0 comments on “Pengalaman hidup SF, 20 tahun lebih di sekitaran dolly- Surabaya.

  1. Subhanallah….sukses surabaya suksesi dolly segera di tutup…,semoga semua pihak sadar demi kepentingan umat…pertama kali menginjakkan kaki di surabaya senang dengan lingkungannya yg bersih…gak ada gelandangan pengemis dan sejenisnya..,tapi miris juga begitu lihat sepanjang jalan wanita di jejer dalam aquarium kaya ikan hias…semoga penutupan dolly tdk menyisakan masalah baru…dan salut buat mas SF dengan artikelnya,.mantap…

  2. Setuju om, sy juga ga tw prosentase keberhasilan solusi yg diberikan Bu Walkot terhadap mantan germo, mantan pelacur, & warga sekitar. Tp yg namanya fasilitas buat zinah ya harus ditutup, masa iya diantepin mulu.

    Saran bwt kita semua, termasuk saya, stop lah penggunaan istilah ‘Pekerja’ Seks Komersial. Pelacur sih pelacur aja, perek sih perek aja. Kalo istilah itu dianggap merendahkan mereka, ya bantu angkat dong harkat & martabat mereka. Jgn hanya ngomong HAM smpe berbusa2 sambil membiarkan martabat saudara-saudari kita itu terus diinjak2, jadinya ya kita yg tdk menghargai HAM. CMIIW

    • Sudah diupayakan untuk dibekali ilmu dan modal, ditawari juga digaji pemda untuk jadi linmas… tapi karena ga mencukupi pada ga mau. Jelas kalau mereka tetep mau minimal 5 juta sebulan ya susah. Saudara-saudara kita kerja banting tulang siang malam dapat uang 2 juta saja sebulan dah lumayan. Sekitar 2007 saya kerja di sebagai senior officer di perusahaan besar dapat cuma 2.5 jt sebulan.alhamdulillah saat itu saya merasa cukup. Penghasilan segitu bagi pelacur dianggap terlalu sedikit. Berapapun hasilnya asal halal dinikmati saja. Penurunan ekonomi pasti terjadi… tapi saya rasa akan lebih terhormat jika uang diperoleh dengan cara halal. Bagaimana jika ortu atau anak di desa tau jika ibunya seorang pelacur… apa mereka mau makan dari hasil keringat ibunya… tentunya banyak yang rela hidup lebih sederhana asal uangnya halal.

  3. mengurangi dan bahkan menghilangkan segala bentuk kemaksiatan,
    akan mendatangkan rahmat bagi seluruhnya,
    harta dicari karena ke halal lannya dan BarakahNya,walau pun sedikit

    sejatinya bu walikota sedang menarik para ahli maksiat dari jurang kemaksiatan,kepada kesalamatan di dunia dan akherat,…mestinya berterimaksih dan bersyukur.
    ========================================
    KASUR BUSA INOAC

  4. memang berwirausaha juga bukan hal mudah.. intinya pemerintah harus bekerja sama juga dengan para social entrepreneur.. pemerintah yang membina dengan pelatihan.. entrepreneur yang menampung.. sehingga sinergi antara kebutuhan SDM dan pendapatan.. intinya memang kalau kita IMAN ALLAH AKAN BERI JALAN.. yang susah itu imannya ga ada…

  5. ihirr…. kapan nih penulis ngopi2 di deket UWK?? bolehlah kita ngopdar hehehehe

    saya pribadi bukan orang asli surabaya, pendatang yg kebetulan sekarang berdomisili di Surabaya dan menetap di radius sekitar 10 km dari dolly. saya setuju banget ma om SF ini, secara tidak sadar pengaruh tempat maksiat pasti mengimbas kepada masayarakat sekitarnya dan peran keluarga sangat besar dan berat untuk membentengi keluarganya dari pengaruh negatif tersebut.

    “Allah tidak akan mengubah nasib umatnya, bila umatnya tidak berusaha mengubahnya juga” mungkin itu kata-kata yang tepat untuk saat ini. para penghuni disana tidak mau mengubah nasibnya, karena dibutakan dan diperbudak oleh dunia…..

    • wah.. kapan kopdar nih? kebetulan saya juga pendatang, sekarang domisili surabaya, daerah dukuh pakis (tinggal nyebrang jalan aja nyampe kok dukuh kupang :D)

      denger2 info dari sumber terpercaya, sekali masuk dolly, keluarnya perlu tebusan (lebih tepatnya ditebus) ke mucikarinya oleh orang yang akan ‘membawa’ si psk. Nah, mungkin it alasan yang mmbuat para psk disana susah untuk kembali ke keluarga mereka / keluar dari sana.

      bukan tidak mungkin mrk yang ada disana jg pny keinginan untuk lepas dari sana, tapi dengan keadaaan yang seperti itu (spt yg sudah dijelaskan diatas oleh smartf41z.com ) dimana Banyak dari mereka ga bisa meninggalkan wisma karena mereka terikat kontrak… wisma membayar makelar yang mendatangkan psk ini. Biaya makelar dan bunganya konon dibebankan ke sang wanita. Penghasilan mereka dipotong beberapa periode hingga cukup untuk melunasinya menjadi alasan terberat.

      Ya, semoga saja dengan dideklarasikanny penutupan dolly, prostitusi bisa dikurangi di kota Surabaya ini, dan mudah2an setelah pentutupan dolly, para psk yg bekerja disana bisa mendapat tempat mencari rejeki yang lebih baik, dan bukan malah ‘berjualan’ ditempat lain. It bisa jadi tambah runyam.

      Amin..

    • Monitoring kudu diperketat… kalau mereka pindah ke ruko2 terselubung ga terang terangan efeknya ga sedasyat dolly yang berada di tengah perkampungan padat penduduk. Saya yakin ibu Risma ga bakal menutup mata

  6. kalau dijakarta, pernah iseng nanya sih om. itu yang kelas alexis, red top hotel dan sekitarnya. penghasilan mereka udah selevel GM loh. mobilnya paling buluk honda jazz rs terbaru, yang paling bagus? udah kelas pajero keatas. kalo nongkrong di klub stadium dan klub malam ternama lainnya (makanya ati2 yah kalo dugem, salah2 dapet ceweknya terapis πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ ), gayanya jetset total.

    yaa mungkin ini sebabnya mereka menolak ditutup. dengan penghasilan segitu besarnya. kalau ada yang selevel dalam hal gaji mungkin mereka bakalan cabut dari dunia haram tersebut. tapi biar bagaimanapun kalo efeknya itu merembet sampe anak-cucu ya emang kudu ditutup.

    salut sama Bu Risma, Jakarta aja kalah soal ginian :p

  7. ternyuh membaca tulisan abang…seorang wanita yang harus di muliakan menurut wasiat rosululloh di perjual belikan dengan harga tak seberapa…semoga doli bisa di tutup secepatnya dengan tanpa menyisakan masalah baru bang

Leave a Reply

Your email address will not be published.