BKT Marunda-Menteng Jalur Khusus Sepeda?

BKT MarundaAda perbedaan pendapat mengenai jalur yang memagari Banjir Kanal Timur (BKT) yang menghubungkan Menteng-Marunda. Ada yang berpendapat jalur ini diperuntukkan untuk sepeda
BKT sepeda
ada juga yang berpendapat diperuntukkan untuk umum.
Menurut warga sekitar sangat riskan jika BKT ditutup untuk umum dan dikhususkan untuk jalur sepeda karena tempat ini rawan tindak kejahatan apalagi rute ini jauh dari perumahan penduduk.

Diperkuat artikel korlantaspolri

Jakarta – Pembangunan Banjir Kanal Timur sepanjang 23,5 Kilometer yang melintasi 13 kelurahan diantaranya 2 Kelurahan di Jakarta Utara dan 11 Kelurahan di Jakarta Timur ini semula bertujuan untuk mengatasi banjir akibat hujan lokal.

Namun pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) ini dapat dimanfaatkan pula dengan para pengguna jalan, baik pengendara motor maupun pengendara mobil untuk dapat mempersingkat waktu perjalanan.

Dari uji coba yang dilakukan tim Media Center di lokasi, jarak tempuh yang dilakukan dari Marunda hingga Jalan Raya Bekasi jauhnya mencapai 9 kilometer, tetapi bila menggunakan jalan BKT dapat dengan cepat ditempuh hanya dengan 20 menit saja, namun bila melalui Jalan Raya Cacing dapat memakan waktu hingga 1 jam 30 menit dan jauhnya pun melebihi 9 kilometer.

Dengan ringkasnya waktu jarak tempuh ini, para pengendara banyak yang melalui jalan BKT ini, namun kurangnya marka penunjuk jalan, serta tidak adanya lampu penerang di sepanjang jalan BKT Marunda-Jl. Raya Bekasi, membuat jalan BKT ini menjadi sangat rawan kejahatan bila di lalui pada waktu-waktu sepi seperti malam hari.

Kami menghimbau agar para pengguna jalan yang melewati jalan tersebut berhati-hati dan selalu waspada. Bila sudah larut malam diharapkan agar tidak melewati jalan BKT ini, karena rawan kejahatan serta rawan kecelakaan.

Jadi tenang dan ga merasa bersalah deh lewat jalur ini 🙂

Jalur khusus sepeda tak jarang dikeluhkan oleh pengguna jalan umum. ada yang berpendapat jalur ini untuk mengakomodasi kepentingan segelintir orang namun merugikan ratusan bahkan ribuan pengguna jalan lainnya. Rasanya gimana gitu jalur motor/mobil macet total, trus jalur sepeda kosong melompong.
Namun dimata pengguna sepeda jalur khusus ini sangat dibutuhkan agar pengguna sepeda terlindungi dari keganasan pengguna kendaraan bermotor. Repot memang jadi pemerintah… masing-masing orang punya kepentingan dan kebutuhan sendiri-sendiri. Beberapa golongan ingin polusi dikurangi dan kualitas kesehatan meningkat beberapa golongan merasa keberatan karena menambah macet dan bikin pemborosan.

Klo SF mah ngikut aturan saja dah… dilarang manut, dibuka untuk umum juga manut.

0 thoughts on “BKT Marunda-Menteng Jalur Khusus Sepeda?”

  1. selama sopan dan menghargai kendaraan yang lebih kecil, jalur digabung tidak masalah…
    Meskipun jalur di pisah, tapi ugal2an ya percuma

    tak iye?

    1. kok malah ribet ya… badan kringeten kudu mandi dulu dikantor, belum lagi capeknya, trus laper-sarapan… Apalagi polusi Jakarta dan panas. makin gerah saja 🙂 klo di daerah yang adem dan pengendara motor ga ngawur mungkin bisa jadi pertimbangan

      1. saya bike to work tiap hari bro, sudah 3 tahun lebih, tiger hanya keluar seperlunya saja,

        pendapat dari om smartfaiz merupakan pendapat saya dulu sebelum memulai bike to work, alhamdulillah segala kerepotan selama bike to work terbayar dengan kesehatan, stamina meningkat, dan yang penting biaya transport bisa di press sedemikian rupa

        waktu tempuh malah bisa dibilang lebih cepat dari motor karena saya bisa maintain speed stabil

        silahkan dicoba dan rasakan bedanya bro

        1. oh iya nambahin lagi, bebas stress di jalan akibat macet dan malfungsi kendaraan kaya mogok, dorong motor karena ban bocor dan ga bisa lewat karena banjir, hehehhe.

          im bikers and cyclist too, but i must say “sepeda lebih worth dari segala sisi dibanding motor untuk saat ini”

  2. jalur sepeda nggak masalah, asal sepedahnya ada dan memang sering lewat.
    kalau jalurnya ada tapi sepeda nya nggak ada yaa mubazir, kalau mau dipake buat sepeda hanya sabtu, minggu dan libur yaa silahkan dibuat peraturan atau portal yang bisa dibuka/tutup.

    sepertinya jalur BKT masih sengketa anatara dephub dan PU, yang meyebabkan jalur BKT dilarang dilalui kendaraan bermotor.

  3. di Indonesia kalo mau pake sepda mikir-mikir, cuaca tropis panasnya ampun-ampunan, apalagi jakarta.
    jadi memang beda lah, jangan samakan dengan luar negeri yg adem, di sana naik sepeda bisa ngangetin badan malah.
    kalo di sini boro-boro anget, yg ada malah mandi sauna.

    1. belum lagi polusi… sepedaan jelas bikin badan menghirup oksigen lebih banyak… tapi disini udaranya dah tercemar. masker biasa jelas ga mumpungi. kudu pake masker kaya petugas ati huru hara

  4. ane suka sepedahan, tapi suka motoran juga, kalo sengketa jalur bkt ini… saya bingung mau belain yang mana… hehehe

  5. Sebisa mungkin menaati aturan, kalau daerah duren sawit ane lebih suka lewat jalan yang diperuntukkan untuk kendaraan bermotor daripada menggunakan jalur sepeda.

  6. dari arah bekasi memang jalur kanan ditutup seperti gambar paling bawah, makanya ane pake jalur kiri yang tidak ada rambu apapun

  7. Black_Viper :
    Maaf Pak itu perjalanan brp km ya? kalo PP 110km gempor pak ….

    harian pulang pergi sekitar 15 km (numpang di rumah sodara, mendekati kantor)

    weekend (kadang masuk kerja juga) PP 70-an km

Leave a Reply

Your email address will not be published.