Makin kuat alasan pakai motor

Pakai motor masih bisa diprediksi sampai kantor… semacet-macetnya masih bisa lewat jalan tikus atau jalur offroad :mrgreen: beda saat naik mobil pribadi atau angkot… begitu macet berangkat kerja tiap semenit gelisah ngliatin jam tangan/Hp. Seperti kejadian Kamis 30 Mei’13 lalu… tak biasanya tiba-tiba Cacing macet total, tugu, simpang lima hingga plumpang (pasar uler) ikut kena dampaknya. SF yang terlanjur masuk Tugu langsung banting setir masuk perkampungan. Nyampai kantor (walang baru), parkiran mobil yang biasanya penuh hanya terlihat kosong… ada sih mobil. tapi milik pegawai yang ngekos daerah situ, yang rame jelas parkir motor. Absen Pagi yang biasanya SF kurang dari jam 7 saat itu jam 7.15. Bisa ditebak sampai ruangan kantor, rekan-rekan yang pakai mobil belum ada yang dateng… biasanya atasan SF yang sudah nyampai jam 6.30 sampai jam 08.00 baru sampai. Temen yang naik angkot lebih beruntung. Diujung plumpang/pasar uler mereka memilih turun dari angkot dan pindah ke Ojek…. yang dateng belakangan sudah kehabisan ojek jadi terpaksa jalan 3 kman. tapi masih beruntung nyampai kantor ngepress ga telat… Yang pakai mobil ya apes…

Di kantor SF, telat merupakan momok menakutkan. Semenit saja telat potongannya lumayan, apalagi yang jam-jaman 🙂
Sooo… makin mantab bagi SF memilih naik motor sedangkan mobil cukup buat weekend saja. sepagi-paginya berangkat kalau kena macet tetep saja telat. Sumber macet ga diketahui tiba-tiba meluas. kata penjaga kolong jembatan tol tempat penyebrangan pejalan kaki/motor dari jam 5 subuh sudah macet. wehhh sangarrr!
sepertinya perlu dikaji lebih serius untuk pindah ibukota, jika segala upaya menanggulangi kemacetan ga berhasil.

0 thoughts on “Makin kuat alasan pakai motor”

  1. Gak boleh beli kendaraan kredit, stop subsidi BBM, tarif parkir mahal… Dijamin tukang sepeda laris manisss 😀

  2. Alasan yang masuk akal mengingat kondisi lalu lintas yang semakin padat. Pusat pemerintahan dipindahkan? imho lebih baik pemerataan pembangunan sehingga urbanisasi dapat ditekan. Daya tarik utama urbanisasi adalah masalah ekonomi dimana di desa hanya terdapat sedikit peluang usaha.

  3. Macet di Plumpang itu udah kayak aliran darah begitu ada sumbatan langsung meluas kemana-mana….problemnya satu kebanyakan truck container…

  4. alhamdulilah masih diparingi kelapangan jalan untuk tidak bermacet ria dan sedikit lebih kencang dari saudara2 yg di ibu kota.

    BTW jalan macet presiden malah didikte orang jepang buat tandatangan LCGC, jiaaaannnn koplakkk.
    kalo presidennya pak karno bisa disobek-sobek tuh lembar tandatangan.
    sekarang mobil mahal jalan tambah padat.
    nanti mobil makin murah, jalan akan amat sangat padat.

  5. yup mantab, solusi memang harus pindah ibukota, minimal dipisah antara pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi, contohnya putrajaya malaysia…CMIIW..:D

Leave a Reply

Your email address will not be published.