Full Review Suzuki Ertiga GX 2013 (Bag 2. Eksterior dan Kesan Berkendara)

Bagi yang ketinggalan monggo intip bag.1 mengenai interior dan fitur (klik disini) . Kali ini SF bahas mengenai eksteriornya.

Elegan… itu yang SF tangkap pertama kali melihat mobil ini dari dekat.
Tampak depan
mobil MPV ini tampak seperti sedan… pantas saja… desainnya segaris sama swift. Kap mesin polos hanya sedikit tekukan ditepi. Jauh dibanding kesan garang…grill atas dipermanis dengan lapisan chrome. Sayang grill bawahnya dibiarkan hitam. Bemper depan telah dilengkapi foglamp.
elegan… itu yang SF rasakan setelah mengamati dari depan.

image

Tampak samping
Tidak ada garis-garis yang dipaksakan. Hanya garis simpel dari sudut stoplamp hingga lekukan roda depan serta lekukan melingkar di sekitar roda. Manis dan sekali lagi terlihat kurang agresif. Bukaan pintu sudah modern berbentuk batangan. Bukan seperti mobil dulu yang berbentuk plat pipih. Dilihat dari samping ertiga terlihat lebih penuh dan chubby. Pantas saja tinggi bodi tengah sejajar dengan xeniavanza namun bodi bawah ertiga lebih rendah dibanding xeniavanza. Bagian tengah ertiga nampak menggembung… makin ngebakpao dibanding kompetitor. Ini yang bikin ruang depan dan tengah terasa lega.

image

Tampak belakang
Ini yang kurang SF suka… simple… mungkin too simple… gara-gara penampakan lampu belakang yang terlalu  mungil. spoiler nanggung cuma seuprit untung sudah dilengkapi stop lamp. Kaca belakang dilengkapi wiper. Di bagian tengah bemper bawah ada semacam cetakan berbentuk elips yang bisa dilubangi untuk dipasang berbagai asesori misalkan saja stop lamp atau kamera mundur. Untuk mobil SF sendiri oleh owner sebelumnya telah dipasangi tambahan lampu rem. Jadi saat mobil direm terlihat sangat meriah lah ada 4 lampu rem nyala :mrgreen: apalagi bunda faiz pengen pasang variasi plat nomor yang bisa nyala… hwaladalahh… makin rame jadinya :). Eh ya di bagian samping bemper (kanan kiri) serta di spoiler atas terdapat sensor parkir bonus dari dealer suzuki saat beli baru. Segala variasi dan pernak pernik diarea belakang ga merubah tampilan belakang yang tetap terlihat terlalu simple….

