Hobi motor – Dilema antara Keinginan dan Kebutuhan (part 2)

image

Kira-kira 2 minggu kemaren saat ada acara pemberian motivasi dikantor, pada satu kesempatan Ustad penceramah menyebutkan :

Allah tidak suka sesuatu yang mubazir, kadang manusia membeli sesuatu karena keinginan semata padahal tidak butuh

Spontan SF langsung mengajukan pertanyaan. “Bagaimana dengan hobi? Untuk mendapat kepuasan berlebih biasanya membutuhkan biaya lebih besar. Contohnya kamera seharga 3 juta mungkin cukup bagi sebagian orang, tapi bagi yang ingin kepuasan lebih 10 juta masih belum bisa memenuhi keinginannya. Begitu juga motor, untuk dana belasan juta sudah cukup memenuhi kebutuhan akan transportasi. Tapi karena hobi, motor puluhan juta pun rela dibeli. Apa itu bukan mubazir?
Jawaban Penceramah cukup bagus.
Sebelumnya mindset harus dirubah, hobi adalah kebutuhan! Bahkan Hobi memenuhi 2 hal yakni keinginan dan kebutuhan. Manusia dasarnya membutuhkan kepuasan dan kenyamanan. Bagi pekerja dengan tekanan kerja yang tinggi membutuhkan hobi untuk menghilangkan stress agar pekerja tersebut dapat tetap melaksanakan tugasnya dengan baik. Namun hobi tersebut menjadi mubazir dan di benci Allah jika menyebabkan orang lupa kewajibannya dan mengorbankan kebutuhannya. Misal dengan memaksa mencicil motor gedhe ratusan juta ( ngoyo, bahasa jawanya) tapi kewajiban zakatnya tidak terpenuhi, tidak pernah sedekah, tak mampu memberi pendidikan layak pada anaknya, dll. Saat itu hobi menjadi hal yang dibenci Allah. Ingat ! jika ada harta dirumahmu belum dizakati maka ibadahmu dirumah itu tidak diterima.”

Silahkan mempunyai hobi namun jangan jadikan beban. Dengan bermubazir maka ada hak orang lain yang terkorbankan.

26 thoughts on “Hobi motor – Dilema antara Keinginan dan Kebutuhan (part 2)”

    1. Makanya ane paling seneng kalau bisa ngakali pakai parts alternatif biar ga bikin kantong jebol. Maklum hobinya banyak juga, photograph,aquascape,motor dll. Tapi tenang semua dalam koridor wajar 🙂 (sebelum ada yg ngritik lagi. He3…. )

    1. Sebaiknya alokasi dananya terpisah bro, 🙂 kalau sisa untuk kebutuhan utama pendidikan anak, kesehatan,rumah baru lari ke hoby. Selama belum kepepet ninjanya ga bakal dijual. Ha2…

Leave a Reply

Your email address will not be published.