Sama-sama minat motor klasik tapi beda aliran modif

image
Pic:modif-motor.org

Aliran 1: Modif motor lawas agar terlihat segar mungkin sudah umum terjadi di Indonesia, utamanya di pulau Jawa. Tak terhitung berapa banyak SF melihat penampakannya bahkan jajal sendiri motor lawas yang telah direstorasi menjadi lebih segar. Mesin diperbarui dan tak jarang di upgrade gila-gilaan bahkan sampai performanya melebihi motor baru. Kebanyakan bagian bodi dirubah tidak terlalu ekstreem untuk mempertahankan aura klasiknya. Bahkan ada juga yang benar-benar memakai part originalnya… intinya saya… biker-biker tersebut punya minat lebih pada motor klasik . Berbasis motor lawas mereka berusaha restorasi motornya agar layak ditunggangi bahkan dijadikan kebanggaan…

Aliran 2 : Nah satu lagi sesama penyuka motor tampilan klasik…. tapi yang ini beda aliran modifnya… mereka memilih basis motor baru untuk dirubah bodinya agar nampak klasik.. beberapa contoh diantaranya… supra diubah jadi honda C79, tiger dirubah jadi CB100, bahkan ninja 250 idaman banyak orang, rela diprotol ownernya agar punya penampilan klasik….

image
Pic : oto-id.com

Masing-masing mendatangkan kepuasan yang berbeda, tantangannya juga berbeda.
Aliran pertama punya tantangan hunting motor lawas lebih susah, demikian juga untuk mendapatkan sparepartnya, karena itu banyak yang melakukan swap engine memakai basis mesin baru… upaya modifnya sepertinya agak lebih susah karena banyak bagian yang perlu diremajakan agar bisa tampil manis.
Aliran kedua yang memakai basis motor baru menghadapi tantangan desain dan ubahan bodi untuk menyesuaikan basis motor lawas yang akan ditiru, banyak yang memilih parts custom dibanding parts original… bisa dikatakan prinsip originalitas terkalahkan oleh kepraktisan. Dana mungkin bisa membengkak karena basis motornya masih baru, belum lagi ngakali frame/rangkanya, bodi custom agar bisa klik dengan rangka motor.

Kalau anda sendiri milih mana?
Kepuasan dan kebanggaan berhasil merestorasi motor lawas, atau
kepraktisan, lebih bebas rewel, dan perawatan gampang

Pandangan awam dalam menilai aliran yang pertama : wah hebat, mantab… bisa bikin motor lawas jadi cakep dan bertenaga.
Pandangan awam dalam menulai aliran kedua : wuehhh ediannn… Sayang banget motor baru kok malah di modif jadi motor lawas.

Jangan mikir kepuasan orang lain klo mau modif… kita bukan beli motor bukan buat mereka kok… yang penting empunya puasss… 🙂 asalkan jangan merugikan orang lain ya….

34 thoughts on “Sama-sama minat motor klasik tapi beda aliran modif”

  1. wah…., ini ya Artikelnya Om Smartfaiz.

    Kl saya pilih yang kedua, soalnya penampilannya timeless.

    Menurut saya…, model Sport cepat basinya….,
    Misalkan CBR 400 thn 90-an …, pada zamannya itu motor bisa dibilang keren banget. tp sekarang yang ada bodynya diperetelin ganti sama yang mudaan. atau malah dibuat streetfighter.

    lagipula sayang Oprek oprek motor tua biar bisa kencang larinya.
    maunya didandani pakai Part-part Orisional, sehingga penampilannya seperti baru keluar dari Showroom.

    Motor yang dimodifikasi jadi cafe-racer/japs/street tracker juga nga harus baru-baru banget. bisa pakai motor yang lama asalkan sparepartnya masi mudah didapat, terutama fast moving. seperti scorpio, tiger, megapro, thunder125 keluaran lama. dengan begitu biaya bisa ditekan.

  2. motor baru dibikin lawas pun kan part protolannya bisa dijual mahal juga kang , misalnya ninja dibikin klasik, fairingnya aja banyak yang cari lho 🙂

  3. Ane pilih aliran yg kedua.
    Misalnya pk mesin n250 buat dijadiin cb200 ori or Binter Merzy ori. Maksudnya penampilannya 90persen seperti aslinya.
    Pertimbangannya agar sparepart mesin mudah didapat d bengkel resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.