Menjelang lebaran demo menolak penutupan lokalisasi Dolly berlangsung kembali, warga mulai berani melawan

Hari terakhir sebelum lebaran demo menolak penutupan lokalisasi Dolly berlangsung kembali. Bahkan dikabarkan sempat ada bentrok fisik antara warga dan polisi. Selain memprotes penutupan dolly warga juga memprotes pencidukan warga oleh polisi. Sayang nara sumber SF terlambat datang kelokasi demo.
Sehingga hanya bisa mengabadikan batu berserakan serta ban yang dibakar warga.

image

image

Menurut pengamatan saksi mata, para PSK tidak terlihat pada demo yang didominasi warga laki-laki tersebut. Wajar karena saat bulan puasa para PSK mudik kekampung halaman dan baru kembali ke “tempat kerja” setelah lebaran. Banyak dari PSK kemungkinan juga tidak kembali ke kompleks pelacuran ini, karena banyak yang menandatangani perjanjian dengan pemkot, serta menerima uang kompensasi.

image

Saat ini polisi mulai merangsek masuk ke area lokalisasi (minggu, 27 Juli 2014), sepertinya tindakan tegas akan dilakukan aparat mengingat warga sudah berani melawan.

0 thoughts on “Menjelang lebaran demo menolak penutupan lokalisasi Dolly berlangsung kembali, warga mulai berani melawan”

  1. sebetulnya hal2 seperti ini nggak perlu terjadi
    jika kebijakan pemkot surabaya benar… dana kompensasi 28 m
    daripada dibagikan ke wanita harapan nggak akan berarti apa2
    tapi seandainya dana itu dibuat bangun pabrik ato sejenisnya
    dan memperkerjakan wanita harapan mungkin itu lebih efektik
    dan saya rasa warga dolly pasti setuju.tapi dana itu bila di
    berikan katakanlah perorang 3 jt dan 3 hari pelatihan kerja
    bukan pekerjaan yang mereka dapatkan pasti mereka akan menyebar
    lokasi porsitusi yang lain ato di jalan2.dan itu sama saja pemkot
    surabaya “BUANG SAMPAH SEMBARANGAN”…BERARTI ITU BUKAN KEBIJAKAN
    TAPI SEMBRONO…

Leave a Reply

Your email address will not be published.