image

Lain-lain
Spion cukup lebar dilengkapi dengan sein, sayang spion ini ga bisa dilipat penuh dan tak dapat dilipat otomatis.
Antena radio ada di atap tengah bagian depan, bukan mekanisme sliding yang bisa disembunyikan saat tak terpakai. Model tangkai yang bisa diatur sudut kemiringannya.
Impresi berkendara
Baru kali ini SF merasa mengendarai sedan dalam mobil mpv (beda dengan livina yang sudah SF anggap sedan beneran 🙂 ). Begitu duduk di kursi pengemudi, jok terasa kurang empuk dibanding taruna SF. Mungkin jok masih baru kali ya… dan lagi SF terbiasa menunggang motuba yang joknya jelas sudah empuk. Pandangan sekitar kabin terasa adem dan nyaman karena interior terkesan mewah. Ac terasa cukup dingin tapi tak bikin menggigil. Clingak clinguk mengamati sekitar pandangan langsung terganggu oleh pilar A yang cukup bikin blind spot. Adik SF yang bertubuh kurus ga merasakan hal ini. Mungkin karena posisi jok yang SF mundurkan plus sandaran agak dimiringkan (penyakit kaum beruang kalau nyetir mobil :mrgreen: ). Setelah mengatur ketinggian dan kemiringan jok, jarak jok dengan setir, serta mencari sudut kemiringan setir, mobil segera melaju. Injak kopling nyusss… enteng banget! Kopling hidrolis ertiga sangat membantu. Masukkan gigi satu dan injak gas … respon sedikit telat dibanding taruna SF… mungkin karena fitur ride by wire ya. Pedal gas juga terasa agak keras. Mungkin biar ga lupa diri kali ya… 🙂
Nah larinya mobil ini yang ga SF perkirakan. Tarikan sangat bertenaga 11-12 dibanding innova milik mertua. Dibanding livina matic yang pernah SF jajal lebih galak ertiga ini livina manual belum pernah jajal).  Gigi 1 cukup panjang….. begitu pula gigi 2 nya. Ini yang bikin mobil lebih nyaman untuk kemacetan. Ga seperti taruna SF dulu yang nafas pada gigi rendahnya sangat pendek, bikin capek kudu sering pindah gigi diperkotaan. Kabin terasa senyap, ga kalah dibanding innova.  Dibanding taruna yang sudah full peredam  (minus firewall) masih hening ertiga jelasnya karena mesin baru serta tidak adanya gardan menyumbang keheningan ertiga. Hidung mobil tak dapat terpantau oleh pengemudi, meski jok pengemudi sudah SF pompa diposisi tertinggi tetap saja hidung mobil tak dapat dimonitor. ini yang butuh pembiasaan.
Lari 140kpj di tol lingkar luar mobil tak terasa disiksa…. gejala limbung tak terasa. Stabil bro… adik ipar SF mengakui kalau tenaganya lebih enak ini dibanding innova yang sering di kendarainya. Apalagi pengemudi serasa naik sedan … bisa bikin lupa diri. Saat tikungan keluar tol, sengaja SF pacu mobil sedikit lebih tinggi untuk mengikuti civic yang berada didepan SF… limbung juga ternyata… he3… bundafaiz saja langsung ngomel ga karuan. Ha3… SF lupa kalau mobil ini bukan sedan. :mrgreen:
Ground clearance mobil setinggi 185mm (lebih rendah 15mm dibanding avanza) tidak mengalami masalah melibas jalan rusak atau polisi tidur. Cukup lah…
lain cerita saat ertiga berpenumpang 7 dewasa dan 3 anak sewaktu SF pakai kondangan beberapa waktu lalu. Bagian bawah mobil seperti ada bunyi jedug saat melibas lubang. Jadinya SF nyetirnya lebih halus lagi.
Fitur pengukuran bensin ternyata bikin ga konsen… pandangan SF sering tertambat pada angka ini. Saat coba di dalam kota konsumsi bensin rata-rata bisa 1: 13km/l. Saat ditol bisa 1:15 km/l. Setelah baca2 disalah satu tabloid penyimpangan alat ukur konsumsi bensin ini cukup lumayan… jiah ditipu suzuki dah gw…. :mrgreen:
Udah tau gitu masih sering ngintip fitur ini… he3… hanya untuk mengetahui irit atau boroskah gaya SF mengemudi kok. 

image

Eh ya satu lagi pengendalian ertiga di jalan macet sangat enteng karena setir sudah menganut elektrik power steering, saat melaju makin kencang setir jadi agak berat. Setir juga sudah dilengkapi dengan tombol audio… jadinya makin mudah untuk nuruti bocah-bocah yang suka ganti-ganti film (head unit ertiga sudah SF ganti). Bagi SF, kenyamanan yang ditawarkan ertiga melebihi harganya.

Kesimpulan akhir
SF bahas kelebihan dan kekurangan mobil ini ya, mohon dikoreksi atau ditambahi jika sekiranya ada yang kelewat
Kelebihan ertiga
-model lebih elegan
-interior sangat mewah
-mesin cukup powerfull dan irit
-kenyamanan sebagai pengemudi maupun penumpang sangat baik
-ac dingin dan berpengaturan sangat lengkap
-kabin senyap
-pedal kopling dan kemudi sangat enteng
-suara audio oke (sudah 6 speaker, terdiri dari 2 tweeter didashnoard, 2 speaker masing masing di door trim depan dan tengah)
-kursi tengah bisa digeser maju-mundur 24cm, lebih fleksible untuk mengerur kenyamanan penumpang baris kedua dan ketiga.
-banyak fitur penambah kenyamanan seperti cup holder diberbagai sudut, kursi pengemudi dan setir yang bisa diubah2 pengaturannya, tombol pengaturan audio di setir
-fitur keamanan cukup lengkap diantaranya ABS,EBD,Tilt steering, dan double airbag
-shock cukup lembut dan stabil untuk kecepatan tinggi

