Motor matik, fungsionalitas mengalahkan efisiensi

image

Dapet info dari rekan kerja yang abis servis motor maticnya. Ongkos servisnya dikenakan 2 kali pertama untuk servis mesin yang kedua servis CVT jadinya totalnya 75 rb. Doi juga mengeluh bensinnya boros mengalahkan bebek, bahkan kalau macet atau kondisi berboncengan borosnya menyamai motor batangan. Sudah gitu tanki bensinnya kecil jadi sering mampir pom. Tapi begitu ane saranin untuk ganti motor bebek yang perawatannya lebih mudah dan irit, rekan ane lantas menjawab ” waduh mas males kalau di Jakarta pake acara ngoper gigi segala, mending matic”. :mrgreen:  Trus ane beri saran kedua untuk ganti matik injeksi baru yang muncul ditahun depan. Lagi-lagi doi lantas menyatakan ragu. “Wah kalo injeksi kok saya takut perawatannya tambah mahal ya mas?” Saya pun menyarankan alternatif terakhir untuk ganti matic yang tanki bensinnya lebih besar biar ga sering mampir ke pom bensin, rekan ane pun manggut-manggut.
Meskipun terkenal boros bahan bakar dan perawatannya susah, matic dapat menggeser penjualan motor bebek yang selama bertahun-tahun menguasai pasar. Hal ini tak lepas dari kelebihan matic yang menawarkan kemudahan berkendara serta fungsi yang lebih luas dibanding bebek, deknya yang rata berguna untuk membawa barang lebih banyak,kalo pas ga bawa barang deknya memberi berbagai pilihan posisi kaki yang nyaman, bodinya yang relatif kecil serta ketiadaan transmisi manual sangat menunjang aktivitas berkendara diperkotaan.

image

Apapun pilihan motornya yang penting bikin rider nyaman dan enjoy saat berkendara.

11 thoughts on “Motor matik, fungsionalitas mengalahkan efisiensi”

  1. maka dari itu kita perlu matik, yg bukan berbagasi luas……tapi ber tangki terbesar sekelas sprot……bisa 10-15ltr bbm.
    kekeke……..

    jadi beres sdh salah satu problem sering mampir spbu….tinggal soal perawatan aja yg memang merepotkan dan soal agak borosnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.