Kenapa Motor Jepang Mahal? Analisa Sederhana pada MNC

image

Sedikit analisa dan diskusi dengan seorang rekan yang lama berkecimpung di bidang yang sangat erat berhubungan dengan MNC (multy National Company) sebut saja sahabat SF ini JS. Kami membahas kenapa harga motor Jepang jauh lebih mahal dibanding Motor India. Kali ini SF memberi contoh Tiger versus Pulsar 220. Pulsar jelas lebih canggih, powerfull,irit, fitur lebih lengkap kenapa bisa dijual 6 juta lebih murah? Sebelum JS sempat jawab segera ane tambahin, apakah karena Royalti?
Menurut JS pada perusahan MNC , royalti sangat wajar dan normal. Pada MNC yang besar royalti bisa mencapai 30 % dari HPP, bisa bulat-bulat diakui sebagai royalti atau bisa juga disamarkan biayanya (misal biaya kantor pusat) yang endingnya sama saja duitnya lari ke Kantor Pusat, mungkin untuk produk massal royalti semakin banyak berkurang. Karena kita membahas motor yang diproduksi total di Indonesia, mungkin kita bisa sedikitΒ  mengabaikan kenaikan yen sehingga bikin import membengkak. Diskusi mengerucut, mahalnya harga motor Jepang di Indonesia kemungkinan dipicu oleh pemanfaatan tehnologi, nah disini ada juga yang namanya patent. Patent lumayan juga nambah biaya apalagi motor yang kaya fitur dan canggih makin banyak biaya patentnya. Penyebab lain lagi yang juga signifikan yakni faktor perusahaan itu sendiri. Untuk 2 ini (Royalti dan Patent) bisa bikin kenaikan HPP 15- 25 %. Perusahaan sudah terlanjur gemuk, struktur organisasi sudah besar, level manajerialnya sudah banyak, karyawannya juga. Perusahaan mapan yang sudah punya “nama” tentu fasilitasnya dan gaji beda dengan perusaahan baru. JadiΒ  biaya operasionalnya tentu juga membengkak. Belum lagi yang namanya aftersales, pabrikan besar tentu sangat concern masalah ini, bagian dari margin digunakan untuk mensupport servis centre dan distribusi sparepart seluruh Indonesia. Biaya promosi juga ga bisa disepelekan loh, baik yang diselenggarakan AHM pusat maupun promosi masing-masing dealer.
image
Jadi kenapa Pulsar atau hyosung bisa murah??? Mereka hanya memasarkan saja ga harus bayar royalti besar, patent, dan menanggung lebih sedikit biaya untuk mensupport aftersales. Tentunya ini tantangan bagi bajaj nantinya, SF sangat amat yakin jika nantinya bikin pabrik di Indonesia harganya masih bisa dibawah harga motor Jepang. SF sudah hafal benar bagaimana cara kerja Perusahaan India, maklum sudah 4 tahun bekerja di Perusahaan India, dan 3 tahun diantaranya bekerja pada pabrik baja terbesar didunia. Intinya satu : EFISIENSI!!!
Harga jual boleh murah tapi jangan sampai memperbudak Tenaga Kerja Indonesia ya…. !

image

54 thoughts on “Kenapa Motor Jepang Mahal? Analisa Sederhana pada MNC”

  1. keliatannya dengan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan, ahm tidak punya pilihan lain, selain mengurangi kualitas motornya, soalnya kalo mo naikin harganya dengan kualitas optimal, tentu tidak akan terjangkau sebagian besar pembeli di sini (kasus spacy dibandingkan dengan Vision/Dio/Breeze)

        1. kalo ini gak bisa ngelak…silakan aja bedakan tigernya,,hahaha, jangankan itu, bebek honda prima VS honda blade dijamin kualitas materialnya kuatan prima. prima masih kuat sejak puluhan taun lalu, apakah blade mampu berumur segitu???tanya kenapa

  2. bukankah klw udah punya nama besar en perusahaannya besar justru harusnya lebih murah? bukankah usaha after sales/sparepart juga tambang duit? sekian lama produksi berbagai macam dan jenis motor motor tentu menghasilkan sparepart yg banyak jenisnya pula

    1. Klo mengenai fixed cost tentu semakin banyak penjualan smakin untung produsen. Namun diingat royalti /patent berbasis prosentase penjualan/produksi , semakin banyak penjualan/pendapatan semakin melambung pula biaya. Bayangkan jika royalty atau patent ditiadakan. Harga mopang bisa turun 20% an. Sesuatu bukan?

  3. makanya kalo si hendi ngasi harga mahal trus dibilang wajar krn kualitas, elegan…dan nrimo…..bla bla bla itu kan norak dan aneh ……… mestinya udah tau kalo beli mtr merk JAP, salah satu porsi terbesar dari harga mtr adalah MEMBELI MERK atau royalti (dr artikel ini).

    fanboi hongkong memang ada yg ngibul dan ada yng polos aja, tapi sama-sama buta dan makan merk.

