Modif motor untuk fungsional, tampilan dan performa sikut-sikutan

image

Ga dipungkiri modifikasi yang dilakukan pada motor ada konsekwensinya… modif fungsional maupun safety seperti pasang rear box, lebarin ban belakang, ganti cakram lebar, dll jelas menambah beban motor yang endingnya mempengaruhi performa motor. Beberapa rider yang demen modif fashion menambah berbagai macam pernak pernik dimotor seperti windshield,engine guard,rearhugger, kondom tangki, dll ini efeknya sama dengan yang diatas. Karena ga ingin performa motornya ngedrop banyak yang mengupgrade performa motornya. Bahkan hingga yang ekstrem sampai bore up segala.. eh lupa ….jaman sekarang ini kurang ekstreem 😆 ada yang sampai pasang tambahan silinder jadi motor multisilinder (mekanik Indonesia emang ediannn)

. Pertimbangan untuk upgrade mesin mengimbangi modifikasi yang dilakukan malah bisa jadi boomerang… mesin di oprek bisa menurunkan ketahanan mesin, ditambah lagi bobot motor bertambah,  tambah berat lagi beban yang ditanggung mesin. Makin sengsara lagi kalau bikernya songong mentang-mentang motornya bagus,suara gahar dan bertenaga jadi suka ngebut dan show of pakai acara selap-selip spion dilipat, geber-geber gas kaya orang kesemutan, ya jelas ketahanan mesin jauh melorot…

image

enaknya bentar abis gitu mesin rewel… kalau udah gini jadi kapok dah…  kuatirnya insaf tapi malah tersesat… mesin dibiarkan standar tapi bodi diperingan ikutin fashion yang dipuja-puja berbagai tabloid motor penyebar ajaran sesat… motor protolan ditambah ban cacingan.

image

Malah ngalor ngidul bahas yang ga jelas 🙂
poinnya adalah: modif itu mutlak menghasilkan kepuasan bagi empunya tapi pertimbangkan konsekwensinya… SF sih sadar modif yang dilakukan pada tiger maupun ninja bisa menurunkan performa motor…  karena ga ingin performa kedodoran SF lakukan sentuhan sedikit pada motor. Mentok pakai parts PNP seperti knalpot misalnya. Atau perbesar ukuran gir belakang agar ringan tarikannya… ini bukan buat ngejar performa maksimal namun menghindari penurunan performa dengan meminimalkan potensi merusak mesin.

Banyak orang berusaha mempertahankan kondisi standar motor seperti standar dealer… yo monggo… silahken kalau sudah puas, atau kebutuhan sudah terpenuhi… riding juga soal kepuasan kok 🙂 .

Karena bagi SF motor bukan hanya moda transport tapi juga hobi jadi ya gatel kalau kendaraan dalam kondisi standar. Spin milik bunda,tiger,N250 semua tak lepas dari sentuhan modif…. belakangan Taruna yang baru berumur beberapa bulan ditangan SF juga kena jamah… hadew… susah kalau modif sudah jadi suatu kebutuhan yang adictif

image

0 thoughts on “Modif motor untuk fungsional, tampilan dan performa sikut-sikutan”

  1. Pngalaman ane di club stria modif mesin smpe extreem .orgnya mlah biasa aja.ga show off .yg modif tangung dan dibgkel ga jelas malah koar2 ma rding show off

  2. entah kenapa ya kalo modif utak atik mesin, keknya ga pernah terpikir .
    Lebih seneng modif tampilan sama kenyamanan motor . .

  3. Sampai sekarang suka bingung kalau ada pertanyaan ingin motor kencang tapi bensin tetap irit…..apa mesti dijawab dinaikin ke atas pesawat aja…..

Leave a Reply

Your email address will not be published.