Ketika Power Bukan Segalanya untuk motor, ada ceruk yang bisa dimasuki

Berapa banyak diantara pembaca yang mempertimbangkan Power tertinggi saat mempertimbangkan untuk membeli motor sport? beberapa orang yang suka ngebut mungkin banyak yang mempertimbangkan ini. Namun di golongan pekerja seperti SF ini, power sebuah motor hanya angka-angka yang tertulis dalam brosur.
Diparkiran motor penghuni mayoritas adalah matic. nah disini produk honda mendominasi. beberapa Vario series dan Spacy terlihat mendominasi. Alasannya bisa ditebak… fungsional, irit, tangki besar, dan jaminan sparepart (ini perlu bagi motor harian), diantara mereka mempertimbangkan power saat beli motor? blasss ga kepikiran. Tapi kalau dikasih power berlebih ya dianggap bonus 🙂

Pengguna sport juga demikian vixion, megapro primus,tiger, NMP,dll. beberapa diantaranya dibekali box. Ngga ada tuh yang mempertimbangkan power saat milih motor. ada yang alasannya ga capek buat jarak jauh,awet, stabil, tangki besar bikin ga sering mampir mbensin, bahkan ada juga yang alasannya irit. Power tinggi atau kencang jarang dijadikan alasan rekan-rekan ini.
Apakah ndak penting? eh ndak bisa dibilang gitu juga sih. sport yang ada di kantor SF berkubikasi 150cc keatas. performanya dipandang cukup untuk nyalip angkot bahkan untuk melaju diatas 100kpj. dan itupun jarang dilakukan. Kalau dikasih power lebih ya sekali lagi …diangep bonus :).
Jelas beda dengan pengguna motor berjiwa muda… power itu penting! Ini terjadi juga saat SF SMU dulu. SF pengennya RGR ga dituruti karena 2 tak dan terlalu kenceng, minta tiger juga kemahalen, Minta GL Pro juga ga dapet. Ortu akhirnya membelikan GL Max yang CCnya terpaut 35cc alasannya irit,awet, dll

Sebenernya disini ada ceruk pasar yang belum dimanfaatkan pabrikan besar … Opo kuwi????
Sport fungsional !!! (sudah beberapa kali sih SF nulis usulan ini)
misalnya sport helm in tanpa kopling tangan. SF salah satu yang paling demen sama motor beginian. saat motor ini diluncurkan pasti muncul beragam reaksi ada yang setuju adapula yang mencibir dan jadikan ini bahan black campaign. Biar aman ya keluarkan saja 2 vesi yang satu sport helm-in kopling manual, satu lagi versi helm-in kopling semi otomatis layaknya bebek. Layaknya DN-01 lah… bedanya di DN01 rider bisa memilih transmisi Otomatis atau manual 6 kecepatan. klo ini jelas kemahalen 🙂

Honda DN-01 tanpa kopling tangan

Sport Helm in tanpa kopling tangan perpaduan NC700 dan DN01 ….Om-om kantoran pasti demen motor ginian 🙂

Nb: NC700 ternyata juga tersedia versi DCT (dual Clucth Transmision)

0 thoughts on “Ketika Power Bukan Segalanya untuk motor, ada ceruk yang bisa dimasuki”

  1. saya juga tertarik kalo ada motor sport kopling otomatis, apalagi ada bagasi di bagian depan. kalo helm in dianggap kebesaran, bagasinya seukuran motor bebek aja gpp, yg penting bisa nyimpen jas ujan 2 pieces 🙂

  2. motor sport bertangki bagasi sebenarnya punudah lahir sejak dulu pada motor eropa,
    aprillia mana, ya.. pelopor sport helm in setau saya (CMIIW)

  3. Saya juga pengen tuh sport fungsional tapi kalau bisa matic aja kaya piaggio DNA 180…sekarang nyari secondnya susah bener….kenapa ya pabrikan Jepang gak mau bikin….?

  4. Akur, memang road bike sepertinya lebih mengedepankan ergonomi nyaman khas motor touring, irit, dan fungsional. Untuk performa lebih mengedepankan akselerasi daripada top speed.

  5. waduuh setuju banget nih..sport tanpa kopling tangan alias semi otomatis. jaman sekarang mau keren ga perlu susah dong 😛
    bagasi asalkan cukup buat jas hujan sudah cukuplah

  6. Tiap org punya pandangan yg berbeda2
    Klo org yg biasa nongkrong di blog biasanya menjadikan power di atas segala2nya….
    Tapi ternyata di luar sono, justru kebalikannya lho.
    Justru yg di cari itu yg fungsional, nyaman dikendarai dan juga irit.

    .
    .
    ==============================
    Dicari Agen/Reseller/Dropshipper:
    http://sarungjokcooltech.wordpress.com/
    ==============================

  7. kalo ane udah ga terlalu mempertimbangkan power buat memilih kendaraan, yang penting nyaman dan stabil diajak bermanuver hingga cornering. kalo fungsionalitas ane ga butuh bagasi gede dsb, standar motor berkopling aja deh

Leave a Reply

Your email address will not be published.