Telat yang menjadi budaya. Bukan hanya karena SDMnya, kondisi juga memperparah

Sedari SD hingga kerja, SF terbilang tidak pernah telat sekolah. Minimal 15 menit sebelum jadwal SF sudah bisa datang di sekolah dan kantor. Kecuali memang ada suatu hal yang tak dapat diprediksi…

Beberapa instansi di Jakarta bikin kebijakan boleh telat namun jam pulang kerjanya jadi mundur.
Awalnya SF menganggap memang SDM kita payah sehingga dengan sengaja menerapkan jam karet… namun setelah berdiskusi dengan rekan – rekan, anggapan SF tak sepenuhnya benar.

image

SF punya atasan yang hampir setiap hari nyampai kantor jam 6.30 padahal jam masuk kantor jam 7.30… beliau salah satu pegawai yang terbiasa disiplin waktu seperti SF.  Beliau bisa seperti ini karena naik mobil pribadi dan berangkat pagi-pagi dari rumah untuk menghindari kemacetan… Namun hampir setiap bulan dia ada kejadian yang bikin telat ngantor.  apalagi kalau bukan karena lalu lintas ngunci alias macet total… berangkat seteoah subuhpun tak membantu masuk kantor tepat waktu. Naik motor mungkin bagi beliau bukan keputusan terbaik karena selain tidak terbiasa, waktu tempuh normal bisa lebih lama dibanding mobil karena tidak bisa lewat tol.
Beda dengan rekan kerja yang lain…. Susah untuk selalu on time karena ketergantungan terhadap angkutan umum yang tidak bisa diandalkan. Sudah berangkat lebih pagi busway masih rebutan, kadang harus menunggu bus dibelakangnya. Naik KRL juga begitu, seringkali terjadi kereta ga sesuai jadwal atau malah kereta stuck ga jelas. Naik busway atau kereta apes kalau pas mogok atau stuck ga bisa keluar coy….
Saat musim hujan jangan nanya lagi… SF yang seumur-umur ga pernah telat saja jadi ikutan telat karena harus muter-muter cari jalur yang ga banjir….
Tapi diatas memang alasan yang tepat dan bukan mengada-ada saat telat masuk kantor…. tapi banyak juga loh rekan SF yang sangat sering telat tanpa sebab jelas…. udah tau biasa telat berangkatnya ga mau lebih pagi…..
Padahal bagi pemotor enak loh berangkat lebih pagi.. udara masih dingin, lalu lintas sepi, masih sempet sarapan lagi sebelum ngantor….

Tips SF untuk memberantas jam karet pada pengendara motor : jangan hanya memprediksi waktu tempuh normal berkendara, namun antisipasi juga jika macet, ban bocor, dan hambatan lain… tak ada lagi alasan karena hal tersebut. jika normalnya waktu tempuh 1 jam nyampai, berangkatnya 1,5 jam sebelumnya…. sisa setengah jam lumayan bisa sarapan diluar. Kalau apes kopling putus, ban bocor, atau macet parah paling mengorbankan waktu sarapan pagi … tapi kan ga telat masuk kantor.

0 thoughts on “Telat yang menjadi budaya. Bukan hanya karena SDMnya, kondisi juga memperparah”

  1. Kalo di perusahaan yg ada jam kerjanya sih wajar lah nuntut karyawan dtg tepat wkt, krn toh pulangnya jg udah ditentuin wktnya, terlebih lg kl ada sistem uang lembur bila kerja lwt wkt. Nah, kl di perusahaan sy sih jam kerjanya “abu2” tuh dan gak ada uang lembur, makanya males juga dtg tepat wkt, krn toh jam pulangnya jg karyawan pada gak itung2an ama perusahaan, apalagi kerjaan bisa muncul dadakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.