Keuntungan lebih helm flip on double visor bagi rider berkacamata

Hujan adalah musuh rider berkacamata. Apalagi yang jalurnya padat. Air hujan berpotensi membasahi kacamata sehingga menghalangi pandangan pengendara. Kenapa ga tutup saja  kaca helmnya?
image

Dilema banget bro… menutup kaca helm memang mencegah air membasahi kacamata pengendara tapi ada satu problem yang sangat mengganggu saat berkendara di kecepatan sangat rendah alias macet… kacamata rider sangat berpotensi berembun karena kena udara yang keluar hasil pernafasan. Ventilasi helm sama sekali ga efektif mengusir embun ini. Ditambah lagi pengendara motor fairing seperti ninja misalnya. Saat macet kipas radiator menyala, aliran udara panas sebagian ada yang menerobos keatas melewati celah antara spedometer dan tangki motor.. kadang juga bercampur uap air kalau pas radiator basah. Akibatnya kaca mata rider makin parah berembun.
Ketidaknyamanan saat hujan ini ternyata bisa direduksi melalui pemakaian helm flip on double visor. Saat hujan dan melaju kecepatan rendah tinggal buka pelindung dagu depan(moncong helm) berikut kaca helm dan tutup double visor yang berupa kacamata yang agak mepet kacamata pengendara.
image

Hembusan nafas pengendara ga balik ke kacamata pengendara. Kacamata pengendara juga aman dari air hujan.
Tapi bukannya tanpa kelemahan . Ada sebagian kelemahan helm flip up yang dirasakan beberapa orang. Bobot berat… ya wajar sih… mekanisme buka tutup moncong helm, serta double visornya sendiri tentunya menambah bobot. Tapi namanya sudah biasa ya ga kerasa berat kok… malah ada untungnya juga helm betar… dikecepatan tinggi lebih anteng ga goyang 🙂

Bagaimana memilih helm flip up double visor yang baik? Salah satunya adalah mekanisme buka tutup flip up yang kuat. Ga bikin moncong depan menutup dengan sendirinya saat berkendara melewati jalan bergelombang maupun jalan yang sengaja dirusak warga atau pengembang perumahan (pemasangan polisi tidur 🙂 )

Posted from WordPress for Android

24 thoughts on “Keuntungan lebih helm flip on double visor bagi rider berkacamata”

  1. Kalo saya gak suka double visor malah, kesannya helm keliatan berat gimana gitu… Apalagi ditambah modular, gak kebayang beratnya kaya apa -_-

    Tapi tempo hari pernah liat Rider CS1 di daerah Pramuka make Modular warna kuning stabilo keren banget… Pas dideketin, ternyata HJC SY-Max 3 😀

  2. Kapok pake helm Flip-Up…sampe punya dua, cape di leher pakenya karena berat mending pake helm modular kalau berembun tinggal copot chin guard-nya udara bebas masuk-keluar gak jadi berembun lagi.

    1. beli yg bagusan, minimal merk Ink. beratnya masih lumayan ringan 1,5kg. lebih ringan dari helm full face lokal merk biasa.

    1. saya klo ganti lagi tetep ogah fullface… ribet mau pake-lepas helm. kudu pakai lepas kacamata. antifog ga bakal ngefek saat macet dikala hujan . meski uap dari nafas ga naik tapi suhu didalam lebih panas dibanding luar… embun deh.
      apalagi pake ninja … pas kipas nyala dikala macet air menguap kena panas mesin bisa menyusup ke helm tambah parah embunnya….

  3. mas,
    kalau berembun daripada buka flipnya coba kacanya buka sedikit satu gerigi jadi jangan ditutup rapat.
    ane sukses terus gak berembun dengan cara ini, tapi ya gak tau sih kalau pakai kacamata ya.
    embun sebenarnya timbul karena udara dalam helm yang lebih panas dibanding udara diluar helm, aklau kaca dibuka jadi suhu udara didalam and luar relatif sama

Leave a Reply

Your email address will not be published.