Kenapa yamaha cuma cantumkan spek 36PS on crank, toh konsumen juga ga bisa nuntut kalau meleset

image

Setelah perjalanan panjang 28 jam Jakarta Surabaya, akhirnya bisa rilis artikel baru (meski sudah ada 5 artikel scheduled, jaga2 sibuk moment lebaran )
Seperti yang dituliskan di blognya om Leo, hasil pertemuan dengan pihak yamaha menghasilkan kesimpulan
Versi tes ride beda settingan dengan versi produksi masal.

Pada saat pre-production, Yamaha melakukan pengujian lapangan terhadap sejumlah unit test R25 yang diset memiliki konfigurasi yang berbeda. Diuji di berbagai wilayah di Indonesia dengan kondisi topografi, suhu dan kelembapan, ketersediaan bahan bakar, serta variable lain yang beraneka ragam. Informasi yang masuk dari konfigurasi yang berbeda ini digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap versi final produksi massal. Kebetulan yang dipinjamkan kepada kelompok media untuk pengetesan jalan raya (akhir Mei s.d. awal Juni) adalah R25 dengan salah satu konfigurasi yang ada, karena versi produksi massal memang belum tersedia.

YIMM sendiri berpegang pada statement resmi tenaga R25 adalah 36ps on crank. Baik pada brosur resmi, siaran pers ataupun pernyataan lain, YIMM tidak pernah menyatakan bahwa tenaga R25 adalah x HP on wheel. Hasil test di berbagai media yang menunjukkan angka on wheel adalah merupakan hasil jurnalistik media tersebut, bukan advertorial dari YIMM. Jadi data media yang menunjukkan angka 29 HP (6 Juni 2014) atau data yang mengindikasikan angka 27.38 HP (22 Juni 2014) tidak dapat di jadikan acuan bahwa unit produksi masal harus memiliki daya demikian, karena memang bukan statement resmi yamaha.

image

Jadi bisa sebagai pembelajaran blogger dan wartawan saat menulis artikel mengenai produk baru yang belum dipasarkan, harus dipastikan dulu apakah produk masalnya punya spesifikasi persis sama dengan yang diuji coba ini.
Apalagi kalau pabrikan motor mengundang peluncuran motor baru sekaligus tes ride…. kudu dipastikan apakah 100 persen specnya sama dibanding produksi masal…Kalau perwakilan pabrikan motor itu tidak menjamin/memasrikan mending balik pulang 🙂 capek-capekin diri datang undangan ngetes motor yang ternyata hanya PHP…
Daripada sudah terlanjur dites, di review, dibikin artikel soal kondisi saat di tes dengan harapan memberi masukan pada konsumen yang akan membelinya, malah informasi jadi rancu dan bisa bikin konsumen kecewa.

Kalau sudah kejadian ya, si penulis kudu ngedit artikel yang sudah terlanjur tayang….

Kenapa saat launch R25 yamaha ga mencamtumkan 40HP on crank ya…. toh kalau meleset konsumen ga bakal bisa nuntut… lah pada ga tau cara membuktikan tenaga on crank.

0 thoughts on “Kenapa yamaha cuma cantumkan spek 36PS on crank, toh konsumen juga ga bisa nuntut kalau meleset”

  1. gabisa dituntut gimana pun juga bang . kan beda dyno beda hasil . di a 40 ,b 30, c 10 . kecuali kalo yamaha menyediain dyno buat ngetes (kayak tes kartu timezone) kalo hasilnya ga seperti klaim habis lah yamaha di tuntut terus .

  2. ouch…perih gan artikelnya….secara ga langsung ngangkat nama kawasaki nh kejadian
    klo gituw besok ninja bisa nulis power 60hp, karena salah satu konfigurasi dilapangan, with turbo hahahaha

    1. Ada yang masih mengganjal di benak om. 36ps itu berdasarkan unit yang mana? Waktu peluncuran produk asumsinya belum ada produk masal kan. Lah abidin saja ngaku unit tes ride dan beberapa unit lainnya yang tersedia saat itu jadi masukan/memberi informasi bagaimana unit masal nantinya. Berarti angka 36ps saat itu adalah dari power terbesar dari berbagai konfigurasi setelan yang belum final (mustahil yamaha ambil power terendah diantara motor2 tersebut) , setelah produksi masal yang tersunat 2 HP harusnya on crank juga tersunat. Statement yamaha yang ngeyel 36 ps itu malah terlihat sebagai pembenaran yamaha yang ga masuk akal

      1. 36 ps itu sdh default output on crank semua konfigurasi. Nah on wheelnya berapa itu beda2. Ada yg torsi oriented ada yg power oriented 30-31 hp on wheel. Ada yg asumsinha bensin oktan 95 terus ada yg asumsinya bensin 88 eceran tepi jalan seperti di kalimantan

        1. On wheel turun bukannya on crank juga turun? dengan asumsi, ban, jeroan transmisi, mekanisme rem,gigi rasio, merk rantai sama antara unit tes dan masal . Setau saya penurunan tenaga on crank dibanding on wheel adalah faktor penyalur daya diatas… tetep gatel nih bikin supaya yamaha ngaku salah…. 🙂

