Polisi Cepek Sudah Membudaya di Kota Besar. Jalan Sepi Tak Luput dari Aktivitasnya, ada Juga yang Maksa

Beberapa hari lalu selepas mampir di rumah sodara di daerah rawa kalong bekasi, SF berniat berwisata kuliner di daerah itu. Bukannya nemu makanan yang dimaksud malah nyasar ke perkampungan dengan jalanan yang hanya cukup untuk persimpangan 2 mobil. Hingga jam 20.30 SF ga menemukan makanan yang menarik.
Bukan itu masalahnya… namun di hampir si setiap persimpangan yang ada entah itu perempatan atau ada polisi cepeknya…. padahal jalanan jam segitu sudah sepi.
Keberadaan polisi cepek saat kemacetan memang menguntungkan…. tapi kalau di jalan sepi ? Kesannya jadi pengemis….
Ada sedikit ganjalan dihati…. apakah para polisi cepek pengatur jalan itu ada yang mengkoordinir?

image
Ilustrasi: www.infosda.com

Diantara polisi cepek, paling parah adalah di simpang lima plumpang semper…. polisi cepek tapi maksa khususnya kepada pengemudi truk dan angkot.
Pengemudi truk/angkot yang lewat sana jika tidak memberi uang mobilnya akan di gebrak oleh oknum yang memakai rompi “mitra polisi”… padahal hampir selalu ada polisi disitu…. kira-kira kenapa ya?

Klo ini bro st3v4nt atau komentator lain yang asli orang sekitar mungkin bisa ngasih jawaban fenomena di simpang lima , plumpang, semper Jakarta Utara…. saya sih sebatas dengar desas desus berita saja ga enak kalau belum tau kepastiannya 🙂
Kira-kira siapa saja yang menikmati saweran itu?

7 thoughts on “Polisi Cepek Sudah Membudaya di Kota Besar. Jalan Sepi Tak Luput dari Aktivitasnya, ada Juga yang Maksa”

Leave a Reply

Your email address will not be published.