Pembatasan jarak tempuh motor… dilema di ibukota

Ga masuk akal… konyoll poll… muekksooo… (emosi nih critanya πŸ™‚ ) . Meski sudah lama pembahasan soal ini bergulir, tetap ga bisa diterima akal.Β  Masak jarak tempuh kendaraan roda dua dibatasi?!!!
Jakarta merupakan sentra bisnis dan sentra pemerintahan. Beberapa pekerja datang kesini karena pilihan , yang lain karena keterpaksaan… bagi kalangan kurang mampu yang datang dari daerah sekitaran kota Jakarta motor tentunya jadi alat transportasi vital. Saat pulang kerja hari terakhir sebelum libur (weekend) sering kali SF lihat rider motor mudik dengan membawa ransel besar/tas dan perlengkapan seperti bersiap menempuh perjalanan jauh.. kemungkinan pulang ke kampung. Apalagi libur panjang dan lebaran.. makin membludak saja turinger motor πŸ™‚
Alasan sebagian orang beli motor juga untuk mudik (lagi-lagi rakyat kecil). Mudik pake motor seringkali juga bukan pilihan… dana cekak , sarana transportasi ga memadai, serta kondisi prasarana jalan serta jadi penyebab utama utama. Pake motor ga perlu mikir kehabisan tiket angkutan lebaran,bensin buat motor juga irit dan murah. SF rasanya pesimis pemerintah bisa memperbaiki transportasi dengan layak… terlalu banyak pengguna angkutan dan kepadatan penduduk terpusat!!. Jakarta Sentris!. Belum lagi keterbatasan area lowong diJakarta, pertumbuhan penjualan kendaraan melampaui pertumbuhan prasarana jalan, akibatnya makin sesak ibukota.
SF merasakan bagaimana susahnya nyari tiket pas liburan panjang untuk pulang kampung, mau ga mau sediakan budget lebih karena angkutan berbudget rendah dah pasti amblas jauh hari sebelum keberangkatan.
Gimana kalau ga punya duid??? Tentu motor jadi alat transportasi yang dapat dihandalkan.

image

Cuma dinegara ini aturan konyol pembatasan jarak tempuh motor sempet-sempetnya dikaji oleh kepolisian dan kementerian perhubungan bahkan sampai diusulkan langsung ke wakil rakyat. Ingat DPR bukan hanya wakil rakyat kaya saja…!

Namun ga bisa dipungkiri. Kenekatan pengendara juga seringkali kelewatan. Boncengan berempat dengan anak istri plus barang bawaan seabrek kaya sirkus mudik kekampung halaman. Dilema jika dilarang tanpa memberi solusi mudik dengan murah dan aman, klo ga dilarang resiko nyawa…

So monggo dirembug gimana enaknya…
Apa perlu pindah ibukota πŸ™‚

Curhat pribadi : Motorku plat L sementara dines di Jakarta… jelas capek kalau kudu jelasin tiap kali dicegat polisi. Iya kalo cuma jelasin, kalo sampe keluar d**t opo ra muangkel.

16 thoughts on “Pembatasan jarak tempuh motor… dilema di ibukota”

  1. lha..saya ja di kalimantan sowan ke keluarga naik motor antar kota provinsi…mas ( bisa sekali jalan -+ 300 km) …’berani batasi’ jarak tempuh ??…antemmi sisan…., lha ongkos jalan naik angkutan lumayan + jalan nya jg semua ga mulus-blusuk daerah hutan gimana? mobil travel ya…ga mau..klo mau sedia 200-300 rb per org. klo pake motor kan hemat..saya cuma habis 50 rb ongkos ( bbm + camilan ) sekali jalan(-+ 300 km)…..hehehhe…, motor ane shogun 125 lawas….

  2. bener mas, kalau dibikin aturan kaya gitu berarti semua motor di jakarta harus berplat B. mutasi ke plat b pun eman2 karena cuma sebentar di jakarta <5th misalkan buat kuliah yg cuma 3-4th ditambah lagi ga punya ktp dki sebagai syarat mutasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.