Sidebox – sebuah keinginan yang sirna

image

Saat pertama gabung HTML chapter Surabaya sekitar 3 tahun lalu sempat kepengen pasang sidebox di tiger kesayangan. Kesannya motor jadi gagah. Apalagi muat barang banyak, berguna banget saat turing. SF pun bertekad bakal pasang sidebox saat ada rejeki lebih. Setelah punya anak-istri, kegiatan turing SF otomatis berhenti total. Apalagi sekarang ane pindah ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan. Jalanan sangat ga nyaman untuk berkendara. Keinginan pasang sidebox pun langsung terpendam karena bakal banyak repotnya daripada untungannya. Klo pake sidebox pasti bakal repot selap selip dan menghalangi pengendara lain. Toh Kappa 42 sudah lebih dari cukup untuk aktifitas sehari-hari.

8 thoughts on “Sidebox – sebuah keinginan yang sirna”

  1. sory, mas bro dari surabaya ? saya waktu masih kuliah di surabaya 2005-2009 dan nongkrong sama anak html sby sepertinya ga pernah ketemu ? paling ketemu sama darwin, radit, sama fajar aja, btw sekarang tinggal dimana ?

    1. Seingatku idku dulu 1696 bro. Saat masuk html satu angkatan sama fajar dan Erwin klo ga salah. Radith angkatan setelahku. Klo Darwin mah tergolong senior di HTML meski usianya masih muda. Sekarang udah pasif di komunitas karena sibuk urusan kerjaan. Dulu warga rungkut Posisiku sekarang di Jakarta.

  2. wah, saya dulu juga dirungkut, di gunung anyar harapan :D, ternyata masih satu daerah tapi ga pernah kenal, wkwkwk bolehlah kapan-kapan kita kopdar 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.