Motor masa depan seperti apa? Ada sedikit pesimisme soal kualitas

Terinspirasi dari artikel nunjauh di ufuk timur Indonesia di blog bakulkangkung mengenai imajinasi bagaimana seharusnya motor masadepan. Kali ini SF ingin ulas dari sudut pandah berbeda. Coba bayangkan anda kembali ke 20 – 30 tahun yang lalu ? Jika anda hidup dimasa itu terus ditanyakan pertanyaan yang sama. Bagaimana motor masa depan menurut anda?

Nah..kembali kedunia nyata? Lihat motor sekarang dan bandingkan dengan motor era 80an… apa yang beda ?
Coba SF ulas beberapa hal hasil wawancara dengan senior yang jadi biker di tahun itu
Motor sekarang :
– rem pakai cakram
– ga pake shock 🙂 (shock didalem aka monoshock 🙂 )
– ga pake karbu (injeksi)
– spedo digital
– bukan hanya motor untuk transportasi tapi fungsinya meluas, bisa nyimpen anak beruang di jok 🙂
– ga pake ban dalam
– lampu ajaib nyala sendiri tanpa diperintah 🙂
– hidupin motor tinggal pencet
– lebih buanter dan uirit
– dll. Beberapa fitur diatas mungkin beberapa sudah diterapkan dimotor premium saat itu… kalau sekarang jadi fitur wajib motor entry level
Namun jika dilihat dari sudut pandang berbeda , motor masa depan dari sudut pandang 30 tahun lalu ternyata banyak menyimpan kelemahan. Hal ini gak bisa lepas dari persaingan dalam industri otomotif yang makin ketat. Tak hayal pabrikan tertantang menciptakan produk diterima pasar dengan cara menekan harga.
Orang jaman dulu mungkin tak mengira tangki motor sekarang gampang bocor, perawatan makin susah,bodypart seperti krupuk, mesin gampang jebol, dll…
Pernah baca komentar pengunjung (mbugh lali dimana 🙂 ) motor sekarang didesain untuk pemakaian beberapa tahun saja… selepas itu motor bakal banyak masalah, sehingga mendorong pemilik ganti motor baru. Beda dengan motor dulu kesannya diciptakan untuk dipakai seumur hidup 🙂

image

Sekarang kalau SF tanya lagi …kira-kira bagaimana motor masa depan 30 tahun mendatang…?
-ga pake bbm/listrik, atau hybrid untuk mengirit BBM yang makin langka
-minim polusi udara dan suara
-makin fungsional
-kontrol makin mudah
-tenaga makin dibatasi dengan alasan safety dan pengiritan
-pajak dimahalkan untuk mendorong transportasi publik
-desain jelasnya makin futuristik atau malah bisa jadi balik jadoel, karena terbukti semakin klasik makin overlasting
-makin susah dikutak-katik sendiri, biker malah kurang kreatif
-umur pakai motor makin berkurang karena kualitas makin turun?

Kira-kira apalagi ya… monggo ditambahi… namanya saja kira2 jadi monggo dikeluarkan fantasi liarnya 🙂

17 thoughts on “Motor masa depan seperti apa? Ada sedikit pesimisme soal kualitas”

  1. ” Pernah baca komentar pengunjung (mbugh lali dimana 🙂 ) motor sekarang didesain untuk pemakaian beberapa tahun saja… selepas itu motor bakal banyak masalah, sehingga mendorong pemilik ganti motor baru. Beda dengan motor dulu kesannya diciptakan untuk dipakai seumur hidup 🙂 ”

    Emang bener kok Mas, temen saya pernah kerja di Astra bilang begitu… Coz kalo dibuat awet, yang ada sparepart n motor2 baru gak ada yang mau beli 😀

    1. eeeeeeeee ASTRA ya? gak kaget mah.
      kalo kualitas mereka tuh nomor 1…… dari belakang 😀
      tapi fansboynya tetep nomor 1…….oonnya 😀

  2. Biar turn over dan sirkulasi partsnya juga ketauan…
    Sbnrnya didesak oleh mahalnya material yg ada skrg ini…jd gmn caranya ongkos produksi tertutup harga jual.
    Hal hal spt itu juga menuntut kreatifitas insinyur pabrikan keluar, pengganti besi baja skrg plastik lentur super kuat, body mobil dibuat gampang penyok demi crumple zone atau menyerap benturan atau demi pedestrian safety dlsb…

    http://kobayogas.wordpress.com/2013/09/18/riding-impression-cb1000r-hanya-untuk-yang-bernyali-lebih/

  3. Pendapat motor cuma beberapa tahun saja, itu bener bgt…. Ane perhitungkan motor terbaru ane vartech 125 ane cuma 5tahun, dgn pertimbangan jarak tempuh sehari yg 90km+ pp. Sekarang aja udah berasa sokbreker minta ganti…. 😀

  4. motor masa depan bisa simpen dalam kotak, dipencet berubah jadi tabung kecil ( motornya Dragon Ball :mrgreen: )

    pastinya tidak mengandalkan bahan bakar minyak, polusinya minim, ringan, aman dikendarai, serba otomatis, dan bisa didaur ulang..

    #monggo main ke blog saya yg sederhana 🙂

  5. kayak fenomena pedagang Bakso djaman sekarang bro, mau naikin harga dengan kualitas sama (kayak motor jaman dulu) yah konsumennya pst teriak, mau nurunin harga dengan kualitas yang turun pst konsumen juga akhirnya teriak2

    ya akhirnya harga naik tapi sedikit demi sedikit dan kualitasnya turun sedikit demi sedikit.

  6. yang pasti, motornya akan mengikuti perkembangan teknologi.
    masalah kualitas, semua barang pasti ada umurnya sih. motor lama aja ada saatnya ga bisa dipake kan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.