Motor berkopling tangan pertamaku

image

Pengalaman pertama nyemplak motor berkopling tangan terjadi sekitar setahun sebelum SF dibelikan GL Max oleh ortu. Motor yang SF jajal ini bukanlah motor sport, namun sebuah vespa tua yang bodinya cukup gendut dan lampu depan kotak. Kalau ga salah tipenya sprint ( maklum kejadiannya belasan tahun silam). Untuk itungan bocah yang baru lulus SMP tentunya vespa ini tergolong gambot dan berlebihan beratnya, namun hal itu ga menyurutkan keberanian SF muda untuk menerima ajakan kakak sepupu belajar motor berkopling tangan. Dengan berbekal nekad meskipun lumayan jinjit niat tetep teguh 🙂 . Perlu setengah jam untuk belajar stop and go serta manufer ringan sebelum akhirnya memberanikan diri keluar dijalan aspal pedesaan (saat itu sedang liburan ke jogja). Ada satu kejadian yang terngiang hingga sekarang, saat riding santai kecepatan 60 tiba-tiba dari belakang muncul truk yang lumayan kencang dari arah belakang hingga motor goyang dan keluar kebadan jalan, untung ga sampai jatuh. :mrgreen:
padahal kakak sepupu yang SF bonceng sempet teriak :mrgreen:
Kesan yang tetap melekat dalam benak meskipun telah belasan tahun adalah vespa ini sangat amat nyaman, pantat sama-sekali ga pegel lah wong jok depan mentul-mentul ada pernya 🙂  namun yang bikin beda dengan motor lainnya yakni posisi setang cukup dekat dengan rider dan lumayan rendah, perlu pembiasaan bagi yang pertama jajal. Sensasinya jauh beda dengan grand milik bokap yang sering SF pinjam.
Beberapa tahun kemudian dikabari oleh sodara dari Jogja, rumahnya semalam kemalingan beberapa barang elektronik amblas termasuk vespa ini, namun anehnya vespa ditemukan tergeletak dipinggir jalan beberapa km dari rumah. Malingnya mikir-mikir kali …. motor ga ada suratnya, peminatnya terbatas, ga ada patokan harga, gimana njualnya.. ? Tinggal aja dahh… daripada kualat 😛
Vespa layaknya masterpiece of art di dunia roda dua, seperti VW pada mobil. Tak heran sampai sekarangpun masih banyak peminatnya.

Ket :Gambar dari www.scootermaniac.org

24 thoughts on “Motor berkopling tangan pertamaku”

  1. he..koq sama ya :), aku dulu juga jajal PX150 tahun 1979, knalpot bobokan milik kakakku, dua hari belajar, langsung hari ketiga touring 30 km ke danau maninjau via kelok 44

    1. Manteb… tapi ati2 melahap rute ga dikenal dengan motor ini, kurang waspada bisa apes. Ban kecil dan bobotnya yang lumayan menuntut keekstrahati-hatian

  2. pas smp bokap punya motor dua satu honda biji nangka, disebut biji nangka karena tangkinya mirip biji nangka kata bokap,,pas surfing ehh series c berapa gitu yang satunya vespa,,, buat ane.. vespa kalo dipake kaya berat sebelah tapi kalo lagi jalan rasanya lebih rileks…

      1. jadi inget vespa temen kerja berangkat pagi ban kempes didepan dubes malaysia kuningan setelah dikunci udah ditinggal aja..malemnya baru deh bawa ban serep…sama montirnya…hehehehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published.