Kekurangan ertiga:
-saat berpenumpang penuh ground clearance makin pendek, resiko gasruk aspal
-tampak belakang terlalu sederhana
-power windows ga ada auto up
-tidak ada fitur autolock saat berkendara
-tidak ada fitur spion lipat otomatis, pelipatan manual itupun ga bisa penuh melipat.
-hidung depan rendah, ga terpantau pengemudi
-pilar A cukup bikin blind spot
-jok dan interior warnanya cukup bisa bikin kesan mewah tapi dilema jadi mudah kotor.
-kursi tengah dan belakang tidak bisa dilipat penuh. Hanya sandaran yang bisa dilipat. Resiko punggung sandaran bisa rusak atau kotor jika mengangkut beban berat/kotor. Bawa galon aqua saja terasa sayang…
-akses keluar masuk bangku belakang sedikit kurang lega karena kursi tengah hanya bisa digeser maju dan dilipat sandarannya… untung gerakan melipat dan menggeser cukup dengan satu tombol.
-headunit ertiga memang sudah double din namun kemampuannya cuma setara single din.. layar tengah yang cukup besar hanya berisi display digital. Ga bisa untuk menonton .

Untuk mensiasati beberapa kelemahan ertiga diatas SF sedikit menambahkan variasi diantaranya headunit OEM (kabelnya plug N plung ), sarung jok dan karpet dasar, serta rak atas (mudah dibongkar pasang, hanya dipakai pas mudik).
Semoga dapat membantu sobat dalam memilih mobil.

55 thoughts on “Full Review Suzuki Ertiga GX 2013 (Bag 2. Eksterior dan Kesan Berkendara)”

  1. Overall ertiga emang bagus. cuma kalo di lihat dari belakang, lampu belakang kelihatan kurang besar sehingga menciptakan kesan too simple, karena lampu belakang lebih d desain melebar k samping.

    1. Dibanding xenia & avanza secara dimensi gimana kang?
      dulu sempet pake xenia, tapi karena akses keluar masuk gang rumah cukup sempit akhirnya sekarang ganti city car aja,,,
      oh ya sudah ada kamera mundur & dan sensor parkirkah?

      1. Saya beli bekas… tapi saat nanya di dealer diskon untuk gx (manual diskon 11 jt, matic diakon 13jt) bonus gps, sensor parkir,karpet,solar guard,kaca film. Itu sekitar sebulan lalu. Bonus dan cashback berubah2. Dimensi lebih lebar dibanding xeniavansa , dan radius putar juga terbatas. Sepertinya kurang cocok di jalur mas bro

  2. Bro, tolong dong diinfokan juga aksesoris apa saja yg sudah digunakan / yang bisa digunakan di Ertiga, sekalian harganya.

    1. Kemaren pasang head unit rodek, rear cam +led mundur, antena tv: 2.5jt, subwoofer xplode by sony 1.3jt, tv headrest sepasang 900rb,crossbarr 550rb (untuk tatakan roof rack), roofrack 600-700rban. Kalau sarung jok, gps, kaca film,karpet dah dapat waktu beli

  3. nice review. kebetulan gw mau gantiin jazz dengan mobil baru yg agak lega buat jemput anak sekolah. pertimbangannya : tentu saja mobilio yang makin dilihat makin cakep. dan ertiga tapi yg diesel, katanya sih akhir tahun launching, gak tau ada tipe maticnya gak.

