Modifikasi cuaca merugikan warga sekitar Jakarta ?

image
kondisi siang tadi di bulevard hijau harapan indah

 

Banjir dan kemacetan menjadi topic yang paling ramai dibicarakan rekan-rekan dilingkungan kerja SF yang berada di Plumpang- Jakarta Utara… Banyak rekan kerja berguguran dijalan setiap terjadi hujan deras alias ga berhasil nyampai kantor atau terlambat beberapa jam… terutama rekan- rekan yang tinggal di Bekasi… banyak yang merasa hujan di musim hujan kali ini sudah diluar kewajaran. Biasanya bajir menggenang kawasan mereka terjadi setahun sekali saat ini terjadi beberapa kali dalam sebulan dan itupun ketinggiannya melebihi dari banjir tahun sebelumnya.
image

SF termasuk yang jadi korban banjir kali ini… bener sih ga sampai masuk rumah tapi akses jalan benar-benar terputus! Menurut penghuni senior di kompleks perumahan SF, banjir kali ini paling parah selama dia tinggal di Harapan Indah Bekasi ini… biasanya hanya genangan selutut dan cepat surut kali ini bisa hampir selutut dan surutnya bisa sehari penuh. Lebih parah lagi ada rekan di pondok ungu dan galaxy-kalimalang- Bekasi , banjir sudah masuk kedalam rumah sehingga harus mengungsi. Benar-benar sudah ga masuk akal banjir kali ini .

Banyak yang menduga hal ini akibat modifikasi cuaca untuk menghindari hujan deras di pusat kota Jakarta. Jadinya sebelum masuk Jakarta, awan mendung dipaksa memuntahkan isinya. Seperti yang diungkapkan di liputan6.com berikut :

Garam itu disebar ke daerah-daerah datangnya angin yang mengarah ke Jakarta. Sehingga, awan itu menjadi hujan sebelum masuk ke langit Jakarta.

“Ini bisa mempercepat proses awan menjadi hujan atau jumping process terhadap awan-awan yang sedang tumbuh di daerah upwind (asal angin) yang bergerak memasuki Jabodetabek,” tutur dia.

Cara lain, lanjut Heru, memodifikasi cuaca adalah dengan menaburkan garam. Fungsinya adalah mempercepat proses hujan, sehingga tidak terjadi di Jakarta.

Siapa yang dirugikan?

Para pekerja yang rumahnya di pinggiran kota . (Pinggiran Jakarta, Bekasi , Bogor, dll) akses jalan terputus sehingga tidak bisa berangkat kerja. Mungkin kerugian yang ditanggung pemerintah DKI bisa berkurang namun bayangkan berapa kerugian yang ditanggung warga sekitar akibat kendaraannya mogok menerjang banjir, potongan gaji karena ga bisa masuk kerja atau terlambat masuk, harta benda hancur … banjir akibat hujan alami yang merupakan kehendak Allah harus kita terima dengan lapang dada… tapi kalau karena manipulasi cuaca?

Hujan ya hujan aja lagi… sayang duit milyaran an dirupakan garam dan dibuang-buang diudara… mending tetep dirupakan uang dan dibagi-bagikan… ELLLAHHH :mrgreen: ga ding … lebih bijak kalau memperbaiki saluran air, bikin sumur resapan, bikin bendunan dll.. hasilnya lebih jelas dan ga bertentangan dengan kehendak alam

Posted from WordPress for Android

36 thoughts on “Modifikasi cuaca merugikan warga sekitar Jakarta ?”

  1. semua yang direkayasa tuh hasilnya ga enak bro… contohnya cinta.. #eaaa… buang2 duit aja.. kebiasaan cara cepat untuk mencari solusi ya begini.. bukannya mikir gmn bikin infrastruktur yg baik dan benar. kerja cerdas dan cepat, jgn blusukan trs #eeehh

  2. Itu kan baru dugaan mas….lagian modifikasi cuacanya juga telat dan minim anggarannya jadi dampaknya kecil saja sebenarnya….yg lebih bener itu daerah pinggiran dikorbankan karena yg diurusin cuma daerah bantaran kali di tengah kota yg sebagian penghuninya ilegal di liput di sumbang dikasih pengungsian yg di pinggiran dicuekin suruh survice sendiri padahal legal dan bayar pajak….

    1. Biasanya sebelum hujan diawali mendung gelap baru hujan… coba perhatikan hujan sekarang. yang tinggal di pinggiran tentunya ngrasakan… awan masih putih hujan dah turun dengan derasnya… kalau ga efektif kenapa harus buang duit puluhan miliar???

  3. Ya inilah akibat pilkada ama pileg dipisah. . . Pengen pencitraan aja. . . Kmana” bwa media,Gk mikirin rakyat. .

  4. Biar dimodifikasi sebagaimana pun kita harus tetap meyakini kalau memang takdir Allah yang memutuskan di mana hujan akan turun. Sebagaimanapun di modifikasi hujan tetap akan turun di tempat yang Allah kehendaki hujan itu turun, sabar aja, perkara seorang Mu’min itu semuanya baik, ketika datang keberuntungan dia bersyukur, ketika datang bencana dia bersabar, tidaklah ada hal seperti itu kecuali dalam diri seorang mu’min. Semoga Allah memberikan barokah yang banyak atas musibah yang diderita.

  5. Iya mas.. td pagi lewat situ gak berani.. muter lewat rorotan… aman banjir dikit setelah babek… luar biasa perjuangan nya mo brangkt kerja…salam kenal kenal mas…

  6. Tak pikir modifikasi cuaca itu mengarahkan awan hujan ke laut.
    Di link berita liputan6 mas SF ini, ada kontradiksi: ada kalimat yg menyebutkan hujan dipaksa diturunkan sblm masuk jakarta. Di kalimat yg lain, teknik ini digunakan untuk mengurangi intensitas hujan di jabodetabek.
    Klo boleh nanya, gimana cara ahli nujum eh hujan ini memilih awan yg akan ditaburi garam? Klo milihnya yg berada diatas kota2 penyangga, klo kata ahmad dhani “ALAMAT”… ALAMAT jakarta ngajak ribut ?…

    Sy warga jakarta tp selemparan tombak dah sampai dibekasi ?… Sy ga setuju kawan2 dipinggiran kelelep spt skrg. Kmrn ada kawan sekantor yg tinggal di bekasi, banjir di perumahannya luar binasa ampe pak beye dtg berkunjung. Kmrn jg ada warga bekasi yg curhat ke saya “wah pak, capek blm ilang abis bersihin rumah, banjir datang lagi. Udah 4 kali sepanjang bulan ini. (Rumahnya di puri Bintara, bekasi).

    Btw, Kata ustadz yg kmrn ceramah di masjid kantor, rekayasa cuaca itu kufur nikmat secara mau dikasi rizqi malah ditolak ? …

    Trs ditutup beliau dgn kalimat “Ente salah pilih tuh”, untung ga liat ke gw… Langsung protes gw, klo dibilang milih jokohok ?

    Anyway, ati2 bro klo nulis ttg banjir dan macet jakarta, bisa dibully sampeyan ^_^.

    Nitip lapak ya gan,makasih :

    http://atlantison.wordpress.com/2014/01/24/jokowi-oh-no/

Leave a Reply

Your email address will not be published.