Review produk susah tanpa bandingkan dengan produk lain

Benchmarking…. menjadikan suatu produk sebagai acuan saat membandingkan dengan produk lain. Kekuatan benchmarking dalam blog dimiliki oleh blogger papan atas yang sudah bukan dalam ranah main-main dalam ngeblog. Mereka meluangkan waktu dan upaya serta tools pendukung dalam mengisi blognya. Sumber data komplit mulai dari data historikal (data racelogic atau hasil tes produk dengan metode lain) hingga data yang didapat dari pihak ketiga yang terpercaya.

image

Keuntungannya saat mereview suatu produk mereka bisa lebih objective menempatkan sejauh mana level produk yang direview dibanding dengan produk lainnya sehingga mereka bisa bisa menarik kesimpulan motor ini larinya kenceng, bensinnya irit, value for money terbaik, dll…. lah kalau ga ada data pembanding darimana kesimpulan itu didapat.
Beda saat yang mereview produk itu adalah orang umum atau blogger yang kurang kuat koleksi datanya … saat mereview suatu produk ya dibandingkan produk apa yang pernah dirasakannya atau dimilikinya. Seperti SF sendiri misalnya

image

Dalam mereview ertiga jelasnya SF bandingkan dengan taruna mobil SF sebelumnya, atau dengan panther ortu atau innova mertua, terios atau avanza punya kantor. Itupun berdasarkan ingatan, bukan data tercatat seperti hasil racelogic misalnya…. contoh lain SF menanyakan seorang teman terhadap mobilio yang dimilikinya teman ini langsung membandingkan dengan avanza milik dia sebelumnya. Jawabannya ya pake ingatan, feeling atau bahkan kira-kira… ya sekedar memberi gambaran umum pada pembaca hasil review lah… kalau kurang puas monggo pembaca jajal sendiri. He3….
Lalu apa salah kalau SF punya kesan ertiga adalah mobil mewah, kencang, uirit dan nyaman… lah wong saat mengendarai ertiga ingatan langsung terkoneksi dengan taruna,panther,innova,terios dan avanza. Mungkin beda saat mobil SF sebelumnya adalah Alphard he3… SF sebelumnya juga punya kesan taruna itu canggih, irit, nyaman (shock empuk, jok tebal), ac dingin, dll wong saat itu SF sendiri blm nyoba ertiga… karena itu juga SF sering dapat kritik….  kok yang direview SF hasilnya bagus sih… lah gimana lagi pembandingnya minim… 🙂

0 thoughts on “Review produk susah tanpa bandingkan dengan produk lain”

  1. Yg bikin makin parah kl si penilai sendiri kaga bisa obyektif dgn kata lain lbh condong prefer ke suatu brand. Padahal kita tau sendiri kl semua produk itu ada kelebihan dan kekurangannya. Diperparah lagi kl si penilai kaga punya wawasan yg luas tentang produk yg akan dibandingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.