Satu lagi alasan pake Ninja 250 lebih pegel

Selain berkopling tangan, radius putar terbatas, bobot yang berat ada lagi alasan kenapa naik ninja 250 bikin pegel… Ninja 250 ga stabil melibas jalan ga rata lebih pasnya saat berpindah lajur yang ketinggiannya tak sama. Kemaren kebetulan SF beranikan diri menunggang si bolot kembali setelah sebulan bolot dianggurkan pasca SF operasi fistula ani. Otomatis yang menemani kerja sehari-hari antara tiger dan spin milik bunda. Baru keinget ada satu hal yang belum sempet SF share saat mengendarai motor berat semacam N250.

image

Mungkin karena bobotnya yang berat 170kgan serta ergonomi sedikit membungkuk motor terasa melawan saat melewati beda ketinggian jalan, otomatis rider kudu sigap mengantisipasinya. SF kira masalah roda kurang gemuk jadi penyebabnya, ternyata setelah upgrade BT92 120/60 depan dan 150/60 belakang serta upgrade velg belakang jadi 4.5″ masalah “perlawanan” si bolot tetap lebih terasa dibanding naik Spin maupun Tiger. Adik SF penunggang supra dan vixion pun mengamini…

51 thoughts on “Satu lagi alasan pake Ninja 250 lebih pegel”

  1. menurut saya lho ya…sasis secara keseluruhan kurang oke…..hanya stabil waktu jalan kenceng yang gak butuh kegesitan…sasis ninja kalo buat manuver berat banget…IMHO kalah jauh gesitnya sama sasis vixion

  2. beda ketinggian emang ga enak, apalagi di pasiran, goyang dombret (pengalaman waktu kepante) berat berlebih, ukuran ban-velg ga sesuai, mungkin harusnya yang baru daripada di kasih ABS harusnya di kasih traction control, karena kontrol traksi di ninja emang lemah, wkwkwkkw

  3. semua motor saya rasa akan mengalami masalah yang sama dalam kondisi seperti itu, makin lebar ban sebenarnya malah makin ga stabil saat kena jalan yang level permukaannya tidak sama, coba aja pake motor yang bannya ga terlalu lebar dan motor yang bannya lebar melewati trek yang sama, pasti berasa bedanya, yang pake ban kecil lebih mudah dikendalikan dalam situasi tersebut

      1. selain ban lebar, yang berpengaruh pada kestablian menurut saya adalah riding position, sudut komstir dan jenis stang, ninja 250 dengan riding position cenderung racy, sudut komstir cenderung tegak dan setang jepit tentunya lebih susah handlingnya dibanding tiger dengan setang lebar.

        silahkan dicoba ninjanya dipasang stang baplang dan posisi duduknya dirubah mendekati tiger, pasti berasa deh kemudahan dalam handlingnya 😀

    1. Padahal dijakarta jarang ada yang mulus. Jalurku yos sudarso tambal sulam beda ketinggian,plus jalang rusak, plus lubang gorong dibiarkan terbuka,plus tutup gorong2 menonjol… hebat banget ibukota ini

  4. mungkin tergantung postur tubuh sih om,
    ada orang yg nyaman naik ninja tapi orang tersebut gak bakalan nyaman dengan riding position skutik, begitu juga sebaliknya.
    karena sebenarnya memilih motor itu bukan hanya sekedar bisa menaikinya saja, tapi juga harus sesuai antara postur dan ukuran motor .
    IMHO.
    sori kalo ada salah kata 😀

    1. Nah yang ini setuju. Saya postur gak tinggi2 amat, standar orang asia lah sekitar 170an cm. Tapi gak tau kenapa lebih nyaman naik Tiger daripada bebek atau matik, kayanya posisi setang dan badan terlalu deket gitu 😀

  5. Kalau bannya lebar khan memang ada waktu sepersekian detik untuk menapak di permukaan yg ketinggiannya berbeda itu… Maksudnya sisi ban yang satunya sudah naik kepermukaan yg lebih tinggi tp sisi ban yang satunya masih menggantung. Dan sisi ban yg menapak tsb agak jauh dr sisi tengah permukaan ban.
    Beda sama ban kecil, biarpun jg ada sisi yg menggantung, tapi sisi yg menapak aspal cenderung masih agak ketengah, nggak terlalu kepinggir seperti kalau bannya lebar.
    Nuwun sewu nek sok keminter…

  6. Mungkin masalah tapak ban yang lebar dan cenderung profil U atau ‘kotak’ mas. Coba deh sekali2 jajal ban yang profil V, misal masih sama ya berarti masalah bobot.

    Tapi sih dibanding ban kecil ketemu jalan yang sisikanan dan kiri kurang rata jauh lebih aman. Ban kecil di kondisi jalan gitu gampang selip 😀

    Oh ya mas, gak selamanya motor ukuran gede gak nyaman buat riding. Adakalanya sangat2 nyaman dibanding motor peruntukan buat harian (bebek/matik), misal jalan sepi tengah malem :p

  7. Kalau menurut saya, motor ini memang didesain dengan suspensi yang keras supanya stabil dipakai dalam kecepatan tinggi dan menikung. Otomotis dipakai dijalan kriting pasti ga nyaman karena suspensi keras. Coba mobil yg suspensi empuk pasti ga nyaman dipakai di kecepatan tinggi dan menikung. Memang kadang ada kelemahan dan kelebihan memakai suspensi empuk dan keras.
    Kalau ada salah mohon dikoreksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.