Waspada penggunaan sealant packing pada motor

image

Siksaan bertubi-tubi saat dulu menunggang GL max saat akhir hayatnya. Modif tanpa perhitungan pada bengkel belajaran makin memperparah kondisi GL. Demi perbaikan si GL ijo SF rela bobol tabungan dari hasil usaha konveksi sewaktu kuliah. Ratusan ribu melayang dengan harapan kondisi GL max bugar kembali. Bengkel dipercayakan seorang kenalan adik yang ngakunya sudah ahli menangani GL series. Enaknya lagi doi mau ambil motor kerumah. Motor diinapkan beberapa hari dibengkel, plus DP beberapa lembar 50 rban. Begitu motor jadi, montir langsung nganter ke rumah SF yang berjarak 15 km dari bengkelnya. Saat motor dateng SF begitu kaget dengan bunyinya seperti mesin jahit.. kuasar poll. Dengan dalih akan memperbaiki ulang, motor sementara ditinggal dirumah SF dan dia pamit pulang dulu. Sisa pembayaran sengaja ga SF lunasi sampai motor beres. Eh montir sialan itu malah ngilang ga kembali. Terpaksa SF gelandang motor ke bengkel terdekat. Setelah di bongkar terlihat sektor atas mesin kering kerontang alias oli ga naik kesilinder atas. Alhasil rompal hampir semua isi head silinder plus rumah nokennya. Setelah diteliti lebih lanjut, ketahuan penyebabnya. Jalur oli buntu oleh sealant packing !!!! Menurut orang bengkel, si mekanik lama terlalu banyak mengolesi sealent pada blok mesin sehingga sealant yang berlebih dan mengering menyerupai gumpalan karet masuk ruang mesin dan menyumbat jalur oli. Akibatnya fataalll!!!. Rontok dah tuh mesin… 🙁  .
Daleman mesin terpaksa dicarikan parts murah hasil hunting di pasar loak plus beberapa parts menggunakan kw2, setelah beres GL ijo penuh kenangan langsung dijual apa adanya. Seingat SF saat itu (tahun 2004) GL max ijo milik SF dijual sekitar 1.5 juta dibawah harga pasar.

19 thoughts on “Waspada penggunaan sealant packing pada motor”

  1. ane juga pernah bongkar mesin sendiri dan sealant kayanya kebanyakan, alhasil sealant yg berlebihan mbleber kemana-mana, untungnya gak nyumpat jalur oli dan sisa sealant ikut terbuang dan menumpuk di daringan oli

  2. sebenarnya ada tip sederhana ngecek oli naik atau enggak…. kendorin tutup klep… hidupkan mesin… setelah itu bukak tutup klep cek semprotan oli di mesin… kalo gak nyemprot berarti oli gak naik

Leave a Reply

Your email address will not be published.