  3. wah kalo begitu yamaha jancok tenan, ane sebagai pengguna yamaha bebek juga ikut merasa kecewa atas kejadian yang menimpa bro leopold, jika dipikir pikir mendalam emang brengsek bin bangsat ini mulutnya YIMM jual produk gak sesuai sample yang diujikan, ane yakin seyakin-yakinnya YIMM emang sengaja memotong kurva pengapian(apapun lah itu istilahnya) setelah 10500 RPM supaya biar tetap dapat mengkonsumsi bensin miskin(tetapi YIMM sendiri tentu merasa very gengsi jika mengakui akan hal ini, masak motor buat kaum manager minumnya bensin botol beling), dan ane juga yakin unit test ride yang sering kena spyshoot itu adalah versi masspronya, sedangkan yang ditest media dan blogger adalah versi yang sesungguhnya tanpa acara potong memotong.
    sekalian aja nanti jualan Yamaha R1 kurva pengapian juga dipotong saja setelah 6000 RPM biar klo jalan jauh tersesat gak bisa nemu pom berisi pertamax plus, bisa diisi sama bensin botol beling pinggir jalan. #FAKMEN

  4. mohon maaf, seharusnya yang dipertanyakan sama om leopold itu bukan soal power on crank 36 ps atau power on wheel bla…bla…bla…, tapi kenapa kurva power masspro R25 mengalami penurunan setelah 10.500RPM ( jika dibandingkan dg kurva versi test ride, yang baru turun setelah 12000-an RPM, which is the peak power).
    kecuali jika kita bicara sales moge Yamaha di luar negeri, mereka tidak melakukan yang namanya kebohongan publik, karena you knowlah alesannya, untuk Yamaha R1 versi USA memang kurva tenaganya diturunkan setelah 11.500 RPM-an (sumber twobros.com , website graves,) due to penyesuaian jenis bahan bakar disana, makanya di USA ada jasa reflashing ECU buat mengembalikan setting kurva pengapian kembali seperti semula. sedang versi eropa adalah versi yg dijual tanpa ada sunat power/penurunan kurva tenaga, peak power pun berada di kisaran 12.500RPM-an.(sumber akrapovic website) seingat saya untuk R1 USA version powernya sekitar 147-150an HP on wheel sedang versi Europe 10HP-an lebih tinggi on wheel CMIIW. IMHO ini jelas YIMM melakukan pembohongan massal (jika terjadi juga pada para pemilik R25 yg lain), seharusnya bro Leopold memancing pertanyaan dg penjelasan seperti diatas, supaya dari Pihak YIMM mau jujur mengakui fakta yang sebenarnya, sekalian saja kan bisa ditanyain apakah R1 yg dijual di Indo juga mengalami sunat power, wkwkwkwkwk….. XD

  5. Yamaha R-25 ‘Beibe’..-botol beling-…,yg pasti set ecu peak rpm-power dan durasi pengapian disesuaikan dgn kondisi bbm tanah air…dan yang pasti durasi camshaft pun pasti disesuaikan dari ‘pure blueprint engine Yamaha R-25’…….,klo bener2 set aslinya (mungkin) minumnya harus pertamax plus…, semua motor yang di racik di tanah air ( semua merek jepun ) mengalami perubahan seting sesuai “keadaan” tanah air indonesia…, klo salah info hp and torque ya…itulah keadaannya…..

  6. mendingan juga ngaku powernya inferior dikit, tapi setelah dites malah lebih besar.
    pasti orang2 akan berbondong2 beli. ini loh motor tenaga 10HP setelah di dyno diluar ternyata powernya 10,5HP. bonus 0,5HP kalo ente pakenya oktan 92.

    nah, pasti semua akan menyadari kalo pake oktan 88 cuma 10 doang, kalo pake oktan 92 ternyata keluar semua potensinya. pasti juoooosssssss…

    kali ini yang menang H dan K, diem2 terus jualan. sementara Y dibully baik pembelinya maupun hatersnya hihihihi…

    1. Orang jualan ya beberin kelebihannya bro. Bisa diambil contoh salah satu atpm sini yg ngaku2 motor jerman padahal build quality nya menyedihkan. Lihat 6 bulan kemudian apa h dan k bisa ngalahin penjualan y 😀

  7. Yg ngecewain menurut saya pihak yimm nya bukan r25 nya. Kenapa gak terbuka aja ada perubahan pada r25 versi indo, menurut saya 36ps itu spek global kalo versi indo dirubah karena faktor bensin premium. Kalo ada yg mengolok2 motor manajer kok minum bensin botol eceran pasti mereka gtw sulitnya cari pertamax+ diluar pulau jawa.

    1. Yg di pulau jawa saja gk semua spbu ready pertamax dan pertamax+. Jgn disamakan dengan jakarta yg semuanya serba ada. Yg harus dipertanyakan itu bukan powernya tapi peak powernya kenapa ada 10.500 Bukan di 12.000

  8. Neh baru bener2 pembodohan publik… Sebenarny produk bagus… Tpi apa mesti pake “strategi lebay”… Power koq “ON CRANK”… Sama aja tulis… Saya bisa angkat PESAWAT… Tapi hanya “IN HEART” … DALAM HATI… :p #mbatin

  9. dimana2 emang nulisnya pasti on crank..jarang ada yang nulis on wheel karena pengukurannya ga bisa selalu sama hasilnya. yang dipertanyakan adalah kurva penurunan powernya. kalo cuman ngomongin power on crank ya jelas ga bakal selesai

    1. Mobil dan Motor Produk jepang tenaganya di ukur di on crank,Produk Eropa dan Amerika tenaganya diukur di on whells.

Leave a Reply

Your email address will not be published.