Sangat disayangkan jika fansboy politik menjadi terbutakan realita

Sangat banyak….mungkin terlalu banyak orang sekitar SF tiba-tiba jadi pengamat politik… namun ada hal yang bikin SF ingin mengkritik mereka.
Saat ini yang rame di medsos apalagi kalau bukan fans Jokowi dan Anti Jokowi….. kalau anda berada ditengah tengah mereka rasanya gimana gitu….kurang enak saat baca pemberitahuan di medsos yang hampir setiap hari isinya perang diantara dua kubu yang sering saling menebar kebencian diantara sesama. Contoh saja A dan C adalah teman dekat SF… A bikin statement politik yang nyerang C, rasanya bikin SF kurang respect sama si A . Eh si juga C bikin status yang nyerang si A, bikin SF eneg juga sama si C … lucunya A dan C tidak saling kenal satu sama lain… he3… true story ini yang bikin SF males monitoring facebook… andaikan ada filtering di facebook tentunya statement politik ini yang ingin SF ilangin centangannya 🙂 . FB bagi blogger seperti SF ini menjadi salah satu sumber inspirasi menulis.

image
Peace

Ini beberapa hal yang SF amati dari 2 kubu bertentangan di facebook…
Fans Jokowi kadang lupa namanya manusia tak luput dari kesalahan… kesalahan ini yang tak pernah mereka komentari…Seolah pemimpin selalu benar, semua kebijakan ga ada salahnya… sempurna? Mana ada manusia sempurna…,
Anti Jokowi, semua kebijakan Jokowi dan tingkah lakunya dianggap ga ada yang benar… dikritik semua. Berita negatif soal Jokowi langsung disebarkan.

Lalu anda masuk yang mana?

Kalau SF jelasnya ga masuk 2 kelompok diatas… wong milih kemaren saja terpaksa ikut karena dipaksa nemenin Nyonya….  🙂 milih juga inget apa yang dikatakan teman… jika kedua calon dianggap tak layak jadi pemimpin… pilihlah yang terbaik diantaranya…. titik

Fans Jokowi yang karena terlalu cintanya pada sang tokoh harusnya mengingatkan idolanya agar tidak jatuh terperosok.
Anti Jokowi mungkin tidak selalu berburuk sangka dan memberi kesempatan sang Presiden untuk menjalankan tugasnya, mungkin mengapresiasi jika memang berprestasi.

12 thoughts on “Sangat disayangkan jika fansboy politik menjadi terbutakan realita”

      1. iya betul, kaya yg lebih tau sosok idolanya dibandingkan diri idolanya sendiri..miris banget pertemanan bs hancur krn prinsip dan kecintaan yg berlebihan pada sosok tokoh tertentu yg belum tentu kenal baik dengan kita

  1. Kejadian persis sama 2 orang dekat saya… Pertama bapak, kedua kakak kelas sewaktu SMA yang lumayan aktif di organisasi kemahasiswaan. Mereka berdua gak ‘perang’ sih, cuma menanggapi tentang kenaikan BBM kemarin…

    Bapak yang biasanya setuju harga bbm naik / subsidi bbm dikurangi (pada masa pemerintahan lalu), eh mentang2 Pilpres kemarin dukung Prabowo… tiba2 sekarang gak setuju harga bbm naik. Juga kakak kelas saya itu pas kemarin dukung Jokowi, biasanya paling vokal dengan keputusan pemerintah terutama tentang kenaikan harga BBM… tiba2 sekarang malah mendukung kebijakan Pemerintah mendukung kenaikan BBM.

    Sumpah lucu banget… Hidup Tidak Konsisten!!! :mrgreen:

    1. masalahnya dulu naikin harga BBM gak niat gitu..
      apalagi pas akhir masa pemerintahan pertama pake acara nurunin harga BBM,
      ujung-ujungnya dipertengahan jalan naik lagi toh..??
      dan mau dinaikan lagi toh..?? akhirnya gagal..
      .
      kebetulan aja presiden baru agak lakik beru sebulan BBM dinaikin..

  2. Siapa pun pemimpinnya setiap kebijakan patut di kritisi apabila dampaknya merugikan, dan didukung apabila dampaknya menguntungkan….contoh di DKI deh saya dukung gubernur pas jalan di depan rumah dibenerin tapi saya kritik pas dia bikin kebijakan larang motor lewat jalan protokol….ingat tugas pemimpin adalah mendengarkan input masyarakat ketika membuat kebijakan bukan sebaliknya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.