24 comments on “Potensi bisnis pengusaha angkot

  1. Buat pembeli bensin dr angkot ini, kecuali sdh kenal, ada resiko juga. Resiko ke oplos atau bensin ga bersih. Pdahal mungkin hanya lebih murah 1000 rupiah ketimbang beli langsung di pom bensin.

  2. betul, orang indonesia kalo kepepet banyak akalnya, ada yg negatif ada yg positif, tapi kebanyakan positif (untung) untuk dianya aja, negatifnya (kerugian) buat orang lain. Hanya di indonesia.

  3. pemerintah kita emang seperti kumpulan anak TK, seneng melempar wacana yang gak bermutu. entah apa yg ada dipikiran mereka saat melempar wacana membedakan harga bbm, apa terpikir oleh mereka kontrolingnya seperti apa?, berapa besar investasi untuk menyediakan sistem kontrol tersebut?
    kalo emang bbm harus naik harga, ya naikin saja. gitu kok ribet. sukanya melempar wacana yang gak jelas, sadar gak sih sekedar wacana aja bisa memicu kenaikan harga kebutuhan?

    • kalo asal naikin efek dominonya bisa merembet kemana2…
      nah ini jalan tengahnya,, pemilik mobil yang banyak menyedot subsidi yang gak seharusnya mereka nikmati..

    • efek wacana itu bukan tidak diketahui lho kisanak, kalo IMO itu bahkan sudah sangat di pahami sehingga di maksimalkan pelaksanaan nya..

      Artinya, dengan mengulur2 dan menunda2 wacana yg sudah di sampaikan, pemerintah hemat segala macam:
      – hemat sosialisasi = lempar saja ke media mereka akan senang hati mengolah berita ini menjadi bahan yg hangat di perbincangkan
      – hemat resiko = analisa tanggapan masyarakat jadi bisa menjadi point penting go atau no go dg wacana tersebut
      – hemat popularitas = menghindari gelombang protes dg alibi kan masih wacana, kalo tanggapan tidak positip / wacana nya tidak bagus pro rakjat jelantah hehe..
      – hemat kerja = kalau dg wacana saja imbas buruknya sudah mulai, nanti waktu di ketok palu resmi masyarakat sudah capek rame di depan akirnya menerima dg pasrah toh sudah kemarin begini2 juga, jadi aparatur negara tidak sibuk mikir solusi
      – hemat anggaran = ya anda tau sendiri, walo masih wacana komite2 panja2 dll dll team team sudah di bentuk demi sebuah wacana, terus terang insentip anggota yg masuk ke panja,komite dll ini bisa di setor ke partay hich mean, akan menghemat anggaran partai untuk kepentingan lain xixixix

      demikian dari IMO saya ya kisanak
      semoga saja tidak benar xexexe

  4. kalo ribet gak usah dipikirken mas,,, biar jadi urusan pemerintah saja,, dari pada gak melakukan apa2 (kata pemerintah) untuk menyelamatkan APBN.. menurut ane dengan kebijakan ini ada harapan untuk bisa paling tidak sedikit menyelamatkan APBN…
    kalo pemilik mobil yang masih sedikit punya urat malu sih paling enggak beli premium yg 6500… yg gak tau malu silahkan beli premium dari tukang angkot yg beda hanya 500-1000 perak…

    • jangan begitu kisanak,…
      Sebagai warga negara yg baik dan bertanggung jawab mestinya kita juga memikirkan nasib bangsa ini hehehe tidak malah tak mau tau begitu, kalau yg anda sampaikan itu benar bahwa ini adalah jalan tengah agar efect domino tidak terjadi maka… Artinya pemegang kebijakan tidak efektif dan not capable of preventing that negative impact betul?

      Kita semua tahu bahwa di dunia ini ada hukum sebab dan akibat, tidak terkecuali dg program, wacana, keputusan uu, dll di negara ini semuanya memiliki imbas baik negatif dan positif nah kalau sesuatu itu baik, maka sudah pasti juga imbas2 negative nya dipersiapkan solusinya bukan..

      Hehehe well ini sekedar imo, alias pendapat pribadi saya saja, lho.. Anda juga bebas mengutarakan pendapat anda tentu saya juga… :mrgreen:
      kan bebas di atur dalam undang2, bebas bersyarikat, berkumpul, diskusi maupun mengeluarkan pendapat toh?

      Maap sekali lagi, komen kepanjangan kisanak hehehe

  5. Berikut pandangan dari saya pribadi mengenai pencegahan penyimpangan bbm bersubsidi mungkin dapat diterapkan..

    Setiap angkutan umum diberi tanda beserta nomor ID yang berbeda pada setiap kendaraan (dapat berupa barcode dgn pola tertentu agar meminimalisir pemalsuan).