  4. Bos …
    Gunakan data akurat dalam menarik setiap kesimpulan …
    Kalau mau tau kenapa harga motor Jepang mahal dibanding motor India, gunakanlah stuktur biaya yang pasti, bukan spekulasi …
    Dengan demikian, artikel dan komen dapat mencerdaskan …
    Kalau saya sendiri sih, walaupun dapat menduga-duga, hanya menjawab: “Tidak tahu karena tidak punya data”

  5. dana pembayaran royalti tinggi mungkin sebagian besar di gunakan untuk menyuap pejabat yang berwenang agar jangan sampai negara kita memproduksi motor nasional, biar semakin lama terjajah……

    1. Whuaaa… bisa dituntut perusahaan bro kalo data sampe keluar. Rahasia dapur perusahaan tu. Kebetulan rekan saya dari KAP (kantor akuntan publik) nah sekarang malah punya akses ke perusahaan modal asing, jadi analisanya bisa dipegang

  6. royaltinya emang mahal…

    tapi itu termasuk dalam biaya teknologinya…teknologi itu mahal bro…makanya pemerintah harus berani invest dibidang teknologi

    1. Itu kalo kita beli teknologinya, terus di pakai dengan merk sendiri. Lo yg ini aneh,bikin produk dgn merek yg sama , juga saham (AHM) di miliki pabrikan jepun kok masih bayar royalti. Ini yg namanya indonesia bener bener di peras. Padahal pendapatan/ penjualan terbesar honda diluar negeri untuk motor ya di indonesia, eh masih tega memeras dgn mengasih harga mahal. Yang aneh lagi sama sama type (Honda unicorn ma NMP) tp beda jauh harganya antara indonesia ma india, kalo hanya karena komponen pajak. Coba liat harga bajaj yg di india ma indonesia selisihnya gk jauh sementara harga honda sangat jauh padahal yg di jual juga dari india.

      Saatnya indonesai punya produk nasional, merk sendiri, ayo dukung gerakkan swadesi

      1. bukan bajaj gan..
        hondut di indihe jg lebih murah
        duit 25 bisa dapat cbr di indihe, disini cuma bisa dapat tiger
        duit 15 jt bisa dapat byson di indihe, disini cuma dapat jupi
        klo mo dibandingin produksi lokal dengan lokal πŸ˜‰
        so void la unsur royalti 😈

        1. Ane yakin 100% ada royalti disana. Tapi penetapannya tergantung dari pusat. Berhubung persaingan sangat amat ketat disana (apalagi honda sudah berpisah dengan hero) pastinya royalti yang dibebankan di Honda India ga setinggi di Indonesia. Kalo ga ada royalti atau pembayaran paten atau biaya2 dari pusat ngapain Honda Jepang ngijinkan Honda India berproduksi atas nama mereka. Different country different strategy. Namun di Indonesia harus diakui tambang emasnya Jepang. Ga percaya,Coba tanya temen yang kerja di KAP yang pernah pegang perusahaan multinasional, berapa royalti atau biaya kantor pusat, berapa yang mereka samarkan jadi directorfee, atau profesional fee, dll biar lolos pajak (ane ga bicara honda atau yamaha atau yg lain ya) tapi it’s a common thing praktek seperti ini. Saya pun sudah 4 tahun kerja bagian finance perusahaan PMA, paham bener cara mainnya

        2. betul emang ada royaltinya, cuma royalti tsb bukan yg menyebabkan operpret (walaupun bisa dijadikan alasan untuk masyarakat awam )
          ambil cth lg thai aja yg nga da motnasnya
          cbr 150 buatan thai dengan indihe kurang lebih sama harganya
          scopy buatan indo dengan thai kurang lebih sama harganya, cuma yg thai sudah PGM FI πŸ˜‰
          royalti di thai yg sama korupnya dgn indo jg lebih rendah ?!?!

          1. Perbandingannya kalo antar negara jelas ga bisa disamakan bro. Strategi bisnis, tax rate, tingkat persaingan dll. artikel diatas berdasarkan pengalaman seorang sahabat yang lama berkecimpung di akuntansi , plus sedikit pengalaman saya di finance. Intinya royalti dan patent serta biaya yang lari ke induk sangat mempengaruhi penentuan HPP produk. Kita kan bandingkan Bajaj dengan motor Jepang, salah satu poinnya jelas, Bajaj ga produksi pulsar di Indonesia kan cuma pemasaran saja, so royalti atas merk juga sedikit sekali, apalagi patennya (alih tehnologi atau pemanfaatan tehnologi) ndak ada kan. Berbicara pricing didunia internasional jelas lebih kompleks lagi bahasannya. Satu lagi yang bikin bengkaknya harga mopang, efisiensi. Semakin gemuk perusahaan semakin susah untuk efisien. Sangat disayangkan konsumen bayar lebih tapi duitnya menguap keluar negeri. Jika nanti Motor non Jepang jadi ancaman baru deh kantor pusat diJepang bakal atur ulang strategi. Tapi apa mungkin Bajaj bisa jadi anca,an kalau hanya main di segment sport yang sempit

