Rekondisi suzuki spin lumayan juga biayanya, aftersales masih juga parah

image

Udah beberapa bulan SF tunda terus untuk perbaikan suzuki spin milik Bunda Faiz. Setelah sempat accident beberapa parts spin mengalami kerusakan. Diantaranya sein pecah, spion patah dan yang paling parah tameng depan pecah, vasiasi windshield juga udah ga berbentuk. Saat didealer beberapa bulan lalu parts yang ada cuma sein doang. Lainnya barang habis. Akhirnya SF tunda memperbaiki motor Bundafaiz ini.
Bagian mesin pun ga kalah parah. Masa lari mentok cuma 70 kpjan!? Naik tanjakan juga ga kuat.
Nah Sabtu kemaren SF sempatkan waktu untuk rekondisi suzuki spin ini sebelum partsnya pada ilang dari pasaran, maklum spin udah diskontinyu. Rencana parts yang rencana SF ganti meliputi roller dan per cvt ( karena beltnya masih baru), dan tebeng depan. Seperti biasanya mampir ke bengkel resmi dan barang yang tersedia cuma roller seharga 150 rb. Lainnya kosong! Udah ane kira bakal kaya gini lagi.
Akhirnya  SF bergegas ke otista. Makelar langsung menyambut. Cari apa mas? Tameng bang warna item. SF lalu ditawari seharga 250rb. WT*!!! Didealer cuma 148 rban, langsung tak tinggal ngloyor deh meski abangnya bilang boleh ditawar. Satu persatu deretan toko di otista SF samperin (belasan toko), saat hampir nyerah dapat juga barangnya. Setelah tawar menawar tameng depan seharga 160 rb berpindah tangan. Next per cvt dapat seharga 25 rb dan windshield variasi warna smoke seharga 105rb.
Untuk pemasangan ane mampir ke bengkel umum langganan. Sekalian servis total. Nah kejadian menggelikan terjadi saat mekanik membongkar tutup mesin. Ada tempe mendoan nangkring diatas blok mesin. He3….
image
selama ini jadi rumah tikus rupanya. 😆 untung ga ada kabel yang diisengi. Setelah selesai diservis, motor ngacir lagi dan bodipun terlihat ga malu-maluin untuk bagi motor seusianya

image

14 thoughts on “Rekondisi suzuki spin lumayan juga biayanya, aftersales masih juga parah”

  1. model mirip spacy honda namun nasib beda jauh ya. saran, pikir 5x lipat sebelum memilih produk Suzuki, Kawasaki, dan motor selain Honda maupun Yamaha. Cek mengenai popularitas motor tersebut. Popularitas menentukan sales dan menentukan parts dari motor. Semakin gak laku ya semakin dikit part yang dijual, dan akan semakin membuat pemilik susah.

    Barang langka memang terkadang jadi pusat perhatian namun lebih banyak menyusahkan sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.