    Lalu dari nomor ID tersebut oleh petugas pom bensin dapat mengetahui sudah berapa besar konsumsi bbm subsidi dari angkot tersebut dalam 1 hari, sehingga bisa diketahui normal/tidaknya konsumsi bbm angkot tsb.

    Metode pengecekan lebih baik dibuat dengan sistem online dengan cara scan barcode dari ID angkot tsb, lalu sistem akan mengecek ke server, sudah berapa banyak konsumsi angkot tsb.
    Dengan metode online ini, pemerintah hanya tinggal membuat sistem onlinenya, lalu mengisyaratkan kepada pemilik SPBU untuk membekali pomnya dengan minimal 1 komputer/laptop beserta alat scan barcodenya. Saya rasa lebih baik bagi pemerintah untuk keluar dana yang tidaklah seberapa, dibandingkan dengan tidak adanya pengawasan, sehingga bbm bersubsidi akhir2nya diselewengkan utk kesekian kalinya, yg bisa membuat rugi negara hingga puluhan miliyar rupiah.

    Atau jika ingin dilakukan secara manual (dicatat manual oleh petugas pom bensin), ada baiknya setiap angkot trayek tertentu hanya dapat mengisi BBM di pom tertentu yg telah ditunjuk sebelumnya.
    Mengapa, hal ini guna mencegah terjadinya penyimpangan, spt contohnya Angkot X sudah mengisi BBM di POM A dan oleh petugas POM A sudah dicatat, lalu agar ia tidak di curigai maka supir pindah ke POM B untuk mengisi BBM lagi, begitu seterusnya, sehingga ia dapat leluasa memperoleh BBM bersubsidi tanpa takut dicurigai oleh petugas POM. Dengan cara manual ini tidak dibutuhkan biaya yang besar.

    Dengan adanya track record setiap kendaraan, maka sangat memungkinkan juga untuk pemerintah menerapkan sistem jatah, misalkan dengan jatah 100rb / harinya, karena setiap kendaraan bisa di dapat histori pengisian BBM per harinya. Sehingga pemerintah akan lebih mudah dlm memantau penggunaan bbm bersubsidi.

    Cmiiw 🙂

  6. miris bangsa ini …….kita tuh bangsa dengan kaya akan minyak dan kilang kemana tuh minyaknya malah rakyat yg dikebiri….
    miris miris miris,,,,,,,,,,,,

    • negri ini kaya akan sumber2 daya alam, mas bro kisanak.. Tapi jangan lupa yg mengeksplorasi adalah pihak asing
      kita / pemerintah hanya mendapat jatah persen dari hasil produksi nya heheh jadi tidak semua hasil bakal di jual ke masyarakat,… Dan persenan hasil2 kilang tambang dll tersebut masuk ke pemasukan negara, kemudian di bagi2 dalam apbn dll nya lah
      Loh trus kemana pertamina? Katanya milik anak negri? Lohhhh pertamina juga bumn artinya badan usaha, dia juga cari untung bukan kerja sosial hehehehe kalo jual di luar negri lebih menguntungkan maka di jual lah minyak itu keluar negri… Trus pemenuhan dalam begri bijimane bro? Tenang kita belikan minyak dari tangki2 singapur milik broker2 minyak asing dg kualitas nomer sekian kita supply atas nama pertamina hehehe tentu sudah kita sesuaikan octan nya atau kita olah sedemikan rupa dg zat2 aditif tertentu misalnya, masyarakat tak akan tau, soalnya minyak masuk kilang pertamina dari tangker2 asing, distribusi ke pom bensin oelh mobil2 pertamina so what??? Aman bukan santai… Kipas2 hehehe

      sekali lagi ini hanya perkiraan saya semata jangan di anggap serious,.. Saya harap perkiraan ini salah dan tidak benar, sekedar hiburan.. Dan mengisi waktu luang saja hehehe

      • oh iya miris dan mengeluh tidak akan membawa dampak apapun, cm sekedar prihatin… Jadi mari berdiskusi? Xixixi walopun gak nemu solusi setidaknya kita mengasah hal2 lain daripada cm prihatin a.k.a perih ya di bathin hahahaha

  7. gampang bget tapi pemerintah kok ga kepikiran? bbm naikin semua. cuma pengusaha angkot dikasih bantuan langsung tunai. terus tarif diatur pemda. selesai. malah bagus. pengusaha ilegal jadi gulung tikar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.