  4. Kalo tenaga mesin dibanding mobilio gimana kang?
    Soalnya ga bisa membohongi diri.
    Tampang luar mobilio itu asli gagah…..
    Trus GC-ny tinggian mana? Dibanding ertiga dan sikembar.
    Soalnya ane tinggal d kampung, yg jalan rusaknya banyak.
    Kalo segi kenyamanan, ane rasa mobilo nyaman2 aja, soalnya keluarga ane ga banyak…..

    1. bantu jawab GC beda tipis, tinggian mobilio. kalo mesin sih gak tau, yg jelas kemaren gw lagi lari 130 kpj di tol, ada mobilio bisa nyalip dengan cepat langsung jauh tertinggal jazz gw. gak gw kejar jg sih. kalo ertiga kayaknya jarang nyalip.

    2. Gc klo ga salah inget… xeniavanza 200mm, mobilio 190mm, ertiga 185mm. Tenaga paling gedhe mobilio.. katanya kecepatan tinggi lebih stabil mobilio, kecepatan rendah nyaman ertiga. Topspeed ertiga bisa 170kpj, mobilio mungkin bisa tinggi lagi… tapi saya jajal 140 mesin masih rilex. Ya cukup lah bagi saya.. akselerasi ertiga juga yahud. Di india adu performa ertiga sama innova malah kenceng ertiga… apalagi mobilio…he3…cari mpv kenceng mah jangan ertiga atau mobilio. Mending livina lah… meskj tarikan agak berat speed bisa hampir 200kpj. He3…

  5. Mas ertiga punyaku jg punya gejala yg sama kl nginjak polisi tidur bagian belakangx agak bunyi tp kayakx pengaruh ban serep kali.. trus pengalaman saya emang blid spotnya agak mengganggu terutama kaalu ada tikungan patah di kanan harus lebih hati2…

  6. wah joss review akhirnya..sayangnya ertiga sekennya masih tinggi..lha gimana lagi, paling tua keluaran 2012 jelas masih lebih mahal dibanding seken livina 2008 / jazz vtec 2006 / terios 2007.. :mrgreen:

  7. Untung mas faiz gak beli yang matic. Kemarin naik Ertiga matik Sby-Nganjuk. Kalau penumpang penuh larinya langsung drop. Untuk menyalip terasa kurang bertenaga, padahal udah coba kickdown n pakai O/D. Beda jauh kalau cuma bertiga. Pulangnya naik grand livina 1.5 manual dengan penumpang full juga, terasa bedanya. Memang pakai matik harus paham karakter mesinnya ya mas?

      1. Kalau dalkot sih memang terasa nyamannya pakai matik.. Tapi kalau luar kota yang jalannya lapang harus berhitung kalau mau menyalip kendaràan lain.. Apalagi bis restu atau sumber kencono, ya monggo duluan mas bro..

        1. wah parah jg ya matic ertiga. kalo gitu mending mobilio deh. jazz idsi aja mantap tarikannya apalagi i-vtec.

        2. Mobil matic yang tarikannya jos yang pernah dicoba cuman Pajero Dakar.. colek dikit udah jalan 100km/jam.. 😀 ke 140km/jam enteng. kalau nyalip terasa kurang tinggal paddle shift down. beres dah.. 😀

          1. bhuahahah beda kelas… mobil impian tuhhh….. eh tapi saya pernah nguntit fortuner di cikampek… kok dianya ga bisa lepas dari ertiga (speed ertiga saat itu +-150kpj)

    1. Suara roda terdengar saat lewat dijalan beton kasar. Disinyalir karena tipe bannya (eco alias pahe) sudah banyak diforum bahas soal ini. Saya bandingkan sama taruna saya yang dah pasang full peredam kabin masih senyap ertiga, sama avanza punya teman saya juga senyap ini, sama teriosnya mobil kantor juga.

    1. Baru tuh di atrium senen. Tapi mending cari ditoko2 lain saja coz saya kok ngrasa masih bisa murah. Klo mau alternatif coba yg double din biasa trus ditambah cover. Pilihn merk bermerk maupun yang murah lumayan banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.