Solusi menghadapi ketidakjelasan aturan batas kebisingan motor. Produsen knalpot racing kudu sepakat bikin knalpot senyap


Aturan batas kebisingan knalpot motor memang masih simpang siur. Beberapa pihak menyatakan aturan batas kebisingan diberlakukan khusus motor baru yang keluar dari pabrik sebagai syarat motor tersebut untuk memperoleh ijin penjualan. Namun praktek dilapangan polisi bisa menilang motor yang sudah dimodif pakai knalpot racing hanya berdasarkan feeling dan pengamatan.
Sebagai pengguna knalpot racing ber DBkiller SF kurang sreg dengan aturan pembatasan suara knalpot ini. Sepertinya aturan ini ga menawarkan kepastian hukum, namun malah membuka celah penyelewengan dilapangan. Polisi nilang tanpa dasar (ga pakai alat pengukur volume) hanya pakai feeling/perasaan/kira-kira, dimana letak kepastian hukumnya?

Kalau polisinya adalah biker yang pengetahuannya agak luas, tentu tahu beberapa knalpot racing lokal sudah membatasi batas kebisingannya dengan model bersekat (silent sport) , atau dengan menambahkan DBkiller dalam paket penjualan. Apalagi knalpot impor yang aturan kebisingan dinegara asalnya lebih ketat. Banyak yang sudah diriset untuk ga melewati batas kebisingan di negara masing2.
Namun itu semua bukan jaminan ga ditilang… intinya pake knalpot racing kalau apes ya ditilang!
Untuk mengatasi hal ini pemerintah kudu bikin aturan khusus mengenai knalpot racing yang boleh dipakai dijalan umum. Ya….seperti pelabelan SNI lah…Knalpot Racing yang memenuhi batas kebisingan saja yang boleh dijual untuk umum. Knalpot ini kudu berlabel khusus. Knalpot yang ga berlabel khusus berarti hanya boleh dipakai disirkuit balap.

Sekali waktu pemerintah harus menguji sampling knalpot yang beredar dipasaran… kalau ketahuan knalpot berlabel khusus namun ga memenuhi batas kebisingan… ya tinggal denda saja produsennya beberapa M (M…berrr… :mrgreen: ), ga bisa bayar ya cabut ijin penjualannya.

Nah mau ga mau produsen knalpot bakal meriset produknya agar ga melewati batas kebisingan yang ditetapkan pemerintah.
Semua diuntungkan… pengguna jalan ga kena polusi suara, pengguna knalpot racing merasa aman ga takut kena tilang, Polisi lebih mudah pengawasannya (tinggal ngecek knalpotnya berstiker khusus ga), Penjual knalpot ga kuatir barangnya ga laku, Pemerintah ga harus keluarkan dana milyaran untuk membekali polisi lalu lintas dengan Db meter… yang penting ada kepastian hukum… ga main kira-kira/ perasaan/ feeling yang bisa berubah-ubah tergantung “kondisi”

artikel terkait :

Jawaban Pusat Pengaduan PoldaMetroJaya menanggapi laporan pengaduan tilang knalpot racing

29 thoughts on “Solusi menghadapi ketidakjelasan aturan batas kebisingan motor. Produsen knalpot racing kudu sepakat bikin knalpot senyap”

  1. yg saya tau signifikan itu ada merk nobi neo silent sport, kalo dulu pasang DB killer masih agak keras, kemaren lihat MX dan thunder pake nobi suaranya jadi kaya supra, pelan banget, ngebut paling banter kaya suara vega.

  2. setuju mas bro. nak emang aturan knalpot racing di terapkan jaruse polisi lebih tegak kepada anggotanya, cz banyak polisi dan TNI yg pakai knalpot racing, kalau perlu aparat yg pakai kanlpot brising langsung di pecat ae. hukum dah tidak jelas polisi ya neko2 ae cari uang

  3. Cukup logis…
    Paling mudah ya dengan pelabelan SNI utk knalpot racing pabrikan yg sebelumnya udh dilakukan pengujian batas kebisingan (dgn aplikasi db killer). Lagian, masih banyak kok polisi dan TNI yg pake knalpot racing.. Dan udh pasti mereka lolos tilangan. Sekalian berbagi pengalaman wkt ane lewat daerah bumiayu pake vixion dgn knalpot nobi, kebetulan ada razia, pak polisi sempet ngeblayer gas motor ane, tp ga ditilang tuh…Intinya perlu kajian ulang ttg kepastian hukum penggunaan knalpot racing.

Leave a Reply

Your email address will not be published.