Kendaraan Plat B dilarang ke Bandung dan Bogor pas weekend, yang rugi situ sendiri!

image

Memang aturan masih belum ada… tapi wacana telah dikemukakan petinggi Bandung dan Bogor (tapi belakangan ini malah dibantah) wacana itulah yang bikin banyak warga terhenyak …
Kebetulan dalam seminggu kemaren SF mengunjungi daerah lembang, ciater dan kota bandung… di tempat wisata tersebut mayoritas mobil berplat B… begitu juga di hotel tempat SF menginap di Lembang-Bandung… mayoritas mobil tamu yang bermalam ber plat B… jelas lah ngapain orang bandung nginep di hotel Bandung kalau ga kepepet he3…. saya yakin sama juga di daerah Puncak 🙂

image

dikota Bandung juga demikian… pusat jajanan Bandung juga rame oleh kendaraan berplat B….
Bayangkan kalau tiba2 pemkot Bandung atau Bogor melarang kendaraan plat B masuk Bandung atau Bogor… pariwisata dikota Bandung dan Bogor pasti langsung drop… penghasilan masyarakat yang tergantung pada sektor ini juga berkurang drastis…. sing rugi sopo?
Meski katanya sarana angkutan massal bakal bakal lebih ditingkatkan di dua kota ini…. tetap bikin ogah SF berkunjung disono… beli mobil tujuannya biar wisata kemana-mana bareng keluarga kok malah disuruh naik angkot…

Kalau seumpama Jakarta juga memberlakukan demikian gimana? karena Jakarta macet bukan karena penduduk Jakarta tapi penduduk daerah… modiar sendiri orang bandung dan bogor…. secara dikantor SF sendiri banyak orang Bandung dan Bogor….

SF sendiri sebenarnya ga ambil pusing toh bentar lagi mobil SF balik nama plat L… tapi sungguh konyol kalau setiap kota mengkotak kotak kaya gini… bikin Perda sendiri-sendiri yang cuma ngurusi warganya sendiri ga mikir efek makronya atau bahkan mikir efeknya bagi penduduk kota lain… bisa pecah Indonesia….

Biar ngasih pelajaran pencetus kebijakan itu, gimana kalau pejabat bandung dan bogor dilarang ke Jakarta…. nah loh …. 🙂

0 thoughts on “Kendaraan Plat B dilarang ke Bandung dan Bogor pas weekend, yang rugi situ sendiri!”

      1. Silakan dicek silang lg beritanya, tidak ada larangan mobil plat B masuk Bandung. Walikota Bandung hanya menghimbau wisatawan lokal utk mencoba menggunakan transportasi umum, bukan larangan mobil plat B. Walikota Bandung juga pasti menyadari betul besarnya potensi PAD Bandung yg datang dari wisatawan lokal, jd tidak akan sebodoh itu menerapkan peraturan.

        Kalau Walikota Bogor setahu saya memang melarang.

        Peraturan seperti ini memang bisa memicu sentimen kedaerahan, maka sebaiknya blogger (yang tulisannya dibaca banyak orang) bisa lebih bijak menyikapinya.

  1. memang kota bandung kalau dah weekend macet luar biasa oleh turis dan banyak warga bandung yang belum mengerti kalau turis2 ini menghabiskan uangnya di Bandung, dan menyalahkan turis2 ini krn macetnya kota, hal ini mungkin menjadi pertimbangan pemkot bandung dan bogor, tapi memang efeknya pariwisata akan drop, PHK meningkat dan angka kriminal pun naik! betul pemikiran SF!

  2. Sebenarnya bukan wacana melarang tapi menganjurkan menggunakan angkutan umum, cuma yah fasilitas masih kurang, sama hal seperti jakarta fasilitas publik kurang banget memadai terutama angkutan umum yg NYAMAN & AMAN. Saya menganggapnya demikian. IMHO

  3. Saya juga tidak setuju, tapi alasanya jangan gitu juga bro
    “beli mobil tujuannya biar wisata kemana-mana bareng keluarga kok malah disuruh naik angkot…”
    ” punya mobil tujuannya biar brangkat kerja gak kepanasan”
    ” pake motor biar bisa jemput pacar ”
    ” pake kendaraan pribadi biar luwes bisa kemana aja ”
    Kalo semua orang berfikirnya kayak gitu maka macet tidak akan ada solusinya, karena sekarang ini siapa sih yang gak punya kendaraan pribadi, bahkan satu keluarga bisa 4-5 kendaraan pribadi
    Kita tau transportasi massal kita belum layak, tapi ayolah kita mulai dari diri kita sendiri untuk menggunakan kendaraan umum sambil mendesak pemerintah memperbaiki transportasi massalnya.
    Kalo nunggu transportasi massal layak, baru mau menggunakannya maka yakinlah sampe kapanpun jalanan akan tetep macet

      1. Setuju sama bro Sf, ngapain ane susah2 beli motuba, kalo disuruh naik angkot, ane mau membahagiakan orang tua dan anak2 ko, malah disuruh naik angkot….. Orang tua udah manula 60tahun disuruh naik angkot….
        Mikiiiiiirrr…. (cak longtong mode)

    1. setuju ma bro sf, gak semua orang beli mobil untuk harian, kalau untuk saya juga sama esensi beli mobil untuk dipakai sekeluarga jadi ngapain main ke bandung kalau disana disuruh ngangkot, mungkin kalo sendirian bawa mobil itu yg seharusnya ngangkot, la saya satu mobil ber-empat kok

  4. anggapan pemerintah: angkutan massal ditingkatkan maka kemacetan akan berkurang karena jumlah kendaraan pribadi di jalan berkurang
    faktanya: di rumah ortu ane di daerah bogor kabupaten. meskipun angkot bejibun, 24 jam selalu ada. namun isinys cuma 2-3 orang karena orang2 males naik angkot, nggak efisien waktu dan duwid —

  5. Ane setuju…. Kebijakan yg menghajar perekonomiannya sendiri….
    Ane sendiri juga masih bingung kalo itu jd diterapkan….
    Mobil-motor ane plat B, tp ane tinggal d bogor, gimana tuh..?

  6. IMHO… Tujuannya bagus untuk mengurangi kemacetan, tapi caranya yg salah. Butuh waktu, tenaga, dan duit banyak untuk mengarahkan warga naik angkutan massal. Selama ini angkutan massal masih berjubel, plus pengamen, copet, pelecehan seksual, atau yg kemaren-kemaren ramai dimedia tentang perampokan dan pemerkosaan penumpang angkot/taksi, bahkan ada yg dibunuh… Kalau sudah begini, Siapa yg mau naik angkutan massal kalau punya kendaraan pribadi?

Leave a Reply

Your email address will not be published.