Loh target R25 cuma 1000 unit, sedangkan kawak terkoreksi 1600 unit sebulan… gimana toh…

Artikel cukup mengejutkan dari blogger senior (bonsaibiker.com) Yamaha Indonesia cuma memproduksi 2000 unit R25 perbulannya… angka  cukup wow untuk pasar Indonesia… Tapi ternyata dari 2000 unit nantinya hanya 1000 unit buat pasar Indonesia !
Dari hal ini SF mencoba mengambil kesimpulan soal strategi pricing R25…. πŸ™‚  hasilnya:
Pantesan harga R25 mahal untuk ukuran motor produksi lokal, lah targetnya emang sedikit.
Kalau terlalu murah malah blingsatan Yamaha memenuhi permintaan konsumen.

image

Bandingkan dengan target ninja 250 sendiri sebulan bisa 2000 unit, sejak masuknya R25 dikoreksi menjadi 1600an unit perbulan.

Beruntunglah indener pertama R25 karena masih diprioritaskan , bagi yang mau nyusul sepertinya kudu siap-siap inden lebuh lama.

Gampang-gampangan saja kalau gitu… jika kapasitas produksi emang sudah mentok sedangkan permintaan R25 tetap membludag cara mudahnya cukup simple…. naikkan saja harganya. (Sesat nih…. bisa ditinggal loyalisnya πŸ˜† ) He3…

Ada satu lagi faktor pengkoreksi yang cukup signifikan terhadap pricing bahkan menurut SF faktor penentu kesuksesan R25 dimasa yang akan datang ….
Kualitas dan durabilitas produk itu sendiri….!

Terinspirasi dari tulisan mas bons:

http://bonsaibiker.com/2014/06/03/r-25-bukan-pembasmi-ninja-250-wong-kapasitas-prosuksi-hanya-2000bulan-dibagi-2-untuk-indonesia-dan-ekspor-cbr-250-masih-berpluang/

0 thoughts on “Loh target R25 cuma 1000 unit, sedangkan kawak terkoreksi 1600 unit sebulan… gimana toh…”

  1. ap yg aneh toh ?
    cuma 2k kapasitas produksi
    1k buat lokal
    1k buat ekspor global
    yg mesti diperhatikan itu harga r25 di pasar global..
    apakah lebih mahal atau lbh murah dr lokal 😈

Leave a Reply

Your email address will not be published.