Ikat barang diatap mobil saat mudik, antara kebutuhan,kenyamanan, dan….kerepotan

image

Ada  sisi positif dan negatif ikat barang di atap mobil… berikut beberapa catatan penting sebelum memutuskan untuk menaruh barang di atap mobil berdasarkan pengalaman mudik bersama taruna
– hindarkan menaruh barang langsung diatas tanpa roof rack karena beresiko amblesnya atap, serta resiko lepasnya barang karena ikatan kurang kuat. Mengikat barang diatap tanpa roofrack deggan cara melingkarkan tali menembus kabin resiko merusak cat,seal,serta resiko tali terputus karena terjepit pintu. Hal ini menjadi alasan polisi menilang karena membahayakan pengendara lain.

image

– pastikan mengikat kuat barang bawaan. Berikut tips SF ikat barang di atap: barang-barang ditata rapi diatap, untuk baiknya bagian belakang lebih tinggi dibanding depan agar aerodinamis mobil ga terlalu rusak. Selanjutnya ikat barang dengan tali tampar dengan kuat pastikan semua barang mendapat tekanan dari tali. Hati-hati barang pecah belah. Setelah barang terikat kuat, pasang terpal dan ikat dengan tali sedangkan SF sendiri untuk mengikat terpal menggunakan jaring pengaman.
– ukur ketinggian mobil+barang diatas. Saat melewati gerbang tol jangan masuk gerbang tol untuk mobil pribadi karena ada portal setinggi 2.1m (mobil SF kemaren ketinggian mencapai 2.2m), jadi masuk jalur untuk bus/truk
– laju mobil jelas berkurang. Dalam kondisi normal laju taruna SF enteng nembus 140kpj, namun kemaren sat mudik maksimal hanya bisa lari 120kpj itupun kondisi gas masih sisa banyak, namun kecepatan sudah ga bisa bertambah (ditol cikampek). Kestabilan jelas berkurang karena titik berat makin diatas… jangan paksakan zigzag dan kurangi kecepatan saat melahap tikungan.
– siapkan waktu ekstra mengikat barang bawaan diatas. Untuk proses mengikat barang butuh 2 orang untuk menaikkan barang keatap dan mengikatnya. Prosesnya sendiri lebih dari sejam… jangan naikkan barang ke atap jika sekiranya dibutuhkan diperjalanan. Karena sungguh ga mungkin bongkar pasang barang diatap selama perjalanan… bisa membuang waktu percuma.

image

– menaruh barang diatap memang mengganggu estetika, merusak aerodinamis mobil sehingga laju tertahan,bensin boros dan ga stabil namun efek positifnya kabin mobil jadi lega… saat berangkat mobil SF mengangkut 3 dewasa 2 balitan si faiz seolah punha kamar sendiri di baris ketiga… tinggal bawa bantak dan guling kesayangannya tidur deh sepanjang perjalanan. Saat balik ke Jakarta mobil ketambahan 2 penumpang jadi kabin terisi optimal. ga bisa dibayangkan kalau barang ga diikat diatap….
– jika sering perjalanan jauh dan punya uang lebih SF sarankan pasang roof box saja karena ga mengganggu aerodinamika dan praktis… kalau untuk mengirit biaya mungkin pasang roofbag bisa dijadikan alternatif. Klo biaya lebih terbatas lagi ya seperti SF mending pasang roof rack saja… fungsinya bisa buat pindahan rumah tuh :-). Kulkas, lemari,TV,sepeda,kerdusan,kasur,sofa bisa diangkut diatas…. asal kuat ngangkat saja :mrgreen:

image

0 thoughts on “Ikat barang diatap mobil saat mudik, antara kebutuhan,kenyamanan, dan….kerepotan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.