Perlukah aparat mengontrol peredaran assesoris motor

image

Fenomena ban cacing, strobo, toa,  lampu menyilaukan, pernak pernik membahayakan, repot jika itu semua dianggap menambah keren, gagah bahkan gaul oleh sebagian oknum pemotor. Efeknya negatifnya jika ada apa-apa ga hanya terjadi pada diri sendiri namun bisa membawa korban orang lain. Lantas perlukah assesori membahayakan seperti ini dikontrol peredarannya oleh aparat? SF sih setuju bae… karena beberapa kali terganggu oleh hal ginian. Bohlam HID yang maksa dipasang pada batok lampu std misalnya, saat berpapasan rasanya pandangan jadi blankk… apalagi bagi rider kacamataan kaya SF ini. Begitu pula saat berada dibelakang pengguna ban cacing yang tiba-tiba pindah jalur karena menghindari jalan ga rata, trus waktu hujan-hujan juga jalannya kaya cacing, pernah juga kaget ada polisi minta jalan menggunakan bunyian toa setelah nyalip ternyata alay edan.

Namun repotnya bagaimana jika peralatan alay itu dibutuhkan sesuai kegunaannya? Ban cacing untuk balap drag resmi, atau pak polisi yang perlu beli strobo/ toa. Mungkinkah ada ijin khusus pada toko tertentu yang dipercaya? Sehingga yang bisa beli orang yang berhak pakai.
Bagaimana cara jitu menyadarkan rider menurut bolo sekalian….? Monggo dishare..

23 thoughts on “Perlukah aparat mengontrol peredaran assesoris motor”

    1. Sekaliannn yang mempopulerkan.. tabloid roda dua tuh ditutup saja kalo ngajari yang ga bener… apalagi dibikin kontes ga bener segala… jangan kasih tempat ngulas modifikator ngawur biar ga menanamkan image buruk abg labil.

  1. mulai dari segita pengaman sampe kotak P3K pada kendaraan roda 4, termasuk warna lampu sen, daya lampu pada HID termasuk warnanya pada semua kendaraan sudah ada aturannya. Posisi polisi bukan lagi sebagai kontrol tapi punya wewenang untuk menindak.

    Justru yg jadi pertanyaan, knapa polisi lebih memilih menilang pengendara yg tidak memasangkan seat belt atau helm yg sebenarnya lebih berdampak pada si pengendara itu sendiri. Sedangkan penggunakaan lampu HID yg menyilaukan dan melepas mika belakang yg dampaknya membahayakan pengendara lain, polisi tdk terpanggil untuk menilangnya. Bukankah inipun termasuk jenis pelanggaran berlalu lintas ?

  2. kalo asesoris seperti itu mah wajib ditertibkan, kalo masalah alay, kebnyakan motornya matic, matic standard banyak koq yg alay dijalan.
    Yang perlu di didik adalah mental ridernya.

    1. mana berani, lha itu konvoi harley aja suaranya kayak road race, malah dikawal, masuk tol pula. maklum ketuanya kan jendral polisi saat ini

  3. woooyyy jangan buru-buru ngontrol asesoris motor segala, lebih baik kontrol dulu para jendral polisinya biar gak suka makan uang haram hasil korupsi.
    beresin dulu tuh kasus simulator sim, kasus perwira polisi tabrak anak kecil yg gak diproses hukum sampe bapoaknya jalan kaki ke mekah minta keadilan….
    kalo semua petingginya udah bisa dikontrol barulah ngontrol masyarakat.
    #yg ngerasa polisi kalo baca komen ane harap segera sadar

  4. masalah lampu itu yg masang pada mamprang disorot langsung ke pengendara lain, harusnya kan reflektornya agak dikebawahin arah sorotnya biar orang lain gk silau

  5. Paling gedeg saat berpapasan dengan motor yang pake HID..berada di belakang motor yang lampu remnya silaunya minta ampun..ane sering ngerem tiba2 kalau udah ketemu ama motor yang dipersenjatai dengan dua alat ini…asli..ga kliatan..silau men..ane juga pake kacamata soalnya..kadang saya mikir..kok yang beginian gak ditertibin ya? kadang yang make bukan anak muda alay..tapi bapak2..ya bapak2 alay lah tepatnya..ingat umur napa pak?? bukannya ngasih contoh yang baik..kalau menurut saya..aksesoris yang berpotensi membahayakan keselamatan berkendara..baik bagi pengendara sendiri maupun pengendara lain..harus ditertibkan!! Minimal dari pihak Kepolisian memberi edukasi ke masyarakat..bisa melalui spanduk atau iklan layanan masyarakat..slama ini kayaknya para pengguna aksesoris terkait banyak yang tidak merasa dan tidak sadar kalau itu mengganggu dan membahayakan orang lain..mereka anggap itu sah-sah saja sebagai sarana menyalurkn hobi..ya sudahlah jadi kepanjangan saya curhatnya..
    *Berkendaralah dengan santun

  6. di negara maju bkankah peraturan ini udah wajib ditegakkan yah, tak sembarang motor di ubak ubek trutama motor harian..

    emang patut ada regulasi seputar penggunaan aksesori kendaraan harian..

Leave a Reply

Your email address will not be published.