    1. benar2 pertanyaan cerdas! .. menrt saya penjelasan diatas hanya teoritis dan tidak bisa menjawab pertanyaan diatas. sebenarnya kasusnya sudah JELAS yaitu hukum ekonomi. semakin tinggi permintaan semakin tinggi harga. itulah penyebabnya. dperparah lg indonesia TIDAK BISa buat motor yg bs bersaing. Kesimpulanya. jepang di indonesia bukan berdagang. tapi MONOPOLI.

      1. setuuuujuuu!! jika semua orang indonesia dah pada melek kayak bro kompor dan bro pria. saya yakin jepang pikir2. tapi untuk sekarang masih belum seperti itu πŸ˜€

  7. Pointnya, Jepang mau Menjajah secara ekonomi ke Indonesia,…itulah kenapa biaya hidup dijepang paling mahal,…kata mereka kalo produknya laku mereka bisa hidup enak di jepang sana…lah kita bodoh banget mo beli produk jepang,…yang notabenenya teknologinya itu-itu aja… artikel ini pembodohan masyarakat nih….

    1. Artikel pembodohan masyarakat? Ortunya bro pake motor apa? Adiknya?sodara2 bro? Tmc pake mopang juga, bang Tri, Benny, IWB, P2R, mbah dukun pengguna mopang juga berarti kta semua bodo? Bulan bodo tapi faktanya produsen Jepang aftersalesnya paling bagus dan komplit produknya. Mau motor matic ato bebek yang paling realistis masa kudu beli sportnya bajaj. Intinya kita ga ada opsi lain selain beli motor Jepang

  8. Nice inpoh gan

    Indonesia memang unik, notabene negara berkembang dengan pendapatan perkapita penduduk yg relatif rendah, namun memiliki tingkat konsumtif (dan mungkin gengsi) yang sangat tinggi (mungkin paling tinggi didunia), maka tak heran merk yang sudah terkenal dari luar negeri sana berani menjual dengan harga mahal disini, karena tetap aja ada yg beli (mobil selevel ferrari ama lamborghini aja kebeli koq ama beberapa orang Indonesia). Namun memang sih selain karena sudah terkenal, kemungkinan besar karena adanya biaya extra yg harus dikeluar perusahaan tersebut baik berupa pajak (ke negara), royalti (ke pusat), upeti (yg ini ga perlu dibahas), biaya karyawan (tunjangan kesejahteraan dan gaji), biaya operasional, biaya produk aftersales (service, sparepart, dll) dan biaya pengembangan (penelitian dan paten)
    cmiiw

  9. Intinya 1 : Kualitas bisa saja sama antara bajaj = Honda … berati mahal karena tuk gaji karyawan bukan karena materialnya yang bagus aslinya mah standard aja. artikel yang bagus

  10. Aneh banget di indonesia harganya lebih mahal padahal jumlah penjualan jauh lebih besar dari thailand. Untuk produk dan type yg sama.AHM apa memang gendeng tah, mestinya dia bisa menkan habis habisa prisipel untukmenurunkan biaya royaltinya. Sudah berapa banyak uang indonesia yg di kirim ke jepun. Indonesia hanya jadi sapi perahan. Kalo alasan bajaj lebih murah karena gk di produksi di indonesia, logikanya kalo gitu jangan bikin pabrik honda di indonesia import aja, biar murah????Logikanya dimana???

    Saatnya inonesia punya produk nasional

  11. salah satu jawabannya mungkin sama dg pertanyaan, kenapa harga barang2 elektronik korea lebih murah dari barang2 elektronik jepang…?

    1. setuju banget bro….kite cuma diisep sama juragan…klo udah kropos tunggu giliran ditendang. Pikir ke depan jgn cuma lihat sekarang aja….saatnya ketika gaji kalian dah dianggap berat pasti ditendang

  12. kasih makan bos-2 nya yg mintanya gajinya gede, karyawan sebagian besar tetep kere….sementara waktunya juga banyak dperas.Itu realitanya

  13. Lha di INA motor dgn harga lebih mahal dr negara lain aja laku keras, apalagi klo harganya murah populasi motor tambah mbludak kasihan angkutan umum.

  14. teman sy mau beli motor di dealer honda dan pegawe dealer mas mas nya malah bilang klu beli honda mending yg model lawas th 2003an kebawah.yg baru2sdh tercampur cina

  15. Siapa bilang hyosung murah om? Dulu yg type.rx 125d thn 2010 harganya 30jt lebih om yg type karion rt 27jt blm lg yg moge2nya hyosung udh ga terjangkau deh harga tp saya akui kualitas hyosung menyamami bahkan melebihi motor jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published.