Problem yang sering muncul pada aquascape

image

Aquascape bukan saja menawarkan keindahan tapi banyak juga kendala yang muncul, misalnya : flora/fauna mati, alga menggila, keong hama dll. Sekalian jadi catatan harian, akan saya jabarkan beberapa hal yang kadang bikin aquascaper pemula jengah.
1. Ikan/udang mati. penyebabnya ada berbagai hal : parameter air ga cocok, dimakan predator, jamur dll. Parameter air ga cocok biasanya karena ga pernah diganti air. solusinya di WC (water change) sebanyak 1/3 bagian seminggu sekali, hal ini sedikit menetralkan kadar nitrat dan memperbaiki PH, Solusi lainnya dengan memperbaiki/membersihkan filtrasi. Kapas atau karbon aktif perlu diganti berkala. Kalau perlu diberi biobal sebagai tempat bakteri baik berkembang. Pernah kejadian  udang tiba-tiba banyak yang mati gara2 keburu dimasukkan saat aquascape baru disusun :mrgreen: ternyata  harusnya nunggu 2-3 hari  sampai parameter air stabil. Masalah predator juga pernah sF alami… udang hias amblas gara-gara aquascape diisi discus 🙂  ha3… nah kalau mau mencampur fauna satu dengan lainnya ini harus sering2 googling.  Klo udang sih mending jangan dicampur sama ikan apapun. Ikan jinak pun pasti bakal tergiur dengan anakan udang yang berukuran beberapa mili. Selain itu keberadan ikan bikin udang sembunyi terus.  Eh ya hewan air juga bisa terkena penyakit/ jamur, solusinya ikan yang sakit kudu di isolasi dan diberi perawatan / pengobatan.
2. Tumbuhan mati . Penyebabnya juga macem2 antara lain : kekurangan/ kelebihan cahaya, kurang asupan co2 atau nutrisi, digerogoti fauna pemakan tumbuhan, dll. Pemilihan tumbuhan juga berperan penting dalam pembuatan aquascape terutama yang main di low light (0.5 watt/ liter air) tanaman berwarna merah dan ungu dijamin bakal susah hidup (melting), jadi pilihannya terbatas pada tanaman tententu saja.  Co2,cahaya serta nutrisi yang cukup sangat diperlukan dalam mempercepat pertumbungan tanaman. Saat membeli tanaman pastikan juga sudah berakar dan sudah daun air penuh (ada beberapa tanaman yang asalnya dari darat dan diadaptasikan agar dapat hidup dalam air) . Kemaren sempet beli taneman lupa ga dicek, setelah nyampe rumah baru ketahuan taneman hanya berupa pucuk tanaman tanpa akar :mrgreen: untung karena CO2 dan cahaya yang cukup akarnya sekarang sudah keluar 🙂 .
image

3. Serangan hama bikin tanaman mati dan merusak pemandangan. Terutama keong/siput air!  Ada 2 jenis yang hinggap di aquascape SF horn snail dan Malaysian Snail. Kedua siput ini ini bersifat hermaprodit alias berkelamin ganda. Jika ada satu saja di aquascape (ga sengaja terbawa saat beli tanaman) bisa beranak pinak ratusan ekor. Nah di aquascape discuss milik SF populasi keong ini menggila. Beberapa tanaman jadi korban pembusukan akar. Kadang juga keong ini nempel dikaca hingga merusak pemandangan. Setelah ubek-ubek di forum aquascape akhirnya nemu solusinya yakni : Keong pembunuh 🙂  alias assasin snail !( pesennya di 087886608599 atau intip disini ) keong ini memangsa keong lain yang berukuran sama atau lebih kecil (semoga saja ga menjahili keong turbo dan tandukku)
image

