Motor listrik 150jt!? Kira kira konsumennya siapa ya…

image

Saat IIMS 2014 kemaren SF sempat mampir di stand TDR dan mengamati penampakan motor listrik Zero.
Karena penasaran SF berusaha mencari informasi tentang motor ini dan menemukan salah satu linknya disini
http://m.kompas.com/otomotif/read/2013/07/28/9235/Sepeda.Motor.Listrik.TDR-Zero

Agak sangsi juga motor listrik bikinan Zero Motorcycle yang didistribusikan oleh TDR dan barusan saja dialihkan ke garasindo ini bakal sukses dipasaran… bagaimana tidak harganya berkisar 150jt! Direntang harga tersebut (plus minus) sangat banyak motor yang menggiurkan.
1.Motor ramah lingkungan
Banyak biker yang cinta lingkungan…. namun apa rela mengeluarkan uang 150 juta?
2.Motor hobi
Zero ini memang sangat kencang bisa 160kpj, jika berniat untuk balapan… tentunya pembalap atau mekanik lebih memilih motor yang oprekable alias gampang dioprek. Lain hal jika tidak berniat digunakan dilintasan balap… penghobi motor lebih mempertimbangkan sensasi riding yang ditawarkan sebuah motor… misalnya suara dan karakter motor multi silinder, ergonomi mau balap, turing, adventure, dll pada motor listrik ini sensasi berkendara pasti akan berkurang karena ketiadaan mesin bakarnya
3. Motor irit?
Baterai motor ini jika diisi full setara dengan listrik rumah untuk menyalakan AC 1 PK selama 12 jam (6 baterai, 1 baterai bisa menyalakan AC 1PK 2 jam)… silahkan dikira-kira biaya listriknya 🙂 . Lagian harganya 150juta… mau irit darimana ? 🙂
4.Praktis
Enak memang ga perlu antri isi pom bensin. Tapi ngecharge motornya butuh waktu 8 jam, atau 2,5jam mode cepat. Ga bisa dadakan dipakai, perlu perencanaan :). Jelasnya ga bisa dibawa turing jauh. Mentok 230km sekali jalan. Itu kalau jalan ga macet ya .. lah kalau Di Jakarta gimana?
5. Cocokkah dengan kondisi Indonesia?
Macet dan banjir. Apakah motor listrik ini bisa diandalkan? Masih tanda tanya

Bagi SF sendiri jika ada uana Rp.150jt jelas ga bakal beli motor sport zero. Mending beli moge trus sisanya buat sepeda lipat listrik… kisaran harga 3-4jtan, irit biaya, ga kuatir kehabisan baterai, dan praktis.

image

Nb:kemaren galau poll gara-gara dimall nyonya testride sepeda lipat listrik… jadi pengeennnn….  🙂

0 thoughts on “Motor listrik 150jt!? Kira kira konsumennya siapa ya…”

  1. Jika ane kaya (amiiin) ane yg akan beli, drpada beli vespa 946, moge triumph, dll, lebih ga masuk akal lagi.
    Harus ada yg memulai memakai kendaraan listrik buat dijalan…. Buat oprasional, Dan itu harus dicontohkan mulai dr public figure….
    Pas mau tidur di-charge… Sehari-hari, ane 100km lebih, pasti public figur ga sejauh itu jaraknya…. Dan harus ada publik figur macam mario iroth n jj polnaja yg mengetes motor ini untuk turing, keliling Indonesia.
    Jangan di pesimis-kan dulu….
    Menjadi awalun memang berat, macam motor matik, piaggio corsa n kymco sebagai pionir gagal, yamaha mio lumayan bagus, sekarang malah isi jalanan matik semua, termasuk ane 😀
    Salut buat Zero motorcycle…
    Mungkin nanti yamaha-honda akan berani bikin MOTRIK juga, yg lebih dipercaya sama fanboynya…

    1. Sip.. selamat.. saya tetep ogah… 🙂 klo jarak dekat mending sepeda listrik jauh lebih irit. Untuk jarak 20km keatas harian mending bebek/matic… klo ane kaya beli helicopter biar ga macet… kwkqkkwq… guyon cak… motor seperti ini ga bisa isi listrik secara instan. Dan harganya masih terlalu wow…. di seluruh dunia jika memang tujuannya untuk mengurangi polusi harusnya ada insentif pajak sangat besar untuk menekan harga sehingga orang ga perlu kaya raya untuk membelinya

  2. Kalau ada rezekinya Insya Allah ane kayanya salah satu konsumennya 😀 walopun secara pribadi ane lebih doyan desain Brammo daripada Zero, tapi memang untuk saat ini khususnya di Indonesia yang masih belum punya fasilitas untuk Electric Vehicle (EV), electric motorcycle hanya cocok untuk Urban commuting aja dimana masih mudah nyari sumber listrik, kalo tujuannya udah pgn lintas daerah yah meningan pake motor dg bahan bakar konvensional atau kalo ada sih ya hybrid, kalo di beberapa negara sprt amerika,eropa ,jepang dll sih untuk lintas daerah udah ada yang namanya EV charging station, mirip pom bensin tp isinya buat cas kendaraan elektrik semua, dan enaknya di EV Charging station itu ada fitur fast charging yang bs ngisi batre hanya 10 menit dan ckp untuk berkendara 100km, masih jauh lbh lama dibanding isi bensin tp udah jauh lbh cpt dibanding cas di socket listrik biasa yg bisa berjam-jam, dan soal insentiv sebenrnya di negara2 yang udah mulai menerapkan EV ini memang ada insentiv khusus, mulai dari subsidi harga EV nya yg bisa sampe 50%,terus insentiv pengisian listriknya, insentiv pajak dll
    Tapi kalo untuk di Indonesia? barang kaya gini justru masuknya malah barang sangat mewah 😀

  3. Makanya, itu dia, perlu orang kaya, dan public figur yg harus memulainya,
    insya Allah nanti harganya akan turun sendiri, seiring banyaknya pabrikan yg turun….
    Makanya ane suka motor listrik……
    Ane pernah nyobain matik cina yg listrik Emoto namanya… Asik, jarak citayam-kuningan 60km pp plus macet ga habis duit banyak, listrik d rumah juga ga beranjak jauh…. Masih 150an ribu (token) sebulan

Leave a Reply

Your email address will not be published.