Stop ngomong politik kalau belum siap atas konsekwensinya

Sekali lagi SF ingatkan bahwa SF ini orangnya paling ga suka ngikuti yang namanya politik apalagi di Indonesia. Di sini kampanye entah dari tim sukses, atau pendukungnya banyak melakukan cara kampanye negatif. Bisa jadi orang awam malah mikir 

Wakil yang diusungnya ga punya kelebihan sehingga memilih menjelekkan lawannya

Kalau anda siap konsekwensinya dengan berpolitik ala Indonesia ya silahkan saja.

Sebut saja Budi (nama samaran tentu) seorang rekan SF yang condong pada salah satu presiden. Di FBnya hampir tiap hari bahas soal politik… pada dasarnya si Budi ini orangnya nyantai saja nulis ya nulis apa yang ada di benak… suatu saat dia nulis suatu hal negatif soal capres bukan pilihannya, dia pikir bakal seperti biasanya. tapi tanggapan pembaca ternyata lain… ada yang menganggap sangat serius…. akhirnya ada teman si Budi berkoar koar di wall si Budi sampai menyerang individu Budi karena saking mangkelnya kalau presiden andalannya di jelekin…. akhirnya si Budi terpaksa unfriend rekannya karena terlalu mencampuri pendapat pribadi yang dia anggap merdeka di wallnya sendiri…. prinsip Budi kalau ga setuju sama isi wallku ya jangan coret coret wallku, mending tulis sendiri di wallmu.
Ternyata aksi unfriend di FB tersebut bikin pertemanan bertahun tahun jadi putus… ini cuma gara-gara politik ! Padahal si calon presiden itu bukan bapaknya temen Budi bukan pula kenalannya temen si Budi. Si Budi sendiri berkampanye negatif terhadap lawan calon presidennya juga belum tentu dapat apa apa.
Saya sendiri sampai saat ini belum menentukan pilihan karena apa…? karena dimana-mana dari kedua kubu saling serang… saling cari kelemahan lawan. Padahal bagi SF sendiri pihak yang menjelekkan lawan saya anggap sama seperti menjelekkan pihaknya sendiri.
Bagaimana jika anda sudah punya pilihan trus baca status sahabat anda yang berseberangan dengan pilihan anda… mending diem.. cleppp.. atau kalau siap dengan konsekwensinya ya monggo debat kusir sono. Cuma share banyak orang sekitar SF yang gara2 berseberangan pendapat jadi renggang hubungan pertemanan/kekerabatannya bahkan sampai putus pertemanan.

Adalagi yang mengkaitkan dengan agama.
Ada seorang sebut saja Suci yang beragama A bikin cerita di FB mengenai seorang pemuka agama B yang menasehati muridnya. Pada endingnya ada dalil diciptakan Suci yang menguntungkan capres tertentu.
Kebetulan ada rekan sekantor SF yang kenal Suci , lalu menanggapi wallnya Suci dengan mengajukan pertanyaan “itu cerita nyata atau karangan?darimana bisa mengutip dalil tersebut… ?”eh Suci dengan entengnya jawab… “ga pentinglah yang penting pelajaran yang bisa dipetik dari cerita itu…” ya jelas langsung di kick sebagai teman oleh rekan SF. Enaknya agama orang lain dipermainkan demi bela capres tertentu…

Nih ada gambar lucu yang SF dapat dari FB entah lupa dari wallnya siapa…
Kaos luar dukung prabowo, eh kaos dalamnya dukung Jokowi…  tanya kenapa….?

image

Politics? Not for me….
Mencoblos tentu…. itu kewajiban saya sebagai warga negara… tapi siapa yang dipilih? Embuh… nurani saya belum memilih karena informasi dari kedua kubu disekitar saya saling menjelekkan informasi simpang siur. Jadi saya sedang ngumpulkan yang info yang baik dulu dan menunggu nurani saya mengarahkan kemana…

0 thoughts on “Stop ngomong politik kalau belum siap atas konsekwensinya”

  1. Indonesia dalam demokrasi masih belajar merangkak mas,maklum aja.untuk nemu yg mendekati sempurna masih jauh jalannya.klo kedua calon di mata sampeyan itu evil…ya pilih lah yg lesser evil…yg dirasa membawa lebih banyak kebaikan.semoga tidak golput ya 😀

  2. setuju om, kalo saya walaupun dah punya pilihan tapi sebisa mungkin tahan diri gak koar-koar di fb atau dimanapun, ya itu tadi menghindari masalah jika ada teman yang kebetulah punya pilihan lain

  3. kalo menurtq sah-sah saja mengungkap kelemahan lawan, asal dilengkapi dengan data dan fakta, biar rakyat cerdas menilainya, asal bukan penyebaran data palsu yang mengandung fitnah untuk menjatuhkan lawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.