Hampir tiap bulan korban tewas dijalur tengkorak. Justru terjadi pada warga sekitar yang hafal jalur

image

Sebulan lalu dikabarkan serang wanita warga sekitar meninggal di jl. Cakung-cilincing karena single accident terbanting dengan sendirinya karena jalan rusak. Beberapa hari lalu di jalan raya marunda jalur tengkorak kembali menelan korban. Seorang remaja terlindas truk hingga hancur bagian tubuh atasnya… berita terlindasnya pengendara motor oleh kontainer cukup sering terdengar dikawasan ini… dan sebagian besar adalah warga sekitar.

Helm dan safetygear lainnya sudah kurang berperan dalam menyelamatkan jiwa jika sudah berhadapan dengan truk kontainer. Kewaspadaan adalah hal utama….
Ini yang sering diremehkan pengguna rutin jalur tengkorak. Mungkin ini juga sebagai peringatan bagi SF sendiri.
Sedikit share pengalaman….
Awal melewati jalur tengkorak SF benar-benar jaga jarak dengan kendaraan berat. Seringkali SF miris melihat biker nyalip tipis dan memotong jalur truk tronton. Eh lama- kelamaan justru SF ikutan nekat… makin berani nyalip truk kontainer dengan sedikit mepet. Makin lama makin berani karena sudah merasa terbiasa dihimpit kendaraan raksasa… juga sudah merasa mengenal rute dengan lebih baik sehingga secara tidak sadar justru mengurangi kewaspadaan…. dalam benak tertanam: dengan gaya nyetir ini selama hampir 2 tahun saja masih selamat dan cepat sampai rumah kok… jadi harusnya ga masalah kalau tetap nekat….

Setelah beberapa hari lalu mendengar cerita seorang rekan kerja yang melihat ceceran organ tubuh  dan mencium banyu anyir dari korban kecelakaan bikin SF tersadar…. dan berusaha meningkatkan kewaspadaan.

Meremehkan kondisi sekitar karena merasa sudah terbiasa ternyata fatal akibatnya….

Ya Allah lindungi hambamu ini dalam menjalankan kewajibannya menafkahi keluarga….

33 thoughts on “Hampir tiap bulan korban tewas dijalur tengkorak. Justru terjadi pada warga sekitar yang hafal jalur”

  1. Itu sifat orang indonesia yg harus d ubah, terbiasa sehingga merasa bisa. Seperti yg admin katakan, pada awalnya jaga jarak, tp makin lama makin berani karena merasa sudah terbiasa!

  2. Saya malah ga berani nyalip truk apalagi sampe mepet karna trauma dulu pernah ada temen tewas keserempet truk di depan mata dan inget keluarga dirumah menunggu

  3. Mental akamsi (anak kampung sini) kalo keluar rumah anggapannya dekat jadi helm saja biasanya gak pake, celana pendek, sendal jepit, tangan megang hape atau rokok, bawa motor digibas kiri-kanan selap-selip slonong boy/girl…. lupa kalau yg bawa truck belum tentu hafal medan dan tidak dalam kondisi prima….akhirnya kegiles

  4. Bener bro, biasanya orang lokal suka menyepelekan. Di tempatku kerja juga gitu, karyawan lama sering mengalami kecelakaan kerja, diduga krn faktor menyepelekan tsb.

  5. wah jadi sadar nih, mesti lebih waspada juga. kebiasaan kalo nyalip mobil gede selalu mepet, ga truk ga bis di jalur pantura, soalnya kalo sampe nempel pun ga bakal marah pemiliknya, kalo mepet2 mobil kecil kan pasti mereka khawatir kalo sampe nempel dan lecet body mobilnya.

    hmm… semoga bisa semakin dewasa di jalan, aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.