Bebek dan skutik yang sesuai habitatnya mengutamakan fungsionalitas, malah ga laku

Kali ini SF ngomongin bebek dan matic. Bebek dan matic disukai karena kepraktisannya dan fungsionalnya. Motor ini cocok digunakan untuk siapapun. Ibu kepasar, anak sekolah, pekerja kantoran, atau bahkan ojek.
Yang SF herankan ternyata 2 motor yang SF anggap nilai fungsionalnya lebih dibanding yang lain ternyata termasuk motor yang ga laku. Sebut saja spacy dan supra helm in.
image

image
Sumber :
http://motor.otomotifnet.com/read/2014/07/10/350976/30/9/10-Motor-Terlaris-di-Semester-Pertama-2014-Didominasi-Honda-dan-Yamaha

Selain Vario 125 dua motor diatas yang SF favoritkan untuk pengguna harian. Beberapa kali SF dimintai pendapat mengenai motor harian otomatis SF merekomendasikan 3 motor yakni vario 125, supra 125 helm in, atau spacy…  bukan karena SF FBH lohnha.  Alasannya simple… kapasitas tangki besar 5liter keatas, hal ini sangat menguntungkan karena makin sedikit waktu yang terbuang karena antri di pom bensin
Ruang bagasi juga sangat besar, cukup untuk menyimpan jaket/jas hujan dan helm.
Namun ternyata dari ketiganya cuma vario 125 saja yang lumayan penjualannya, hal ini disinyalir karena desain dan technologi yang ditawarkan…
image
Sumber : http://tmcblog.com/2014/07/14/ini-catatan-angka-penjualan-honda-semester-pertama-2014-71-dikuasai-skutik/

Coba kita liat motor apa yang paling laris di Indonesia … honda beat sedulur ! Apa keunggulan motor ini dibanding lain kok bisa sukses besar? Ramping, mudah di kendarai, dan irit….
disini nampaknya keunggulan fungsional spacy dan supra 125 malah jadi boomerang. Banyak yang bilang desain kurang manis, cenderung gemuk, dan bikin ngangkang kaki.
Tapi anehnya di kantor Sf spacy termasuk motor favorit. Sepertinya motor ini cuma cocok untuk bapak bapak pekerja….

0 thoughts on “Bebek dan skutik yang sesuai habitatnya mengutamakan fungsionalitas, malah ga laku”

  1. orang indonesia masih melihat design dan fitur dari pada funsinya bang….kadang banyak yang tidak tahu untuk apa fungsi tersebut dan keuntungan yang dapat di peroleh dari fitur tersebut, yang penting design bagus fiturnya banyak gak peduli fitur tersebut berguna atau tidak bang…yang penting bisa untuk bergaya berapapun harganya, karena semakin mahal semakin gaya…asal terjangkau pasti di beli bang…itulah aneh dan antiknya raider kita ^_^

  2. Beat itu cuma the new mio, konsumen skutik Indonesia itu masih mikirnya kompak, praktis, murah karena sesuai kebutuhan transportasi di kota2 besar dan menengah yg macet. Nanti kalau jaringan transportasi umum sudah dibenahi maka skutik yg fiturnya banyak yg bakalan lebih laku.

  3. bentar, yang gw ga paham justru jupiter mx… katanya ni motor gagal nahan penjualan sama fu, lah nyatanya malah lebih laris dibanding fu…

  4. kayanya ga masalah desain deh om.
    masalahnya ada di panjang kaki rata2 orang indonesia.
    mama saya ga beli spacy, belinya beat injeksi, soalnya kakinya bisa napak, masih dikit jinjit sih (tinggi badan ga sampe 155)
    sampe sekarang, mama saya tetep ga berani bawa beat karburator, padahal cuma beda tinggi dikit.

  5. Bangga make spacy, helm full face muat dibagasinya.
    Tangki juga muat banyak. Pernah petugas pom agak heran karena muat minum 5 liter pertamax, yang bikin mampir ke pom bensin seminggu sekali ( pemakaian harian 40 – 50 KM PP, senin – sabtu ).
    Kedua kelebihan inilah yang ane pilih untuk menggunakan spacy.
    Kalo desain sih nggak terlalu dipikirin, tapi walaupun gendut, mampu bersaing sama motor sejenis.

  6. Saya Spacer (Spacy Rider). Setiap hari pulang pergi Percetakan Negara Jakpus – Plasa Cibubur. Berangkat pukul 6.50 sampai PC pukul 7.54 wib dg kecepatan antara 60-80 km/jam (cuma 1 jam-an). Bensin pakai shell Rp 25.000 untuk 3 hari (terbukti irit). Kalau macet bisa selap selip diantara mobil2, terbukti badan besarnya cuma dimata saja.
    Bagaimana? Ragu dg Spacy?

Leave a Reply

Your email address will not be published.