Parkir Liar= preman, Ormas=Mafia?

SF terinspirasi dengan artikel di sini, dan sempat memberi komentar di artike tersebut. Intinya mengenai petugas parkir liar yang meresahkan warga Harapan Indah

Lucu juga tukang parkir ini… beberapa saat lalu saya mampir di indomart dekat pintu gerbang duta bumi 1- Harapan Indah. saat memarkir mobil tidak ada tukang parkir yang saya lihat. begitu saya keluar beli es bubble eh ada tukang parkir baru dateng menggunakan seragam dan topi DISHUB yang nampak lusuh!!! saya keheranan apakah mereka petugas parkir resmi yang terdaftar di dishub? ga mungkin donk mereka pegawai dishub yang nyari ceperan jadi tukang parkir. Setelah itu saya bercakap-cakap dengan salah seorang konsumen di Indomart yang kebetulan sama2 antri beli bubble ice di depan Indomart itu… beliau menjelaskan kalau pemuda itu adalah petugas parkir liar yang dikoordinasi oleh organisasi kemasyarakatan yang berkuasa di daerah itu. mereka diwajibkan setor jumlah tertentu kepada induk semangnya… SF belum bisa memastikan kebenaran info yang disampaikan pengunjung ini… namun dari prakteknya yang ga pernah memberikan karcis parkir kepada pengguna kendaraan yang parkir disitu bisa ditebak info dari pengunjung indomart ini kemungkinan ada benarnya.

terkadang miris melihat fenomena disekitar kita ada yang harus bercapek-capek bekerja menghasilkan uang demi untuk makan sehari-hari… ada yang jadi pengemis berkedok tukang parkir liar yang tinggal menegadahkan tangan memaksa pengguna kendaraan membayar sejumlah uang parkir kepada tukang palak ini. Lahan tempat parkir jelas bukan lahan umum melainkan property indomart tapi kenapa indomart mendiamkan hal ini…
Ya ga bisa disalahkan juga sih daripada cari perkara sama Ormas yang berkuasa di sekitaran Harapan Indah mending dibiarin saja…
Dulu hal ini juga menjamur di PRJ dimana parkir liar banyak dikelola petugas parkir liar yang berlindung dibalik ormas.

Jasa parkir meski liar kadang dibutuhkan untuk mencarikan space parkir, untuk menjaga kendaraan/ helm di tempat-tempat keramaian terlebih kalau kendaraan ditinggal tanpa pengawasan. Tapi kalau bukan dipusat keramaian kadang bikin jengkel juga. Misal di depan ruko cuma butuh fotocopy Rp. 200 tapi bayar parkir Rp. 1000, yang bikin jengkel bawa mobil kena Rp. 2000. kalau mobil/motor ditinggal sih mungkin ga masalah kita nitip tukang parkir… lah ini naruh motornya di depan mata kita sendiri kok dikenakan parkir. Lahan parkir juga punya empunya toko. yang lebih jengkel sendiri saat beli mie ayam di pinggir jalan empunya makan mie diatas sadel motor begitu pergi disuruh bayar uang parkir… kaya yang punya jalan saja…. Bahhh…. Begitu ada kejadian helm ilang atau kendaraan ilang eh tukang parkir ga mau tanggung jawab.
nanti lama-lama berhenti di lampu merah kena ongkos parkir lagi… Inilah bangsa kita banyak yang masih punya mental pengemis… Berkarya donk bermanfaat bagi yang lain, jangan jadi parasit!

51 thoughts on “Parkir Liar= preman, Ormas=Mafia?”

  1. padahal mereka rata2 masih usia produktif dan mampu untuk bekerja,biasanya kalo ada pengamen yang anak muda,saya nggak mau ngasih…masih muda kok dan ngemis…

  2. bubarkan sajalah ormas2 yang ada, gak fungsi sama sekali yang ada malah meresahkan masyarakat aja. hampir semua ormas dah kayak preman yang rebutan daerah kekuasaan. bahkan ormas yang berbasis agama juga terkadang kelakuan dan sikapnya gak kalah sama preman. kumpul2 5-10 orang mungkin masih gampang diatur, omongan komandan masih didengerin, lebih dari itu hem…. kelakuan dah kayak masyarakat gak beradab.

  3. Ormas itu tetap dibutuhkan..

    Klo tukang parkir itu kalian singkirkan, besoknya dia nganggur, trus malemnya dia jadi maling diatas genting kontrakan dalem gang ente.

    trus paginya mati digebukin warga lu.

    ya bgini klo pemimpin negara ga punya visi misi sampe ke akar rumput, bukan salah mereka yg cari makan dg cara begini,

    1. masih banyak jalan lain mas daripada jd maling. itu sih bukannya ga ada pilihan tapi cuma mau cari jalan pintas.

