Jalur tengkorak… ga salah julukannya, terlalu sering makan korban

jalur tengkorak

Sekali lagi SF ulas mengenai Jalur Tengkorak Plumpang- Tugu-Cilincing-Marunda-BKT agar yang biasa lewat sini makin menigkatkan kewaspadaannya dan aparat terkait bisa mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisinya.

Baru sekitar 3 Minggu SF pindah ke Harapan Indah Bekasi. Sementara tempat kerja tetap di Plumpang Jakarta Utara. Sebelumnya tempat tinggal SF di Condet.

Minggu pertama dikenalkan seorang teman kerja jalur BKT yang bebas macet. Selanjutnya ketagihan lewat sini. Ada rambu peringatan sebelum masuk jalur ini “Awas Hati-Hati Rawan Kecelakaan dan Tindak Kejahatan”. Makanya Jalur ini sepertinya belum dikhususkan untuk jalur sepeda lah sepi banget… sebelahnya sungai besar sebelahnya lagi alang-alang dan tambak. Menurut rekan yang tinggal didaerah ini sering sekali tempat ini jadi tempat pembuangan mayat. eh sehari berselang SF pulang lewat sana bener juga di jembatan kedua sebelah kiri jalan (dari arah marunda) ditutup polisi karena ditemukan mayat. saat penghalang dibuka karena ada mobil dari arah bekasi leat SF nekat nerobos… bener juga SF lihat mayat tertelungkup dengan tubuh hitam membengkak di pinggir Sungai… entah korban pembunuhan atau tenggelam.

Seminggu kemudian saat pulang kerja di Jln Raya Marunda (sebelum masuk BKT) nampak macet sekali ternyata ada 2 pengendara motor berdarah-darah tak sadarkan diri sedang diangkut dengan pickup (entah dalam kondisi tewas atau masih hidup).

Selasa kemaren (saat artikel ini dibuat) saat berangkat kerja SF melihat seorang bapak tua berdarah-darah tak sadarkan diri sedang didekap seorang pria separuh baya. didepannya nampak Dump Truk diamankan Polisi. Sehari sebelumnya teman kerja hampir terlibat kecelakaan beruntun, dua motor didepannya sukses ndelosor gara-gara motor depan hilang grip gara-gara ban kempes kena paku di Jln raya Cacing.

Kira-kira beberapa bulan lalu SF sempat menyaksikan sesosok mayat yang ditutup koran yang ternyata korban pemotor yang dilindas truk di Plumpang. Entah dah beberapa kali SF juga mendengar cerita dari teman-teman yang menyaksikan korban tewas terlindas truk di Cakung-Cilincing (Cacing). Jalanan licin (berlumpur-berpasir) dan ga rata, didominasi kendaraan besar, serta karakter pengendara agresif sering menjadi pemicu kecelakaan dijalur tengkorak ini.

Warga sekitar sudah meminta kepada Pemkot agar dibuatkan jalur khusus motor untuk menghindari kecelakaan fatal (cek disini dan disini ) namun hingga saat ini belum ditindak lanjuti.

Mohon Maaf sekali lagi SF ga bisa mengabadikannya karena ga pernah bawa HP, melainkan Tablet yang berfungsi sebagai HP dan akses ke wordpress. Tablet ini selalu didalam tas dan tas ada didalam box. ribet klo harus bongkar pasang (ga niat jadi blogger nihh… 😛 ) . semoga ketiadaan foto kejadian langsung ga menghalangi pesan positifnya sampai ke pembaca Dimanapun berada agar selalu waspada dan hati-hati apalagi di jalur tengkorak. Mengalah belum tentu kalah tapi mungkin lebih bijak.  jangan lupa berdoa sebelum berkendara minimal basmallah bagi yg muslim.

Artikel ini juga jadi pengingat SF karena masih sering ceroboh, ga sabar dan sering kesusu… semoga selalu dilindungi Allah SWT sampai dapat menyaksikan Faiz dan Nafis tumbuh dewasa nanti.

 

28 thoughts on “Jalur tengkorak… ga salah julukannya, terlalu sering makan korban”

  1. Emang jalan cacing ini mengerikan. Selain buanyaak banget kontainernya, jalannya juga licin karena pasir.

    Harus hati-hati banget kalo lewat sini.

  2. Kalo di lewat jalur ini biasakan jaga jarak dengan truck, pakai pakaian yg warnanya gampang terlihat dari jauh, hati2 dengan retakan dan lubang ketika malam hari……o iya hati2 juga sama pemotor2 alay yg jumlahnya lumayan banyak…..

  3. iya bener jalur cilincing itu emang serem banget,,, tapi herannya kadang masih aja saya suka liat anak muda yg berani ga pake helm,, padahal selain jalanannya rusak jg berdebu, apa ga takut tuh saat kelilipan debu trus reflek ngucek mata, trus depannya ada kontainer,, eew..

    tinggal di plumpang jg bro? hmm..

  4. Sayangnya pemotor A-L-A-Y bejibun di daerah sini, ngeri banget jalan setengah basah dan berpasir, pemotor lenggak lenggok zig zag diantara truk, wooowww..

Leave a Reply

Your email address will not be published.