Semasa hidup tertib berkendara, konvoi pemakaman taat berkendara, nisan pun berhias setir mobil

Sudah menjadi kebiasaan dimanapun, banyak oknum menjadi arogan saat konvoi mengantar jenazah, tanpa helm, bonceng tiga,  menghentikan kendaraan lain, bahkan beberapa kali SF melihat mobil dipukul oleh pengantar jenazah. Bahkan SF yakin saat ada ambulance pengantar orang sekarat bakal disuruh mengalah oleh pengantar jenazah. Namun kisah ini bisa menjadi inspirasi kita bersama. Berikut SF share starus facebook dari bro yunant-UK Yunanto :

Ini adalah makam Almarhum ayah saya yg wafat 13 Okt 2011.

image

ada sedikit cerita nyata yang mudah2an bermanfaat.
48 tahun ayah sy bekerja sbg sopir. Mulai dari sopir pribadi sampai terakhir menjadi sopir bis.
Cerita ini baru saya sadari sktr 2 minggu setelah pemakamam ayah saya.
Singkat cerita, ayah sy dimakamkam dimakam keluarga dibogor, kamis sore 13/10/2010. Yang aneh dan sy tidak sadari adalah ketika kami berangkat beriringan dengan mobil patwal, ambulan, mobil saya dst, dst. Sepanjang jalan sambil nyetir saya menggerutu/mengomel karena mobil patwal pembuka jalan yg paling depan mengemudikan mobilnya seperti mobil-mobil pada umumnya. Lampu merah berhenti, dijalur bus way yang sdh dipersilahkan masuk oleh polisi yg menjaga jalur tsb, patwal malah ngambil jalur biasa. Tidak salip menyalip seperti patwal umumnya. Belok kiri yg biasanya langsung, krn tidak ada rambu belok kiri jalan terus, patwal malah berhenti nunggu lampu hijau. Bukan sy sj yang ngomel ternyata sopir ambulan dan mobil2 belakang sy pun ngomel dan heran krn percuma pake patwal. Ketika selesai pemakaman, sy sempatkan bertanya ke sopir patwal tsb, kenapa kok patwal jalannya spt mobil biasa, jawabnya hanya seyum2 sj. 2 minggu kemudian, kami kedatangan tamu dari organisasi perkumpulan sopir2 yg sdh pensiun menyerahkan uang duka buat alm ayah sy krn ayah sy juga termasuk anggota didalamnya. Sambil menyerahkan uang duka tsb, pak ketua perkumpulan tsb berkata kepada saya
“ Subhanalloh, Ayah bapak(saya maksudnya) bukan hanya taat dan tertib dalam mengemudi ketika masih hidup, sudah wafatpun dan didalam ambulan pula masih taat dan tertib dalam peraturan lalu lintas. Kami yang ada di mobil paling belakang tak henti2nya kagum pd almarhum. Tidak heran 48 tahun menjadi sopir beliau tidak pernah ditilang, tdk pernah berurusan dg polisi dan tidak pernah nabrak meski sekalipun.”
Saya tdk bisa ngomong lagi, krn ternyata inilah jawabannya kenapa si patwal seperti ini. Bukan di akhirat saja Tuhan menunjukan apa yg kita lakukan ternyata diduniapun Tuhan sudah memperlihatkannya

image

Sungguh kisah yang menginspirasi… semoga kebiasaan almarhum menjadi tauladan kita semua dalam berkendara. InsyaAllah aliran pahala akan tetap mengalir dari orang-orang yang menteladaninya. Semoga segala amalan almarhum diterima disisiNya.

0 thoughts on “Semasa hidup tertib berkendara, konvoi pemakaman taat berkendara, nisan pun berhias setir mobil”

  1. sebernya buat jadi taat itu simple sih Om…
    asal kitanya mau keliatan “bego”sama yang lain, BISA…
    “maklum,dikota-kota besar melanggar rambu lalu lintas itu hal yang “biasa”
    sample….. ada lampu merah,berenti dibelakang garis, kudu siap diklakson dari belakang…. yah… pura-pura budek aja
    😀

    1. congor lo yg gak mutu !!! pasti lo salah satu pengantar jenazah yg ugal2an di jalan kaga pake helm juga yak :mrgreen;..komen pake otak jangan cuman congor doank !!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.