Salah satu resep Marquez : membatasi technologi agar tambah kencang

Menarik juga ulasan motorplus berikut ini :

Secara umum ada tiga bagian elektronik utama yang berkaitan dengan sensor di motor sekelas RC213V. Tiga sensor ini terdiri dari sensor torsi, sensor traksi, dan sensor pengereman. Nah, sensor torsilah yang dikurangi perannya oleh Marc. Ini yang enggak dilakukan pembalap lain saat ini.
Keuntungan menurunkan peran sensor torsi, paling jelas saat menikung. Seandainya membiarkan sensor torsi bekerja 100% bekerja di RC213V yang dipakai Marc, pasti tidak akan mungkin terlihat Marc masih bisa sesekali melakukan rear wheel stering alias manuver dengan roda belakang sliding.

image

Dengan melakukan pengurangan kontrol torsi, peran pembalap lebih dominan . Semakin jago sang pembalap,hasilnya justru bikin motor makin melaju lebih cepat dibanding menggunakan kontrol traksi.
Pantes saja yang lain susah melawan marquez….

Tapi Marquez juga menanggung resiko lebih besar…, mengurangi peran kontrol traksi bikin pembalap bisa mengontrol roda belakang untuk mengoreksi arah dengan cara sliding (rear wheel steering) , resikonya kalau kebablas bisa celaka.

Klo soal rear wheel steering, jadi kangen sama pembalap Australia nih ( Doohan dan Stooner). aksi geser pantat motor pada kecepatan tinggi sesuatu bingit…. 🙂 …. latihannya selain pake motor balap juga pake dirt bike loh….
Pantesan Stooner ingin motoGP balik seperti dulu, lah jarang ada pembalap bisa melakukan teknik rear wheel steering pada kecepatan tinggi 🙂

0 thoughts on “Salah satu resep Marquez : membatasi technologi agar tambah kencang”

  1. jadi ingat sama stoner, dulu juga pernah ada statement dari hrc kalo kontrol traksi motor stoner dikurangi biar bisa slide

    tapi biar sudah dikurangi juga tetap aja elektronik honda yg paling canggih dan mahal dari lainnya ibaratnya ducati itu core i3, yamaha core i5, honda core i7 :mrgreen: makanya hrc ngotot ngancam mundur kalo elektronik diseragamkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.