      90% ormas kita udah taulah apa sih fungsinya. cuma segelintir aja yg benar2x murni ormas. company tempat saja kerja juga pernah punya masalah koq sama “ormas”. hebatnya tuh ormas bisa tiba2x berdiri gitu pas ada kepentingan ekonomi terlibat.

  4. ya itulah kenapa jepang & belanda gak betah lagi jajah negara ini, takut tank/ kendaraan perang mereka dipalak ama parkir liar :mrgreen:

  5. gini lho penjelasan singkatnya.

    tukang parkir liar yang biasanya preman setor ke ormas2nya.
    terus dari ormas2 tu disetor lagi ke pulisi atw pgawai pemerintah lainnya.

    itu sih yang saya lihat di parkiran kantor istri saya . . .

  6. Begitulah negeri ini, budaya menjajah yang lemah sudah menjadi warisan penjajah. Kadang bingung juga dg biaya parkir, area bukan milik sendiri, kehilangan dan kerusakan tidak diganti, menimbulkan kemacetan tidak peduli, tapi biaya parkir makin tinggi, hadeuh, sabar saja.

  7. gua pernah didaerah depok… beli gorengan dipinggir jalan… turun pun engga dari motor… setelah bayar tukang gorengan… ada tukang parkir nyamperin… minta uang parkir… lantas aja gua protes ke tukang gorengannya… hahaaa… untung aja tuh tukang gorengan langsung ngusir tuh tukang parkir geblek… endonesiaaaaaahh

  8. di bbrp spot di sektor sekitar saya pernah tuh ada yg coba2 mulai narikin parkir. Saya tanyain izin dr mana? disebutin ormas etnis lokal. Saya bilang ini daerah punya warga sini, urus ke RW dulu kalau ga mau urusan.
    Karena dicuekin oleh org2 yang ga merasa biasa bayar parkir akhirnya hilang sendiri.

  9. Waaahh..kok ada ya ormas yang bgini…ormas itu kan harusnya jadi pengartikulasi kepentingan masyarakat..ini kok malah jadi mafia?!!…paraaah..

    (Setelah ± 6 bln jd silent reader akhirnya berani jg ngomment artikelnya mas SF..hehehee..kebetulan ini ada hubunganx sm skripsi yang lg saya garap mas..soal peran ormas di daerah saya..kalsel..n’ ini kaya’nya bs jd tambahan referensi saya, klo di jkt ada ormas yang malah jd mafia..wiihh..)

  10. Urusan parkir ini memang ribet karena bukan cuma ngelibatin ormas tapi juga oknum aparat….tapi kalau mau rapih ya memang harus di atasi segera sebelum terlanjur jadi kronis….tinggal mau atau tidak…

  11. ini memang preman yg berkedok,dikira uang 2000 itu gak ada artinya apa,padahal dengan rp 2000 udah dapat beli buku nota rangkap dua,beli shampo,beli gorengan dapat 4,pokoknya aku untuk mobil setiap hari rata2 keluar uang buat parkir aja15-20 rb,sebulan udah berapa uang keluar buat bayar parkir illegal aja,oknum2 penjahat ini harusnya diberantas sampai akar2 nya sebelum bertambah kronis,soalnya di surabaya makin hari makin parah mas,berhenti dipinggir jalan naik mobil cuman hitungan detik buat nurunin saudara mau naik bus keluar kota,datang tukang parkir(madura),dikasih 1000 gak mau minta 2000 (JL.Pasar kembang),kemarin berhenti 3 detik di depan toko teman,ternyata teman lagi gak di toko kena parkir 2000(JL.tunjungan),pernah juga naik motor berhenti 8 detik’an untuk ngecek saldo aja atm di BCA wiyung,dan ternyata belum ada uang masuk,parkir sebentar ditarik 1000,lagi gak bawa uang blas jadi gak kubayar cuman tak bilang nanti sini lagi ada yg ketinggal di rumah,hahaha

  12. Bagi sapa aja yg pergi k mini market tp ada tulisannya bebas parkir n lihat ada tukang parkir d mini market lebih baik jgn d kasih..
    karna pihak minimarket udah bayar k dishub..
    klo tukang parkirnya msh ngotot aja untuk d tarik uang kita lapor dl k polisi klo msh ngyel lapor lgsg k dishub..

  13. Di kemayoran baru dekat indrapura banyak usaha ban liar memakan lebar jalan, plus tukang parkir liar tampang preman, biasanya dari orang orang itu itu juga. Kalo ada sampah di bakar, kalo parkir truk di depan rumah tangga orang lain, kalo di protes, bikin gaduh dan meresahkan.

    1. Saya barusan kejadiannya. Ambil jam yang di service. Parkirnya di depan toko jam. Nah, jam yg di service lom selesai. Ga sampai 2 menit. Di minta parkir 2 ribu. Ga saya bayar. Lahan toko jam dijadiin tukang parkir oleh oknum2 tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.