Pikir ulang jika ingin modif monoshock

Monoshock pada motosport sepertinya menjadi fitur yang cukup menggoda. Ga salah banyak penghobi motor sport bershockbreaker ganda yang modif monoshock. Virus ini sempat menyerang SF beberapa tahun silam. Maklum tiger adalah motor hasil keringat sendiri, hasrat modif tentunya menggebu apalagi sudah ga ada tentangan dari ortu 🙂  . Karena duit gaji habis buat cicilan bulanan SF berusaha modif monoshock sendiri. Shock dibeli seharga 175rb lantas ke tukang las dan pasang dudukan monoshock. image
Selama beberapa bulan rancangan shock ini hinggap pada motor SF bahkan sempet buat turing ke Jogja hingga akhirnya SF merasa ada yang ga beres pada tunggangan. Seat height terasa turun dan ban ga lurus dengan spakbor. Begitu jok dibuka..  RANGKA BELAKANG RETAK!!!  Setelah baca-baca forum dan mengintip langsung garapan profesional , seharusnya dudukan atas nempel pada backbone bukan pada rangka dibelakang backbone. SF kemudian mengunjungi bengkel langganan di Surabaya berniat untuk merubah posisi dudukan monoshock namun diberi masukan oleh montirnya, modif monoshock ga dianjurkan bagi yang sering bawa beban berat karena rangka belakang tidak ada tumpuannya lagi akibatnya rangka menerima tekanan berlebih dan dalam jangka panjang bisa bikin rangka belakang berubah posisi. Karena pertimbangan setiap hari SF berangkat kerja bonceng rekan yang juga jumbo :mrgreen:  akhirnya SF batalkan pasang monoshock. Akhirnya rangka belakang yang sudah retak diperkuat lagi dengan plat logam tebal dan diluruskan lagi. Sementara shock belakang ori milik tiger dipasang lagi.
image

Kebetulan tahun lalu saat SF mampir ke PRJ, SF menemukan pasangan shock yang tepat untuk tiger. Shock nitro TVS dengan anting atas yang dituker milik tiger biar ga terlalu tinggi. Sudah setahun ini Shock TVS menemani tiger dan rasanya lebih dari cukup memberikan kenyamanan dan stabilitas. Reviewnya mongho intip disini.
Modif monoshock pada tunggangan? Monggo…. tapi perhatikan kekuatan rangka belakang dan rutinitas membawa beban berat… mengingat motor bershock ganda rangkanya sudah  diset sedemikian rupa oleh engineernya untuk peruntukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

  1. Bener mas,tmen sy punya tiger dimodif jg monosok malah ambles waktu dibawa turing kepuncak akhirnya dpasang pake unitrack tetep kurang nyaman endingnya balik lg standar pake doule sok.

  2. dulu sempet ada keinginan modif monoshock buat si tiger, tapi begitu jajal tiger revo punya temen yg udah dimodif monoshock, kerasa gak enak dan kurang stabil kalo buat nikung (padahal saya sering banget nikung2 :mrgreen: ) akhirnya urungkan niat buat modif monoshock dan tetep pada aliran stereo shock 😀

    • Sebenernya jika pemasangan shocknya bener dan berkualitas harusnya lebih stabil monoshock loh… tapi sering kali pemasangan monoshock terkendala rangka bawaan sehingga ga bisa bebas mengatur sudut kemiringan

    • Masa biker kreatif kalah sama ginian… tinggal dilas pake plat tebal (7mm-an ) beres dah. Lebih kuat dibanding orinya. Bangga donk sebagai biker Indo yang kreatif

  3. hehehe.. emang, standart ttp yg plng direkomendasikan.
    ternyat tigernya pernah masuk ortopedi.. moga ttp awet smpe akhir mz bro.

  4. Emang mono shockbeaker lebih kelihatan sporty dibanding dengan sepasang shockbeaker. Biasanya sisi sporty ini menjadi sasaran para modifikator motor untuk merubahnya. Tapi harus dilihat dari sisi safety berkendaranya.Takutnya tidak balance

  5. abis liat post ini jadi lumayan terbuka pikiran saya hahaha…

    kmrn saya pasang unitrak di tiger revo thn 2009 dan hasilnya memang menurut saya lebih stabil, karena shock dipasang tepat diatas dudukan standar tengah dengan cara di las tapi tetap saja ada minusnya karena saya jadi gapunya standar tengah karena dudukan dipakai untuk laker shock yang nyambung langsung ke stabilizer yang di las ke swing arm belakang… lari 120km/jam gak goyang dan rebah2 belokan juga anteng…
    intinya semua build-up monoshock tiger tergantung akal2an bengkel ngakali dudukan aja kok 🙂

    just sharing bro, sharing is caring 🙂

      • Bnr itu mas bro, monoshock tipe unitrack lbh mntap dr pd tipe tunggal yg lngsung ditanam di tengah atas armny. kekuranganny pakai unitrack cm ga bisa pakai standar tengah, solusiny ya pakai jalu buat paddock yg universal. Clear masalah.. haha pinter” cr bngkl yg ahli.

  6. Untuk masalah di atas ada beberapa yg bisa di bermasalah.. 1. Ketika pemasangan monoshock, posisi monoshock yg kurang tepat berpengaruh pada kerusakan kecil yg akan membesar.. 2. Untuk bawa barang, dikhususkan untuk motor monoshock jgn bawa barang yg berat melebihi kapasitas monoshock itu sendiri.. Karena kemampuan 1 shock dan 2 shock itu berbeda.. 1 shock tentu gak akan mampu tahan berat barang yg terlalu berat karena shocknya tunggal berbeda dengan 2 shock itu lebih kuat tahan berat benda karena ada 2 shock yg mampu tahan benda tersebut..