Melanggar karena situasi dan inkonsistensi aparat

image

SF punya rekan kerja yang rute hariannya searah dengan SF namun waktu tempuhnya jauh lebih cepat dibanding SF. Doi ngaku lewat jalur khusus. Yang dimaksud adalah jalur khusus mobil dan jalur busway :mrgreen: . FYI jalur yang biasa SF lewati adalah jalan Yos Sudarso yang membelah Jakarta dari selatan hingga utara. Karakter jalan ini adalah jalur dibagi 4 yang terdiri dari jalur motor,mobil dan busway. Satu jalur lagi ada diatasnya yakni tol layang. Nah saat berangkat dan pulang kerja ini rekan SF anti jalur motor (kec. Terpaksa 😀 ). Saat lampu merah juga ga pernah berhenti dibelakang garis putih katanya garisnya saja ga jelas dan lebih memanfaatkan space yang ada. Apa ga takut ditilang bro kalau melanggar? “Ga mungkin, lah wong temennya banyak…” katanya. Sering ketemu polisi tapi cenderung membiarkan. Beda soal saat siang hari. Saat ada dinas luar rekan SF ini jadi alim dijalanan. Lewat jalur khusus motor, lampu utama nyala dan berhenti dibelakang garis putih. Maklum polisi lagi galak- galaknya ….  🙂

Memang unik kondisi lalin di Jakarta ini. Jam berangkat dan pulang kerja rasanya jalanan tak cukup menampung semua pengendara. Alhasil jalur busway yang sekali-sekali dilewati transbus jadi dimaklumi polisi untuk dilanggar. Kalau ga gitu kemacetan jadi parah dan malah menyusahkan semua orang. Yahh terserah saja yang jalanin… kalo SF lebih nyaman lewat jalur sesuai peruntukan, ga was-was kena tilang dan resiko lebih minim.

Ilustrasi foto dari google

12 thoughts on “Melanggar karena situasi dan inkonsistensi aparat”

  1. dari jaman dulu macet…semakin kesini tambah macet……..140 trilyun selama 1 periode atau 5 tahun abis untuk apa yah… main gundu??? :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published.