Ikat barang pakai roofrack, sekuat apapun bikinnya tetep jadi sasaran oknum berseragam

image

Dua kali kejadian ga mengenakkan terjadi di Bandung. Beberapa waktu lalu SF pernah singgung seorang kerabat jauh kena tilang di Bandung gara-gara mengikat barang bawaan di kap mobil tanpa menggunakan roofrack. Kali ini kembali terjadi seorang rekan  bercerita saudaranya kena tilang polisi Bandung karena kasus yang hampir sama. Bawa barang bawaan di atap dengan roofrack bikinan sendiri. Dari foto-foto roofrack yang dikirim ke SF lewat whatsapp nampaknya roofrack bikinan sendiri ini cukup kuat. Rekan saya cerita cara ngiketnya juga ga sembarangan pake klem (tak tampak digambar garena sudah dilepas) bahan kayunya juga cukup kuat. Pemilik mobil ini yakin roofrack buatannya ga kalah kuat dibanding roofrack yang dijual dipasaran. Namun apa daya saat lewat Bandung tetap saja kena tilang oknum berseragam. 150rb pun melayang…. ! 👿

image

Maaf… bagi oknum berseragam mbok yo jangan menebar kebencian dimasyarakat, kalau tilang dengan alasan membahayakan pengemudi lain ya di cermati betul dicek ikatannya kuat ga, barangnya rentan lepas ga? Ga asal main tilang gara-gara lihat roofracknya bikin sendiri.
Masa alasan tilangnya membahayakan pengguna jalan lain, tapi kok setelah bayar tilang pengemudi boleh melanjutkan perjalanan dengan barang masih diikat diatap?

image
kalau ini memang beresiko. taruh barang di atap tanpa rak/rel diiket tembus kabin.

 

“Salah satu doa mustajab yang dikabulkan Allah yakni doa orang teraniaya”

32 thoughts on “Ikat barang pakai roofrack, sekuat apapun bikinnya tetep jadi sasaran oknum berseragam”

    1. Masa sih om? ane pengalaman sendiri ko liat motor Ninja 250 sama CBR 250 diangkutin sama polisi gara2 pake knalpot aftermarket pas lagi ada razia malam, padahal ga sedikit dari knalpotnya yang udah pake db killer jadi suaranya udah 11-12 sama knalpot standar, tapi kalo yang bener2 free flow buat di sirkuit sih ya udah pasti kena itu mah, yg pasti alasannya katanya bukan asesoris standar -,-”
      lebih parahnya lagi pas mau diambil di markas polisinya tu knalpot pada ilang, termasuk knalpot dbs ori cbr 150 temen ane -,-“

    1. Xenia gambar dibawah itu yang bahaya harus ditindak memang karena ga pake rack/rel… hanya ditaruh atap trus diikat tembus kekabin. resiko melorot. kalau pakai rak meski buatan sendiri harusnya ga masalah. saya sendiri mudik PP Jakarta-surabaya-Jogja-Jakarta kondisi barang diikat diatas rak lari 120 beberapa kali ga masalah. posisi barang saat berangkat dan sampai tujuan ga bergeser sedikitpun. tapi ya gitu proses menata barang dan mengikatnya 90 menitan …kwqkkqk

  1. Plat-nya B ya? Emang jadi inceran lah disana….tapi secara peraturan memang bila menggunakan asesoris tidak standar dapat ditilang.

    1. weitss sadis… 🙂
      banyak juga loh polisi yang bersahabat…. Jika korban penembakan bener-bener polisi yang menunaikan tugas negara dan bersih semoga diterima disisi – Nya

  2. sodara jauh ane mau niat masuk polisi gak diijinin sama ortunya, wkwkwkw takut suatu saat nanti jadi tukang palak di jalanan. 😀
    padahal anaknya lumayan pinter, badan juga oke. duit apalagi..

  3. Mohon diulas undang-undangnya gan, kalau yang berhubungan dg pak polisi, saya terkadang bingung sampai sejauh mana wewenang kepolisian, ada yang bilang hanya mengurus kelengkapan surat-surat, sedangkan kelayakan kendaraan wewenang dishub.

    1. pakai pasal sapu jagad… membahayakan pengendara lain 🙂 bukan masalah kelayakan kendaraannya tapi gara-gara kreatifitas pengemudinya… klo masalah aturan saya sendiri bukan ahlinya :mrgreen:

  4. Karena kecepetan mudik (H-6), tol masih sepi pemudik sehingga saya jadi sasaran polisi yang lagi nyari THR. Mereka 3 orang berseragam, menggunakan sedan polantas tapi tidak ada nama di seragamnya. Di ujung CIPALI.. saya kena tilang (polres Majalengka) katanya karena pelanggaran barang disimpan di roofrack. Rp.500.000,- masuk dompet mereka..
    sepengetahuan saya, saat itu mereka sudah menyetop 2 kendaraan pemudik seperti saya

Leave a Reply

Your email address will not be published.