Pengalaman cari rumah kontrakan. Silahkan pakai jasa agen jika duit berlebih

Minggu kemaren SF sowan ke rumah Sodara sekalian nyari rumah kontrakan di daerah harapan indah bekasi. Setelah melihat sekeliling ketemulah dengan sebuah rumah dengan kondisi lumayan. Langsung telpon nomer yang tertera di pagar itu. Pemilik nomor tersebut langsung menyebut angka 16.5jt bisa dinego. Karena masih ingin melihat rumah lainnya kita lewati dulu rumah itu (padahal nyonya dah ngebet yang ini 🙂 )
Nah tadi pagi pas buka iklan sewa rumah diinternet ketemu lagi rumah yang dimaksud. Rumah tersebut diiklankan oleh salah satu agen property dan dihargai rp. 37 juta!!!! /tahun .. weikkssss 👿

image

search lagi di web lain berharap nemu rumah bagus dihargai murah eh lah kok ndilalah ketemu lagi rumah ini. Kali ini dihargai 20 jt.

image

Jadi kalau mo nyari rumah dan ga mau repot silahkan saja pakai jasa property… kalau saya mah ogahhhh!!! Mending langsung dateng ke lokasi tujuan trus samperin satpam atau sukur2 punya kenalan daerah situ.
16.5jt naik ke 20jt masih cincai lah, lah trus kalau dari 16.5 jt trus sama agen property dinaikkan jadi 37.5jt ya kebangeten ini.

Pengalaman cari rumah dialami juga oleh seorang rekan kerja satu seksi. Bedanya rekan SF ini mau beli rumah. Kasusnya sama kaya SF, oleh agen property rumah incaran dihargai 635jt. Saat dateng kesana rekan SF inisiatif telpon ke nomer yang tertera di pagar rumah itu, pemilik nomor mengaku saudara pemiliknya minta Rp. 585 jt. Trus tanya tetangga kanan kiri dapat nomer telp pemiliknya dan ownernya minta 575jt… wow dengan upaya sedikit saja dapet penurunan harga 60 jt !!!

0 thoughts on “Pengalaman cari rumah kontrakan. Silahkan pakai jasa agen jika duit berlebih”

    1. Yup… ini dipicu juga dengan makin banyaknya seminar beli rumah tanpa keluarkan uang yang ujung-ujungnya diarahkan untuk jadi agen property (pengalaman teman yang pernah ikut seminarnya)

  1. nice share mas…

    share juga

    aku pernah ketemu 2 jenis makelar:
    1. aku mo jual kontrakan, makelar memang bilang ma konsumennya, harga sesuai pemilik, tapi makelarnya bilang ma aku: “harga dinaikin 10 juta untuk dia ya”…lumayan nakal…transaksi gagal…malah ditentukan oleh makelar…cape deh…
    2. ada makelar yg bener2 nyerahin urusan ma pemilik dan pembeli, dia cuma nunggu komisi dr transaksi…nice makelar…walaupun tetep kdg gak rela juga nyerahin komisi makelar di era kemudahan infoemasi internet dan handphone ini…

    ada analisa dari kontan-online, karakter pelaku pasar Indonesia sangat berpotensi untuk membentuk ‘gelembung properti’…dimana persepsi pasar akan kebutuhan properti membuat harga naik tidak rasional dan tetep diterima pasar

    1. Parahnya lagi pemilik langsung ikut-ikutan tren harga naik… waduh pengguna seperti saya dirugikan karena harga tinggal diperantauan makin mahallll…. beli rumah di Jakarta juga ga mungkin saya lakukan . Karena dines saya pindah2 bisa keliling Indonesia tak terprediksi. Beli propertynya ya di homebase (Surabaya). diperantauan cukup ngontrak saja 🙂

  2. kaya ponakan yg kj di jkt, asalnya ngontrak rumah di jkt dkt tempat kj 8jt per tahun. lama2 naik jadi 12jt pertahun. akhirnya kos aja 300rb per bulan tp kluarga di pindahin ke asal (bdg) lagi. muahal yaaa……. bisa langsung bli motor baru tuh dpt uang kontrakan 12jt.

  3. Ya itu mas nasib konsumen properti di jabodetabek….harganya di mark-up sama agen property/makelar…..jadinya miris liat harganya belum lagi problem sama tukang tipu via telpon, pokoknya yg mau beli/sewa dan yang mau jual/kontrakin sama2 kena getahnya.

  4. Saya ada rumah nih di Pondok Kelapa Rp 100 juta bersih termasuk biaya notaris untuk buat AJB. Tinggal renov 10 juta langsung bisa ditempatin. Ga ada lagi deh yang harga segitu di Jakarta.Hubungi 085700065555. Bebas Banjir

Leave a Reply

Your email address will not be published.