiran. Bosen jatuh pakai GL , dijual deh tuh motor :mrgreen:
Jaman kuliah sudah mulai insaf dan ga pernah mengalami musibah berarti. Kejadian berikutnya dialami bersama Tiger kira-kira 3,5 tahun silam. Kali ini saat turing bareng Surabaya -Malang, kebetulan SF boncengan bersama istri. Saat tanjakan daerah Pandaan SF berada persis dibelakang pickup yang mengangkut ranting2 pohon. Ga disangka karena posisi jalan menanjak ada dahan ranting yang jatuh. Karena tak sempat menghindar kami pun jatuh terbanting karena roda depan melindas ranting tersebut. Untung saat itu SF dan bundafaiz memakai safety gear komplit. Kondisi motor lumayan parah. Tuas rem dan kopling kanan-kiri berikut handguard(model half) ancur. Footsteep kanan kiri patah, setang bengkok serta tuas perseneling patah. Kata pengendara dibelakang motor terbanting kekanan kemudian kembali terbanting kekiri. Kerusakan bodi belakang diminimalisir dengan adanya box Kappa 42, hebatnya box cuma baret.
Dari kejadian-kejadian diatas cukup dapat ditarik kesimpulan penyebab kecelakaan selain disebabkan oleh kelalaian diri sendiri, juga dapat dipicu oleh kondisi kendaraan, infrastruktur jalan dan kelalaian pihak ketiga. Dengan menanamkan safety riding dan selalu memperhatikan kondisi motor paling tidak penyebab pertama dan kedua dapat dihindari serta penyebab ketiga dan keempat dapat diminimalkan. Alhamdulillah SF ga pernah mengalami luka serius akibat kecelakaan. Rupanya Sang Khaliq masih sayang pada SF 🙂 dan diberi kesempatan untuk berkarya sampai detik ini. Keep safety on the road. Jangan lupa berdoa sebelum berkendara dan inhat selalu akan keluarga yang menunggu dirumah. Semoga Allah selalu melindungi kita.

18 thoughts on “Sejarah kecelakaanku merupakan pelajaran bagiku”

    1. Ane juga ga paham, ini komentar pengemudi belakangku. Seingatku motor kebanting kekanan bareng ane. Tapi waktu ane berdiriin kok motor rebah kesebelah kiri. Yang jelas kerusakan ada dikanan dan kiri

  1. paling parah patah 4 jari selain jempol di tangan kiri ditabrak alay sruntulan.. alahmdulillah hanya 3 bulan sudah pulih, sedang si alay 1 thn lebih karena kaki kirinya patah..
    karena kejadian 1 minggu sebelum lebaran maka efeknya saat itu gak jadi pulkam ke betawi town 🙁 🙁

  2. “Rider Wanita” biasanya pake motor pelan2 di jalur kanan, pindah jalur tanpa liat spion belakang, waktu belok kasih lampu sen-nya mendadak.. Pokoknya kalau sudah ngasih lampu sen, dia ngerasa yang paling bener… Lebih repotnya lagi waktu diingetin malah marah-marah! hahaha…

    1. setuju masbro, ane juga pernah ngalamin ada ibu2 motong jalur ane, akibatnya tabrakan, waktu ane bilangin dianya malah marah2, hadeuuuh,, langsung cabut z deh walau hati mangkel n As persnelling bengkong.. 😆

  3. kebanyakan karena ulah sendiri y om.. klo ane alhmadulilah jatuh g terlalu banyak, tp nyerempet dan nyenggol pas jaman2 baru belajar motor , sering jatuh malah pas baru beli motor batangan, buat turing ngrrem mendadak diatas kerikil ndlosor dah, ban disemir semua sisi alhasil pas cornering ndlosor.. keep safety riding dan berdoa.. nice story..

Leave a Reply

Your email address will not be published.