Berniat Rekreasi? siapkan dana lebih karena biasanya ditempat wisata harga melambung

Makanan menjadi hal yang mahal di Bandung tepatnya di twmpat wisata. Beli makanan atau jajanan harganya bisa 2 X lipat dibanding SF jajan di Jakarta pas makan siang. Es cream durian yang biasa SF beli seharga 5000-7000 di Cisangkuy Bandung dihargai 13rb, siomay biasa SF beli 5000 di penjual keliling, di Bandung kota SF kena 10rb dengan rasa yang sama.

image

Pengalaman agak kurang enak saat SF rekreasi ke pemandian air panas ciater… tiket masuknya untuk 3 dewasa, 1 anak 5 thn, 1 batita 2 thn, dan mobil kena 130rb , didalam tempat rekreasi ternyata harus bayar lagi untuk berenang seharga 25rb perorang, kalau ga ingin berenang bisa duduk lesehan di tikar yang tersedia disepanjang aliran sungai buatan… tapi jangan kaget kalau ongkos duduk di tikar dikenai tarif Rp. 100rb oleh pemilik tikar!  Tapi beruntung teman saya yang sebenarnya datang ke ciater bareng tapi pisah rombongan… dia cuma nyewa tiker 25rb !  Tarif antar tikar ga sama antara pemilik tikar yang satu dan lainnya…. apes kalau kena oknum pemeras….

image

Tips berkunjung di tempat asing seperti ini :
1. Tanya tempat rekreasi/tempat makan yang direkomendasikan kenalan
2. Sebelum pesan makanan tanya harga dulu
3. Jika anda sedang tidak hunting makanan khas daerah situ mending makan di restoran ternama bisa lebih murah dan ga ketipu
4. Beli snack atau minuman ringan usahakan tidak di kaki lima atau penjual keliling terutama di tempat wisata harganya sangat mungkin melangit. Mending beli di supermarket….
tapi kalau budget anda lebih ya monggo gradakan saja 🙂

Sepertinya fenomena harga-harga mahal ga hanya terjadi di Bandung…. tapi perasaan dikota lain kenaikan harganya ga seperti di Bandung.  Kecuali di anyer restoran pemeras yang sempat rame beberapa waktu lalu ya…

0 thoughts on “Berniat Rekreasi? siapkan dana lebih karena biasanya ditempat wisata harga melambung”

  1. Memang kayaknya bukan di Ciater saja tempat wisata lain di Jabar misalnya di tempat wisata daerah Ciwidey juga sama, seperti biaya parkir, biaya masuk lokasi, biaya fasilitas, biaya kuliner, ke WC mau pupis bayar juga,… lingkaran setan semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

  2. tiker 100 rb? mahal amat yah. tahun kemarin masih dapet 10 rb deh kayaknya. tapi pendapat pribadi sih main ke ciater cuma buang2 duit, tempatnya gak asyik dan terlalu rame, mana tiket masuknya mahal tapi fasilitasnya apa adanya. mending ngadem di perkebunan teh disekitarnya aja, gratis 🙂
    biar liburan keluarga asyik tapi gak bikin meringis sesudahnya, mendingan bawa makan dan cemilan dari rumah aja, ato makannya di luar tempat wisata tapi sekalian aja di rumah makan ato resto yang pasang harga didaftar menunya. sekarang banyak pedagang yang pasang harga kayak rampok, gk ditempat wisata aja pedagang dadakan saat momen tertentu juga sama saja (pas mudik lebaran misalanya), makanya saat mudik mending makan di resto aja sekalian, rasanya relatif lebih enak dan harga ketauan (tips nih, mending cari resto yang gak banyak pasang plang iklan dari pada plang iklannya bertebaran sepanjang jalan. biasanya sih yang banyak plang iklannya harganya lebih mahal dan rasanya juga biasa2 aja. malah seringnya nemu rumah makan yang gak banyak iklannya tapi punya rasa masakan yang jos dan harga bersahabat)

    1. Temenku satu rombongan cuma kena 25rb…. padahal di spot yang tergolong strategis…. lain orang lain kelakuan. Mungkin dia tau kalau saya pendatang, plus nenteng camdig jadi di mahalin dah…. kacau tuh… yup bener tiket 25rb seorang untuk fasilitas yang dinikmati terasa minim

    1. Dimahalin saja rame kenapa harus dimurahin…. 🙂 dinas pariwisata kerjanya nhapain ya… banyak pungutan liar diem saja… plot di dalam ciater kan milik bersama kenapa pengunjung ga bisa bawa tiker sendiri dan harus nyewa ke pemilik tikar yang sebagian pemeras

Leave a Reply

Your email address will not be published.