4. Satu lagi yang paling menjengkelkan…. populasi alga yang booming.! penyebannya adalah parameter air ga pas (kebanyakan nitrat kliatannya dari kotoran discuss gedhe2 dan jarang di WC), dan suhu aquascape terlalu panas. Di aquascape discuss milik SF banyak ditemui alga pengganggu berupa lumut ijo nempel dikaca dan ujung daun ,serta alga berambut  yang nempel erat di moss. Teorinya mengatasinya sih dengan keong turbo/tanduk, udang amano, CaE/SAE(alga eater) hingga otocinclus. Sementara ini baru SF kasih 5 keong turbo dan 20 tanduk tapi alga tetap menyerang, udang amano jelas ga berani ane masukkan aquascape (bisa jadi camilan discuss entar), CAE/SAE sering ngusilin Discuss jadi ane hibahkan tetangga, ottocincluss sang pembersih alga paling wahid stoknya kosong berbulan-bulan 🙁  . Jadi kepikiran melenyapkan discuss yapi kok sayang yahh …

image

Itulah beberapa kendala dalam aquascape yang SF alami, tapi karena itupula ane tertantang bikin aquascape lagi. So far sih kendala diatas dapat diatasi dengan baik  pada aquarium baru 🙂 .  Bagi aquascaper kelas wahid biasanya punya alat pengukur untuk mengetahui parameter air yang pas buat flora dan faunanya biasanya termometer, Pengukur kadar CO2, Nitrat dan PH… klo SF sih cukup maen feeling aja. Asal tanaman tumbuh dan hewan sehat berarti dianggap pas saja lah 🙂 . Segala sesuatu kalau diniati dan diseriusi bisa berhasil kok 🙂

22 thoughts on “Problem yang sering muncul pada aquascape”

  1. Penghuni aquaspaceku cuma ikan mbetol (yg kecilnya srg maen di sungai pasti tau)
    Toples kue diisi pasir, batu kapur berongga dan sejenis enceng gondok kecil. Diamkan air selama 3 hari sampai batu kapur dan kaca toples berlumut, gosok lumut di kaca, air tidak usah diganti, lumut yg rontok mengendap di pasir. Penghuni siap di lepaskan. Tambah lampu 12 volt buat nuansa cahaya. Jadilah aquaspace dengan 5 ikan mbetol yg hilir mudik mencari makan dengan menggerogoti lumut (atau mungkin fauna kecil) yg nempel di batu kapur.
    Satu jam juga betah memandangi aktivitas ikan mbetol layaknya di dunia aslinya. Kita laksana lagi diving (lebay.com)

      1. wueh itu cuma kenangan pas masih kuliah mas, pengin aquaspace gak ada modal, ya seadanya, yg penting ekosistem kebentuk.
        Yg jelas untuk aquaspace, sampeyan pastinya lebih cesssss

  2. saya mulai bener-bener keracunan nih, mau nanya-nyanya nih
    1- Pasir malang itu apa ? saya tanya ditukang akuarium di daerahku nggak tau. apa bisa diganti pasir kali biasa ?
    2- apa bener tanamna yang jenisnya mose nggak butuh tanah tapi cuma diikat kayu/batu ? kalo iya, tahap pertama mau nyoba yang ini saja, kalo berhasil baru melangkah yang pake tanah

    1. Pasir tanah bentuknya sih kaya tanah yang mengeras . Yup moss termasuk gampang tumbuh tinggal diiket ke kayu/ batuan. Lampu pun cukup main di low light (0.5 watt/liter)

  3. Saya suka dengan tulisan anda, tambah pengetahuan; bagaimana bila pakai “ikan pembersih kaca” apa bisa nggak membersihkan atau ngendalikan lumut ?

  4. asalamualaikm..
    cari soluai gimana biar aquascep pertama d isi air biar cpet bening…
    udah 2× d isi air.. yg pertama parah item banget
    yg ke 2 air y aga putih …..
    gimana gan aolusi y
    mohn d bantu….

  5. emang d buthkan waktu brapa hari untk penjernihan air gan…

    mohn ma’ap jdi nanya lgh…
    mklm pemula scep…

    mksh…

  6. Persis dgan problem ane tu gan,.. Ane baru nyoba2 bikin aquascpae dgan dimensi 60×30,, ikan ane (Neon Cardinal) pada mati satu persatu oz jamur,, tpi stlah beberpa minggu sih sehat meski ane gak pakai Co2,. Ane lgsung pkai panas matahari sama lampu,, dan tanaman hidup segar,. Tapi yg jdi masalah,, setelah ane kuras ganti air,ane diemin dulu air’a biar 1-2hri oz sya kasih pupuk buat tanaman,, ehh baru 5jam itu cacing putih mini bget pda muncul banyak bget sma keong itu gan,. Ane shock bget liat’a,.. sbner’a itu bahaya apa gak Gan,, solusi’a gimana?,..

Leave a Reply

Your email address will not be published.